Senin, 18 Juli 2011

GEOGRAFI 3 untuk Siswa Sekolah Menengah Atas - Madrasah Aliah Kelas XII
untuk Siswa Sekolah Menengah Atas - Madrasah Aliah
Eko Titis Prasongko
Rudi Hendrawansyah
Kelas XII
GEOGRAFI
3
Eko Titis Prasongko
Rudi Hendrawansyah
i
GEOGRAFI
untuk Siswa Menengah Atas-Madrasah Aliah Kelas XII
Eko Titis Prasongko
Rudi Hendrawansyah
3
ii
Geografi
untuk SMA-MA Kelas XII
Ukuran Buku:
17,6 X 25 cm
Jenis Huruf:
Garamond, Souvenir Lt BT
Penanggung Jawab Program:
I Ketut Astawa
Penulis:
Eko Titis Prasongko
Rudi Hendrawansyah
Editor:
Imas Nuraeni Kurniasih
Design Cover:
Iwa
Tata Letak:
Rahmat Mulyana
910.07
Eko Eko Titis Prasongko
g Geografi 3 : Untuk Siswa Sekolah
Menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas
XII / Penulis Eko Titis Prasongko, Rudi
Hendrawansyah ; Editor Imas
Nuraini Kurniasih
. — Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
vii, 166 hlm. : ilus. ; 25 cm.
Bibliografi : hlm. 159
Indeks
ISBN: 978-979-068-140-8 ( no. jilid lengkap )
978-979-068-147-7
1. Geografi-Studi dan Pengajaran
2. Hendrawansyah Rudi
3. Kurniasih, Imas Nuraini
4. Judul
Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009
Diperbanyak oleh .....
Hak Cipta Buku ini dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional
dari Penerbit Acarya Media Utama
iii
K ata Sambutan
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat
dan karunia-Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Departemen
Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah membeli hak cipta
buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit untuk
disebarluaskan kepada masyarakat melalui situs internet
(website) Jaringan Pendidikan Nasional.
Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional
Pendidikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran
yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses
pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor
69 Tahun 2008 tanggal 7 November 2008.
Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada
para penulis/penerbit yang telah berkenan mengalihkan hak cipta
karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan
secara luas oleh para siswa dan guru di seluruh Indonesia.
Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada
Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (down load),
digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh
masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang bersifat komersial
harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan
oleh Pemerintah. Diharapkan bahwa buku teks pelajaran ini akan
lebih mudah diakses sehingga siswa dan guru di seluruh Indonesia
maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat
memanfaatkan sumber belajar ini.
Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada
para siswa kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku
ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu
ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat
kami harapkan.
Jakarta, Februari 2009
Kepala Pusat Perbukuan
iv
K ata Pengantar
Saat ini, kita telah jatuh cinta pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Seakan-akan tak ada hal yang bisa kita lakukan tanpanya. Satu hal esensial yang
tak boleh dilupakan, ilmu pengetahuan dan teknologi adalah netral. Menjadi
bermanfaat atau merusak kehidupan, semuanya bergantung kepada mental manusia
yang menciptakan dan menerapkannya. Dalam hal ini, seharusnya kita semua
memberikan makna ilmu pengetahuan secara positif bagi kehidupan kita bersama.
Oleh karena itu, kita semua harus memutuskan untuk menentukan tujuan ilmu
pengetahuan sesuai dengan amanat yang diembannya.
Begitu pula dengan ilmu geografi, kita harus menerapkan dan memanfaatkannya
sebagai ilmu amaliah. Pertama, amaliah bagi ilmu geografi sendiri dalam bentuk
pengembangan teori, prinsip, dan konsep keilmuan. Ke dua, amaliah bagi kepentingan
dan kesejahteraan hidup manusia. Dengan demikian, netralnya ilmu pengetahuan
memberikan dampak positif bagi kedamaian dan kesejahteraan umat manusia.
Apapun yang kita lakukan, pada akhirnya kita harus memberikan makna kepada
kehidupan kita sendiri. Oleh karenanya, segala tindakan kita harus memberikan
makna bagi kelestarian lingkungan dan kehidupan semua orang.
Semoga buku yang ada di tangan kalian saat ini bisa menjadi jembatan untuk
mengenal Bumi dan menyayanginya bagaikan ia adalah jantung dalam tubuh kalian
sendiri.
Penulis
Kata Pengantar
v
Kata Sambutan .........................................................................
Kata Pengantar .........................................................................
Daftar Isi ...................................................................................
Bab 1 Peta ...............................................................................
A. Definisi Peta .............................................................................
B. Garis Astronomis, Skala, Simbol, Lettering, dan Warna Peta ........
C. Proyeksi Peta ..............................................................................
D. Jenis-Jenis Peta ........................................................................
E. Komponen Kelengkapan Peta ..................................................
F. Fungsi dan Tujuan Pembuatan Peta ...........................................
G. Membuat Peta Sederhana ........................................................
H. Analisis Lokasi Industri ..........................................................
I. Analisis Lokasi Pertanian .......................................................
Pelatihan Bab 1 ...............................................................................
Tugas Portofolio : Analisis Lokasi Industri Lokal Melalui
Peta ..............................................................
Bab 2 Pengindraan Jauh .........................................................
A. Definisi Pengindraan Jauh ...........................................................
B. Sistem Pengindraan Jauh ........................................................
C. Hasil Teknologi Pengindraan Jauh ............................................
D. Unsur-Unsur Interpretasi Citra ................................................
E. Langkah-Langkah Interpretasi Citra ...........................................
F. Mengenali Foto Udara .............................................................
G. Contoh Interpretasi Citra Hasil Penginderaan Jauh ................
H. Keunggulan dan Keterbatasan Citra Hasil Penginderaan Jauh .........
I. Pemanfaatan Penginderaan Jauh ................................................
Pelatihan Bab 2 ..................................................................................
Tugas Portofolio : Interpretasi Foto Udara ..............................
Bab 3 Sistem Informasi Geografis ........................................
A. Pengertian Sistem Informasi Geografis ....................................
B. Komponen Sistem Informasi Geografis ...................................
Daftar Isi
iii
iv
v
1
3
5
14
16
19
20
21
22
27
32
34
35
37
38
40
44
46
47
50
53
55
58
60
61
63
65
Daftar Isi
vi
C. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis ................................
D. Proses dalam Sistem Informasi Geografis ................................
Pelatihan Bab 3 ................................................................................
Tugas Portofolio : Membuat Peta Berdasarkan Sistem
Informasi Geografi secara Sederhana ..........
Pelatihan Semester 1 ..............................................................
Bab 4 Pola Keruangan Desa-Kota ..........................................
A. Desa ............................................................................................
B. Kota ............................................................................................
C. Interaksi Desa-Kota .................................................................
Pelatihan Bab 4 ...............................................................................
Tugas Portofolio: Mengenali Prioritas Pembangunan Lokal
dan Prospek Bisnis Lokal ............................
Bab 5 Wilayah dan Pembangunan .........................................
A. Konsep Wilayah Dalam Kajian Geografi ..................................
B. Pembagian Wilayah ................................................................
C. Perwilayahan ............................................................................
D. Pusat-Pusat Pertumbuhan .......................................................
E. Usaha Pengembangan Wilayah di Indonesia ..............................
F. Wilayah Pembangunan di Indonesia ......................................
Pelatihan Bab 5 ...............................................................................
Tugas Portofolio: Mengenali Prioritas Pembangunan Lokal
dan Prospek Bisnis Lokal ..............................
Bab 6 Negara Maju dan Negara Berkembang .....................
A. Indeks Perkembangan Manusia (Human Development Index
[HDI]) ......................................................................................
B. Tahap Perkembangan Negara .....................................................
C. Negara Berkembang dan Negara Maju ......................................
D. Model Pengembangan Wilayah di Negara Maju dan Negara
Berkembang ..............................................................................
E. Profil Jepang dan Amerika Serikat sebagai Negara Maju ............
F. Profil Cina dan Brasil sebagai Negara Berkembang ....................
Pelatihan Bab 6 ...............................................................................
Tugas Portofolio : Membuat Peta Tematik ................................
66
68
72
74
75
79
81
85
90
94
96
97
99
101
104
106
110
112
116
118
119
121
124
125
132
134
142
150
152
Daftar Isi
vii
Pelatihan Semester 2 ..................................................................
Glosarium .................................................................................
Daftar Pustaka .........................................................................
Lampiran ...............................................................................
Indeks .....................................................................................
Foto Udara ..............................................................................
153
157
159
160
165
167
Daftar Isi

Peta
Pada pembahasan tentang peta kalian akan belajar
mengenai apa yang dimaksud dengan peta,
bagaimana standard pembuatannya, membuat peta
sederhana, dan menganalisis sebuah peta.
Keingintahuan manusia
menghantarkannya pada
pengetahuan tak
terbatas. Sekalipun ia tak
tahu apa yang pasti
dihadapannya ia terus
maju dan misteri dunia
baru pun terkuak di
depan mata. Seluruh
perjalanannya bahkan
hingga ke luar angkasa
terabadikan dalam peta.
1
Bab
2 Peta
Berikut ini kata-kata yang menjadi inti materi pada pembahasan Peta
Kata kunci
peta, skala, garis astromis, simbol, proyeksi, fungsi peta, tujuan peta
Guna membantu kalian memahami alur pemikiran bab ini, perhatikan peta konsep berikut
Peta konsep
Definisi Peta
Garis Astronomis Lintang dan Bujur
Skala Angka, Verbal, dan Grafik
Simbol Titik, Garis, Huruf, dan
Warna
Garis
Astronomis,
Skala, Simbol,
Lettering, dan
Warna Peta
Fungsi dan
Tujuan
Pembuatan Peta
Membuat Peta
Sederhana
Analisis Lokasi
Industri
Teori Susut dan Biaya Pengangkutan,
Teori Weber
Peta
Komponen
Kelengkapan
Peta
Judul, Garis Astronomis, Inset,
Garis Tepi, Skala, Sumber dan
Tahun Pembuatan, Orientasi,
Legenda
Analisis Lokasi
Pertanian
Pengumpulan Data, Kriteria Lahan
Pertanian
Lettering
Warna Peta
Proyeksi Peta
Jenis-Jenis Peta
Berdasarkan Isinya Peta Umum, Khusus
Berdasarkan Skala
Kadaster, Skala Besar,
Skala Sedang, Skala Kecil.
Proyeksi Azimuthal,
Silinder, Kerucut
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 3
Sejarah manusia telah berjalan selama
ribuan tahun. Sudah menjadi sifatnya,
manusia selalu ingin mengetahui hal-hal baru,
termasuk di dalamnya mengekplorasi tempattempat
baru. Oleh karena itulah dibuat peta.
Pada perkembangannya, peta kemudian
menjadi alat bantu paling dominan dalam
mempelajari geografi (Gambar 1.1). Adanya
peta membuat kita dapat mengetahui keadaan
alam dan budaya suatu tempat dengan cepat.
Dalam menggambarkan permukaan bumi ke
dalam peta digunakan sistem transformasi dari
bidang lengkung menjadi bidang datar. Ilmu
khusus yang mempelajari tentang peta disebut
kartografi, dan orang yang ahli dalam pemetaan
disebut kartograf.
wilayah permukaan bumi dengan berbagai kenampakan pada suatu bidang
datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu.
Berbeda dengan pengertian umum, Organisasi Katografi Internasional
(International Cartographic Association [ICA]), mendefinisikan peta sebagai
suatu gambaran atau representasi unsur-unsur kenampakan abstrak
A. Definisi Peta
Sebagaimana dipaparkan sebelumnya,
bahwa ilmu yang mempelajari peta disebut
kartografi, sedangkan orang yang ahli di
bidang perpetaan disebut kartograf. Menjadi
kartograf butuh persyaratan tertentu. Erwin
Raisz mengatakan ada empat bekal pengetahuan
yang harus dimiliki seorang kartograf.
1. 50% memiliki pengetahuan tentang geografi.
2. 30% mempunyai bakat seni.
3. 10% mengetahui ilmu pasti.
4. 10% mengetahui ilmu-ilmu lain.
Menurut Erwin Raisz, peta adalah gambaran
konvensional permukaan bumi yang diperkecil
dengan berbagai kenampakan dan ditambah
tulisan-tulisan sebagai tanda pengenal.
Pengertian peta secara umum, mengartikan
peta sebagai gambaran sebagian atau seluruh
Gambar 1.1
Peta kuno di Mesopotamia yang diperkirakan
dibuat sekitar 3800 tahun SM yang menggambarkan
sungai-sungai dan lahan pertanian di
utara Mesopotamia.
Sumber: de Blijj, 1980: 5
Gambar 1.2
Peta Bintang di langit belahan bumi selatan.
Pada peta ini ditampakkan nama bulan dalam
setahun beserta berbagai rasi bintang. Tidak
adanya skala pada peta tersebut karena memang
kita tidak tahu berapa luas jagat raya ini.
Sumber: Encyclopaedia Britanica, 2006
4 Peta
permukaan Bumi dan benda-benda angkasa. Satu hal yang berbeda, definisi
dari ICA, melepaskan definisi peta yang terikat pada gambaran muka Bumi,
dan meluaskannya pada penggambaran objek-objek di ruang angkasa. Hal
ini dibutuhkan karena perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
sains, telah membentangkan sayapnya hingga ke tempat-tempat lain di luar
Bumi. Jadi, peta pun digunakan dalam ilmu astronomi untuk memetakan
daerah eksplorasi baru di jagat raya (Gambar 1.2 & 1.3). Tentu saja, tanpa
melepaskan karakteristik esensialnya yaitu penggambaran dalam bentuk dua
dimensi dengan menggunakan skala dan simbol.
Pada pembahasan kali ini, peta akan dikhususkan dalam perannya
sebagai alat bantu geografi untuk membantu mendeskripsikan permukaan
bumi. Untuk menggambarkan permukaan bumi, peta tidak harus
digambarkan dalam bentuk seutuhnya sehingga dalam pemetaan dikenal
simbol yang mewakili bentuk kenampakan permukaan bumi.
Gambar 1.3
Sebagian dari permukaan Mars yang telah dipetakan dalam skala 1: 25.000.000. Proyeksi peta yang digunakan
adalah proyeksi Mercator. Berbeda dengan peta-peta pada umumnya, walaupun tidak mengandung air, warna
biru adalah penciri cekungan, hijau, merah, oranye, hingga ke abu-abu menjadi penciri perbedaan ketinggian.
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 5
B. Garis Astronomis, Skala, Simbol, Lettering, dan
Warna Peta
Peta berbeda dengan gambar biasa. Agar mampu memahami peta,
alangkah baiknya kita memahami terlebih dahulu mengenai garis
astronomis, skala, simbol, lettering, dan warna peta.
1. Garis Astronomis
Di kehidupan nyata, jangan harap bisa menemukan garis astronomis
di atas permukaan bumi. Ini disebabkan garis astronomis merupakan garis
khayal yang dibuat dan digunakan untuk mempermudah menentukan posisi
suatu tempat di muka bumi. Garis astronomis dinyatakan dalam bentuk
koordinat garis lintang dan garis bujur (Gambar 1.4).
Peta pernah dinobatkan sebagai ciri khas dari ilmu geografi. Mengapa demikian?
Tugas Mandiri analisis
Garis lintang (latitude) merupakan garis khayal yang melingkari Bumi
secara horizontal. Beberapa istilah penting pada garis lintang adalah sebagai
berikut (Gambar 1.5).
Lintang
Kutub Utara
Bujur
Kutub Selatan
90°
90°
60°
30°
60°
30°
0° 0°
30° 30°
60° 60°
180°

30°
Timur
30°
Barat
90° 90°
120° 120°
150° 150°
60° 60°
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
Gambar 1.4
Ilustrasi garis astronomis yaitu garis lintang dan garis bujur.
6 Peta
a. Khatulistiwa atau ekuator, yaitu garis lintang 0° dan membagi Bumi
menjadi dua bagian yaitu belahan Bumi utara dan belahan Bumi
selatan. Garis-garis lintang di belahan Bumi utara dinamakan Lintang
Utara (disingkat LU) dan garis-garis di belahan Bumi selatan
dinamakan Lintang Selatan (disingkat LS).
b. Garis balik utara (tropic of cancer), ialah garis lintang 23,5° LU. Garis
lintang ini merupakan garis khayal tempat titik tertinggi Matahari di
belahan Bumi utara dan mengakibatkan musim panas di belahan Bumi
utara.
c. Garis balik selatan (tropic of capricorn), ialah garis lintang 23,5° LS.
Garis ini merupakan tempat titik tertinggi Matahari di belahan Bumi
Selatan dan mengakibatkan musim panas di belahan Bumi selatan
pula.
d. Lingkaran Arktik, ialah garis lintang 66,5° LU. Wilayah yang berada
di lintang 66,5° LU hingga 90° LU mengalami fenomena malam selama
enam bulan berturut-turut, yaitu ketika Matahari berada di belahan
Kutub Utara
Kutub Selatan
Equator
Garis balik selatan
Garis balik Utara
Lingkaran Antartika
Lingkaran Arktik
Gambar 1.5
Ilustrasi istilah garis-garis lintang yang umum dikenal.
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 7
Bumi selatan (23,5° LS). Fenomena siang selama enam bulan berturutturut
juga terjadi, yaitu ketika Matahari berada di belahan Bumi utara
(23,5° LU).
e. Lingkaran Antartika, ialah garis 66,5° LS. Wilayah yang berada lintang
66,5° LS hingga 90° LS juga mengalami fenomena malam selama
enam bulan berturut-turut dan siang selama enam bulan berturut-turut
pula. Ketika wilayah di lingkaran Arktik tengah mengalami siang selama
enam bulan, di lingkaran Antartika tengah mengalami malam selama
enam bulan. Sebaliknya apabila lingkaran Arktik tengah mengalami
malam selama enam bulan, lingkaran Antartika mengalami siang
selama enam bulan pula.
f. Titik Kutub Utara, ialah titik tempat 90° LU berada.
g. Titik Kutub Selatan, ialah titik tempat 90° LS berada.
Jika garis lintang melingkari Bumi secara horizontal maka garis bujur
melingkari Bumi secara vertikal. Garis bujur (longitude/meridian) diartikan
sebagai garis khayal yang membujur dan menghubungkan kutub utara dan
kutub selatan. Beberapa istilah penting berkaitan dengan garis bujur adalah
sebagai berikut.
a. Bujur Timur (BT), ialah garis bujur dari Kota Greenwhich ke arah
timur (0° BT-180° BT).
b. Bujur Barat (BB), ialah garis bujur dari Kota Greenwhich ke arah
barat (0° BB-180° BB).
c. Garis tanggal internasional (international date line) adalah garis bujur
tempat berhimpitnya garis 180° BT dengan 180° BB (Gambar 1.6).
Satuan yang digunakan dalam koordinat astonomis adalah derajat (°),
menit ('). dan detik ("). Menit dan detik dalam hal ini, bukan berarti satuan
waktu, tetapi pembagian lintang dan bujur secara spesifik. Aturan
penggunaan satuan lintang dan bujur adalah sebagai berikut.
a. 1° (dibaca satu derajat) = 60 menit
b. 1' (dibaca satu menit) = 60 detik
c. 1" (dibaca satu detik)
Contoh
Kota A berada pada posisi 4°30'24" LU dan 126°30'15" BB.
Maka dibaca,
Kota A berada pada posisi empat derajat tiga puluh menit dua puluh
empat detik Lintang Utara dan seratus dua puluh enam derajat tiga puluh
detik lima belas menit Bujur Barat.
8 Peta
2. Skala
Bukanlah peta jika tidak memiliki skala. Skala merupakan perbandingan
jarak, bentuk, dan ukuran yang tergambar di peta dengan keadaan
sesungguhnya di lapangan. Skala dapat dinyatakan dalam bentuk numerik
(angka), skala grafik (tongkat), dan skala verbal.
a. Skala Numerik (Angka)
Skala numerik atau angka adalah skala peta yang menggunakan angka
atau bilangan pecahan sebagai pembanding jarak. Skala ini dapat berupa
perbandingan cm maupun inchi berbanding mil. Di bawah ini, rumus
standar yang digunakan dalam perhitungan skala numerik.
JS = JPxS
Di mana
JSadalah jarak sebenarnya
JPadalah jarak pada peta
S adalah skala
Pada skala angka yang menggunakan satuan cm maka cara
perhitungannya adalah sebagai berikut.
Gambar 1.6
Tempat berhimpitnya bujur 180° BB dan 180° BT, yang sering disebut garis tanggal Internasional. Tempat ini
menjadi patokan pertama yang merayakan tahun baru setiap tahunnya.
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 9
Contoh
Skala 1: 50.000
Berarti
1 cm di peta = 50.000 cm pada jarak sebenarnya
= 500 m
= 0,5 km
Jadi 1 cm di peta sama dengan 0,5 km pada jarak sebenarnya. Untuk
menghitung jarak sebenarnya dari jarak yang ada di peta, digunakan rumus
di atas.
Contoh
Diketahui jarak Kota A ke Kota B pada peta dengan skala 1: 50.000
adalah 5,5 cm. Berapakah jarak Kota A ke Kota B sebenarnya?
Jawab
JS= JP x S
= 5,5 x 50.000
= 275.000 cm = 2750 m = 2,75 km
Jadi jarak sebenarnya Kota A ke Kota B adalah 2,75 km.
Sedangkan pada peta yang menggunakan skala inchi berbanding mil
maka cara perhitungannya adalah dengan mengkonversi satuan mil satuan
inchi terlebih dahulu, dengan ketentuan 1 mil = 63.360 inchi.
Contoh
Skala 1 inchi: 4 mil
Berarti
1 inchi pada peta = 4 mil pada jarak sebenarya
= 4 x 63.360
= 253.440 inchi pada jarak sebenarnya.
Jadi 1 inchi di peta sama dengan 253.440 inchi pada jarak sebenarnya.
Untuk menghitung jarak sebenarnya dari jarak yang ada di peta, digunakan
kembali rumus di atas.
Contoh
Pada peta skala 1 inchi: 4 mil diketahui jarak Kota C ke Kota D adalah
6 inchi. Berapakah jarak sebenarnya?
Jawab
JS= JP x S
= 6 x (4 x 63.360)
= 6 x 253.440
= 1.520.640 inchi
10 Peta
Jadi jarak sebenarya Kota C ke Kota D adalah 1.520.640 inchi atau
apabila dikembalikan ke satuan mil (dibagi 63.360) menjadi 24 mil.
Bagaimanakah jika kita berniat untuk mengubahnya ke dalam satuan km?
Cobalah menghitungnya dengan patokan 1 inchi = 2,54 cm dan 1 mil =
1,60934 km.
b. Skala Grafik (Tongkat)
Skala grafik adalah jenis skala peta yang menggunakan bentuk ruas
garis bilangan sebagai pembanding jarak.
Contoh
0 1 5 cm
0 10 50 km
Arti dari skala grafik di atas ialah setiap 1 cm di peta sama dengan 10
km pada jarak sebenarnya. Apabila skala grafik di atas diubah menjadi
skala angka maka didapatkan skala 1: 1.000.000.
c. Skala Verbal
Skala verbal adalah skala peta yang dinyatakan dalam bentuk kalimat.
Contoh
1) Satu cm berbanding 50 km. Artinya, 1 cm di peta sama dengan 50 km
pada jarak sebenarnya.
2) Satu inci berbanding 10 mil. Artinya, 1 cm di peta sama dengan 10
mil pada jarak sebenarnya.
3. Simbol
Simbol merupakan jembatan antara pembuat peta dengan pengguna.
Pembuat peta harus membuat simbol yang memungkinkan pengguna dapat
memahami maksud simbul tersebut. Pembuat peta harus membuat simbol
yang sederhana, mudah digambar, tetapi cukup teliti untuk mencerminkan
data, sedangkan pengguna peta menuntut simbol harus jelas, mudah dibaca,
dan mudah diterjemahkan, baik arti, maupun nilainya. Hal lain yang harus
diperhatikan adalah bahwa simbol harus kontras antara simbol yang satu
dengan simbol lainnya dan harus menarik.
a. Simbol Titik
Simbol titik dapat berupa simbol gambar dan simbol geometrik. Simbol
gambar merupakan simbol yang menggunakan gambar sesuai dengan
keadaan sebenarnya. Contoh penggunaan simbol gambar dapat dilihat
pada gambar 1.7.
Simbol geometrik merupakan simbol yang menggunakan gambar
berupa bangun matematika. Contoh penggunaan simbol geometrik dapat
dilihat pada gambar 1.8.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 11
Kota provinsi Kota kabupaten Kota kecamatan
Gambar 1.8
Ragam penggunaan simbol geometrik.
Sumber: Dokumentasi penerbit, 2006
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
Gambar 1.9 Sumber: Dokumentasi Penerbit, 2006
Beragam penggunaan simbol garis pada peta. a. Jalan utama; b. Jalan raya; c. Jalan lain; d. Jalan kereta api; e. Batas
negara; f. Batas provinsi; g. Batas kabupaten/kota; h. Sungai.
b. Simbol Garis
Jalan, sungai, dan batas wilayah pada peta menggunakan simbol garis
(Gambar 1.9). Garis juga digunakan untuk membatasi wilayah-wilayah
yang memiliki fenomena sama. Misalnya, garis-garis isohaline yang
menghubungkan wilayah laut yang memiliki kadar garam yang sama
(Gambar 1.10)
K a n d u n g a n s a l i n i t a s p e r s e r i b u
Gambar 1.10
Penggunaan simbol garis pada peta Sebaran Salinitas Lautan. Garis menghubungkan tempat-tempat dengan kadar
garam yang sama.
Sumber: Encyclopaedia Britanica, 2006
Gambar 1.7 Sumber: Microsoft Encarta, 2006
Ragam penggunaan simbol gambar.
Rumah makan Bandara Bank
12 Peta
c. Simbol Area (Wilayah)
Objek di permukaan bumi yang berbentuk area atau wilayah seperti
perkebunan, daerah rawa, persawahan, dan hutan digambarkan oleh simbol
area (wilayah). Contoh penggunaan simbol bidang dapat dilihat pada
Gambar 1.11.
1) Nama-nama ibu kota, negara, benua, dan pegunungan harus ditulis
dengan huruf kapital tegak.
2) Nama-nama samudra, teluk yang luas, laut, dan selat yang luas harus
ditulis dengan huruf kapital miring.
3) Nama-nama kota kecil dan gunung harus ditulis dengan huruf kecil
tegak. Awal nama kota dan gunung ditulis dengan huruf besar.
4) Nama-nama sungai, danau, selat yang sempit, dan teluk yang sempit
harus ditulis dengan huruf kecil miring.
5. Warna Peta
Warna pada peta memiliki makna tersendiri (Gambar 1.13).
Penggunaan warna hijau identik dengan dataran rendah dan tutupan
vegetasi. Biru untuk perairan, dan cokelat untuk daratan. Lima warna yang
umum digunakan pada peta adalah sebagai berikut.
4. Tata Penulisan (Lettering)
Pada peta terdapat aturan-aturan penulisan objek-objek geografi.
Setidak-tidaknya Terdapat empat aturan penulisan dalam peta yang harus
dipatuhi (Gambar 1.12).
123456789012345678901234
123456789012345678901234
123456789012345678901234
123456789012345678901234
123456789012345678901234
123456789012345678901234
123456789012345678901234
123456789012345678901234
123456789012345678901234
123456789012345678901234
123456789012345678901234
123456789012345678901234
123456789012345678901234
Persawahan Rawa-rawa Daerah batu kapur
Gambar 1.11
Beragam penggunaan simbol area.
Sumber: Dokumentasi Penerbit, 2006
B A N D U N G Solo Magelang
Gambar 1.12
Beragam contoh tata penulisan.
Sumber: Dokumentasi Penerbit, 2006
T
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 13
1) Warna merah dan hitam umumnya digunakan untuk mewakili hasil
budaya manusia, meliputi jalan, batas daerah, kota, dan lain
sebagainya. Merah dan hitam juga digunakan untuk mewakili gunung
api aktif (warna merah) dan yang tidak aktif (hitam).
2) Warna hijau untuk mewakili kenampakan vegetasi dan biasanya juga
digunakan untuk mewakili dataran rendah.
3) Warna biru untuk mewakili perairan seperti danau, sungai, dan laut.
Semakin tua warna biru pada peta maka semakin dalam suatu
perairan.
4) Warna kuning dan cokelat untuk mewakili dataran tinggi dan
pegunungan. Makin tua warna cokelat di suatu wilayah pada peta,
makin tinggi relief wilayah tersebut.
5) Warna putih untuk mewakili kenampakkan gletser di muka bumi.
Misalnya, untuk mewakili daerah kutub dan gletser di atas pegunungan
tinggi.
Mengapa garis 180° BT berhimpit dengan garis 180°BB?
Tugas Mandiri studi literatur
Gambar 1.13
Beragam penggunaan warna pada peta. Skala 1: 1.000.000.
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
14 Peta
C. Proyeksi Peta
Bumi kita merupakan bentuk tiga dimensi, tetapi peta merupakan
bentuk dua dimensi. Walaupun demikian terdapat tiga aspek yang harus
dipenuhi oleh sebuah peta yaitu sebagai berikut.
1. Conform, berarti bentuk yang digambarkan di peta harus sesuai dengan
aslinya.
2. Equivalent, berarti daerah yang digambar di peta harus sama luas
dengan aslinya.
3. Equidistant, berarti jarak yang digambar pada peta harus tepat
perbandingannya dengan jarak sesungguhnya.
Untuk memenuhi ketiga aspek tersebut tidak mungkin, sehingga harus
mengorbankan salah satu. Sebagai jalan kompromi, digunakan proyeksi.
Proyeksi adalah pemindahan dari bidang lengkung ke bidang datar.
Proyeksi berguna untuk menghindari atau memperkecil kesalahan dalam
membuat peta. Macam-macam proyeksi peta adalah sebagai berikut.
1. Proyeksi azimuthal (zenithal projection), adalah bidang proyeksi yang
berupa suatu bidang datar yang menyinggung bola, pada kutub ekuator
atau sembarang tempat yang terletak antara ekuator dan kutub.
Proyeksi ini paling baik untuk menggambar daerah di sekitar ekuator
(Gambar 1.14).
Gambar 1.14
Ilustrasi proyeksi azimuthal (zenithal projection).
Sumber: Dokumentasi Penerbit, 2006
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 15
2. Proyeksi silinder (Mercator projection), adalah semua garis horizontal
dan meridian berupa garis lurus vertikal. Proyeksi ini paling tepat
menggambarkan daerah ekuator sebab ke arah kutub terjadi
pemanjangan garis (Gambar 1.15).
3. Proyeksi kerucut (conical projection), adalah garis yang memotong atau
menyinggung globe dan bentangannya ditentukan oleh sudut puncaknya.
Proyeksi ini menggambarkan daerah dilintang 45° (Gambar 1.16).
Gambar 1.15
Ilustrasi proyeksi silinder (Mercator projection).
Sumber: Dokumentasi Penerbit, 2006
Gambar 1.16
Ilustrasi proyeksi kerucut (conical projection).
Sumber: Dokumentasi Penerbit, 2006
16 Peta
Selain tiga jenis proyeksi yang telah dijelaskan sebelumnya, masih terdapat jenis-jenis
proyeksi yang lain. Carilah jenis-jenis proyeksi peta yang lain beserta teknik proyeksi yang
digunakan! Jangan lupa untuk menuliskan rangkumanya pada buku catatanmu.
Tugas Mandiri studi literatur
D. Jenis-Jenis Peta
Berdasarkan informasi atau isinya peta dapat dibagi menjadi dua
bagian.
1. Peta umum (peta ikhtisar), adalah peta yang menggambarkan segala
sesuatu di permukaan bumi secara umum. Peta umum dibedakan
menjadi dua, yaitu peta chorografi dan peta topografi. Peta chorografi
adalah peta yang menampilkan permukaan bumi secara umum, seperti
peta dunia, peta benua, dan peta kabupaten (Gambar 1.17). Peta
topografi adalah peta yang menampilkan relief permukaan bumi.
2. Peta khusus (tematik) adalah peta yang hanya menggambarkan
kenampakan tertentu saja di permukaan bumi. Contoh peta tematik
antara lain peta pariwisata, peta kepadatan penduduk (Gambar 1.18),
peta pertambangan, dan sebagainya.
Banyak klasifikasi peta yang ada, carilah informasi dari berbagai buku mengenai hal
tersebut! Jangan lupa untuk menuliskannya pada buku catatanmu!
Tugas Mandiri studi literatur
Matahari tidak pernah terbit
ataupun tenggelam saat terjadi
fenomena siang selama enam
bulan berturut-turut di wilayah
dengan lintang 66,5° LU-90° LU
ataupun 66,5° LS-90° LS. Di
wilayah ini, Matahari hanya
berputar di cakrawala secara
horizontal.
Eureka Sementara itu, berdasarkan skalanya peta
diklasifikasikan menjadi lima.
1. Peta kadaster, berskala 1: 100 s.d. 1: 5.000.
2. Peta skala besar, berskala 1 : 5.000 s.d. 1:
250.000.
3. Peta skala sedang, berskala 1: 250.000 s.d 1:
500.000.
4. Peta skala kecil, berskala 1: 500.000 s.d
1:1.000.000.
5. Peta skala sangat kecil, berskala lebih besar
dari 1 : 1.000.000
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 17
128°
128°
0° 0°
2° 2°
LS LS
L U L U
B T B T
B T B T
KABUPATEN HALMAHERA TENGAH
Legenda Skala 1 : 3.500.000
Kota kabupaten/kota
Kota lain
Bandara udara nasional
Jalan utama
Jalan raya
Jalan lain
Batas provinsi
Batas-batas kota/kabupaten
Pelabuhan udara perintis
Pelabuhan laut
Gunung api
Gunung tidak aktif
Danau
Sungai
Rawa
> 2.500 m
2.000- 2.500
1.500-2.000 m
1.000-1.500 m
500-1.000 m
100-500 m
0-100 m
0-200 m
200-3.000 m
> 3.000 m
Warna ketinggian
Warna kedalaman
Kota provinsi
Gambar 1.17
Salah satu jenis peta umum.
Sumber: modifikasi Atlas Digital, Remaja Rosda Karya, 2003: 60
18 Peta
Diskusikan dengan guru geografimu, berapakah jarak sebenarnya dari ukuran menit (') dan detik
(") pada satuan pengukuran koordinat astronomis?
Diskusi Lintas Ilmu
Sumber: Encyclopaedia Britanica, 2006
Gambar 1.18
Peta Kepadatan Penduduk Asia, salah satu contoh peta khusus (tematik)
Populasi
per km2
5
50
100
200
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 19
E. Komponen Kelengkapan Peta
Sebuah peta dikategorikan ideal apabila memenuhi komponenkomponen
berikut ini.
1. Judul Peta
Judul peta merupakan komponen yang sangat penting dalam peta. Jika
sebuah peta berjudul Peta Persebaran Barang Tambang di Indonesia, dapat
dipastikan isi petanya adalah persebaran barang tambang di Indonesia.
2. Garis Astronomis
Terdiri atas garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis
khayal yang sejajar dengan garis khatulistiwa, sedangkan garis bujur adalah
garis khayal yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa. Garis astronomis
berguna untuk menentukan lokasi suatu tempat.
3. Inset
Inset adalah peta berukuran kecil yang disisipkan pada peta utama.
Peta inset dapat diletakkan pada bagian sisi kiri, kanan, atau bawah peta.
Kegunaannya untuk menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan.
4. Garis Tepi Peta (Border)
Garis tepi merupakan garis pembatas peta yang mengelilingi peta,
berguna untuk membantu saat menggambar pulau, kota, ataupun wilayah
yang dimaksud tepat ditengah-tengahnya.
5. Skala Peta
Skala adalah perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak
sebenarnya dipermukaan bumi. Ada beberapa cara untuk menyajikan skala,
yaitu dengan cara pecahan, verbal, dan garis (batang).
6. Sumber dan Tahun Pembuatan Peta
Peta dibuat oleh perseorangan atau lembaga, berguna untuk
mengetahui asal peta tersebut diperoleh sehingga ada kepastian bahwa peta
tersebut bukan peta fiktif. Lembaga yang biasa menerbitkan peta adalah
Bakosurtanal, Jawatan Topografi Angkatan darat, dan Badan Pertanahan
Nasional. Tahun pembuatan penting untuk diketahui terutama oleh pengguna
agar diketahui kapan data dalam peta tersebut dibuat, sehingga dapat
diketahui datanya masih layak atau sudah tidak berlaku.
7. Arah Mata Angin (Orientasi)
Arah mata angin (orientasi) dibuat untuk mengetahui arah utara,
selatan, barat, maupun timur dalam peta.
20 Peta
8. Legenda
Legenda merupakan informasi yang disampaikan oleh peta, berguna
untuk menjelaskan simbol-simbol yang terdapat dalam peta.
Amatilah berbagai peta dalam pokok bahasan kali ini. Berilah penilaian, manakah yang
termasuk memenuhi komponen kelengkapan peta dan manakah yang tidak termasuk
memenuhi kelengkapan peta.
Tugas Mandiri pengamatan
F. Fungsi dan Tujuan Pembuatan Peta
Bisa dikatakan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia membutuhkan
peta seperti perusahan, individu, dan sekolah. Selain untuk menyuplai
konektivitas, peta mempunyai spesifikasi fungsi diberbagai bidang antara
lain sebagai berikut.
1. Untuk menyajikan data tentang potensi suatu daerah.
2. Membantu dalam pembuatan suatu desain misalnya desain jalan.
3. Sebagai penunjuk arah suatu lokasi atau posisi.
4. Untuk memperlihatkan ukuran, karena melalui peta dapat diukur luas
daerah dan jarak dipermukaan bumi.
5. Untuk memperlihatkan atau menggambarkan bentuk-bentuk
permukaan bumi sehingga dimensinya dapat terlihat dalam peta.
Adapun tujuan pembuatan peta adalah sebagai berikut.
1. Menyimpan data-data yang ada di permukaan bumi.
2. Menganalisis data spasial seperti perhitungan volume.
3. Memberikan informasi dalam perencanaan tata kota dan pemukiman.
4. Memberikan informasi tentang ruang yang bersifat alami, baik manusia
maupun budaya.
Jika kalian membuat peta dengan tema tempat-tempat favorit dan peta sekolah, apa
fungsi dan tujuan dari pembutan peta tersebut?
Tugas Mandiri studi literatur
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 21
G. Membuat Peta Sederhana
Pada awalnya, pembuatan peta didasarkan pada pengukuran langsung
di lapangan, seperti peta-peta yang ada di dalam sertifikat tanah. Seorang
kartograf harus mampu menghitung jarak dan arah dengan tepat agar peta
yang dibuat bentuknya betul-betul sesuai dengan yang sebenarnya. Akan
tetapi, seiring dengan perkembangan teknologi pembuatan peta sekarang
lebih mudah dengan menggunakan hasil pengindraan jauh berupa foto udara.
Membuat peta dengan menggunakan data langsung ataupun foto udara
mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Menggunakan data
langsung di lapangan menjamin data yang disampaikan lebih akurat dan
lebih detail, tetapi butuh waktu lama dan mempunyai resiko bentuknya tidak
sesuai dengan yang sebenarnya dipermukaan bumi. Menggunakan sumber
foto udara menjamin bentuknya sesuai dengan bentuk sebenarnya di
permukaan bumi dan lebih cepat, tetapi datanya kurang akurat.
Membuat peta dengan cara sederhana harus didahului dengan
pengukuran jarak dan arah.
1. Pengukuran Jarak
Pengukuran jarak dilakukan dengan menggunakan meteran, tongkat,
kayu, dan alat lain yang bisa memenuhi kebutuhan pengukuran jarak
sebagai titik tolak pengukuran. Data tersebut kemudian digambarkan dalam
peta dengan menggunakan skala.
2. Pengukuran Arah
Pengukuran arah dilakukan dengan menggunakan kompas. Pengukuran
arah dengan kompas dimulai dari utara kompas sebagai 0° dan dihitung
searah jarum jam sampai 360°. Besarnya arah dari 0° ini disebut azimuth
atau magnetik azimuth.
Adapun tahapan-tahapan pembuatan peta secara sederhana adalah:
a. Mempersiapkan alat pengukur jarak yang terdiri atas meteran, kayu,
tongkat, dan pengukur jarak yang lain.
b. Mempersiapkan pengukur arah yang berupa kompas.
c. Mempersiapkan kertas gambar dan alat-alat tulis.
d. Menentukan titik awal pembuatan peta di permukaan bumi.
e. Dari titik awal tersebut tentukan kearah mana kalian akan menuju,
jangan lupa di catat dengan jelas.
f. Setiap tempat yang mengalami perubahan arah harus dicatat dengan
lengkap jarah dan arah perubahannya.
g. Pengukuran jarak dan arah pada akhirnya harus bertemu atau kembali
ke titik awal sehingga menghasilkan garis yang berhubungan.
22 Peta
8. Hasil pengukuran jarak dan arah yang sudah dicatat kemudian tuangkan
ke gambar dengan menggunakan skala tertentu. Contohnya, dari titik awal
menuju titik berikut jaraknya 100 m, maka di kertas gambar bisa buat
10 cm, artinya setiap 10 cm pada peta mewakili 100 m di permukaan bumi.
9. Jika dari titik kedua menuju ketitik ketiga jarak sebenarnya 150 m,
maka panjang garis di peta adalah 15 cm, dan seterusnya.
10. Setelah selesai, lengkapi dengan informasi-informasi lain yang perlu
digambarkan dengan menggunakan simbol. Peta yang sudah selesai
dilengkapi dengan komponen-komponen lain sehingga menjadi peta
utuh yang meskipun sederhana tapi sempurna.
Buatlah peta sederhana mengenai lingkungan RW tempat tinggalmu? Jangan lupa untuk
memenuhi syarat-syarat kelengkapan peta!
Tugas Mandiri studi literatur
H. Analisis Lokasi Industri
Pemilihan lokasi industri memiliki arti yang sangat penting sebab akan
mempengaruhi perkembangan dan kontinuitas proses dan kegiatan industri.
Faktor yang mempengaruhi dan perlu diperhitungkan dalam menentukan pilihan
lokasi industri disebut faktor lokasi yang terdiri atas bahan mentah, sumber
tenaga, pasar, sarana, pengangkutan, ketersediaan air, dan lainnya. Masalah
lokasi timbul karena unsur-unsur yang mempengaruhi faktor lokasi tersebut tidak
selalu terdapat pada daerah yang sama dan sering terpencar. Oleh karena itu,
berdasarkan orientasi faktor-faktor lokasi yang mempengaruhinya maka ada
kecenderungan lokasi industri berada dekat dengan bahan mentah atau berada
dekat sumber tenaga atau berada sumber tenaga kerja atau dekat dengan pasar.
Beberapa industri seperti industri makanan, minuman, industri kulit (sepatu),
dan industri pakaian mungkin bisa ditempatkan dimana saja (foot-lose industry).
Akan tetapi, pada umumnya industri demikian akan memilih daerah pasar
sebagai lokasinya.
Pada pembahasan kali ini kita akan membahas dua teori yang dapat
menjadi acuan dalam menganalisis lokasi industri.
1. Teori Susut dan Biaya Pengangkutan
Teori susut di sini maksudnya adalah pengurangan berat yang terjadi
karena proses pengolahan. Misalnya, pada industri minyak kelapa, 100 kg
kopra (kelapa kering) hanya bisa menghasilkan 25 kg minyak kelapa. Hal
tersebut menunjukkan bahwa setelah melalui proses pengolahan akan
mengalami pengurangan berat.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 23
Secara umum, teori susut dan biaya pengangkutan mengemukakan
hubungan-hubungan antara faktor susut dan biaya pengangkutan. Teori ini
bermanfaat untuk melihat kecenderungan lokasi industri, artinya dapat
mengkaji kemungkinan-kemungkinan penempatan suatu industri (pabrik) di
tempat yang paling menguntungkan secara ekonomi (Gambar 1.19 dan 1.20).
Pada tabel 1.1 dijabarkan empat kasus suatu pabrik yang mengolah
bahan mentah (M) yang berasal dari satu daerah sumber bahan mentah
(SM), menjadi satu macam barang jadi (B), yang kemudian dijual di suatu
daerah pasar (P). Pada contoh, digunakan dua variabel, yaitu susut dan
biaya pengangkutan. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi jalannya industri
dianggap sama dan diabaikan.
Hasil perhitungan biaya pengangkutan seperti pada contoh diatas
menunjukan pada kasus A dan B industri/pabrik cenderung ditempatkan
di daerah sumber bahan mentah. Akan tetapi, pada kasus C dan D
sebaliknya, pabrik cenderung ditempatkan di daerah sumber bahan mentah.
Menurut perhitungan, ternyata jumlah biaya pengangkutan yang harus
dikeluarkan lebih rendah. Pada kasus D besarnya biaya pengangkutan
Tabel 1.1
Perhitungan Teori Susut dan Biaya Pengangkutan
Kasus
A
1000 ton M diolah menjadi
1000 ton B
B
1000 ton M diolah menjadi
600 ton B
C
1000 ton M diolah menjadi
400 ton B
D
1000 ton M diolah menjadi
500 ton B
Rasio
Susut
O %
40%
60%
50%
Jika pabriknya ditempatkan
di daerah sumber bahan
mentah
1000 ton B harus diangkut ke
P dengan biaya Rp. 100/ton.
Jumlah biaya pengangkutan
Rp. 100.000,00
600 ton B harus diangkut ke
P dengan biaya Rp.100/ton.
Jumlah biaya pengangkutan
Rp.60.000,00
400 ton B harus diangkut ke
P dengan biaya Rp. 100/ton.
Jumlah biaya pengangkutan
Rp.40.000,00
500 ton B harus diangkut ke
P dengan biaya Rp.75/ton.
Jum-lah biaya pengangkutan
Rp. 37.000,00
Jika pabriknya ditempatkan
di daerah pasar
1000 ton B harus diangkut
dari M ke P dengan biaya Rp.
50/ton. Jumlah biaya pengangkutan
Rp. 50.000
Biaya pengangkutan = kasus
A yaitu Rp. 50.000,-
Biaya pengangkutan = kasus
A yaitu Rp. 50.000,-
1000 ton M harus diangkut
dari SM ke P Rp. 40/ ton.
Biaya pengangkutan Rp.
40.000
Biaya Pengangkutan
24 Peta
berbeda dengan kasus A, B, dan C. Coba
hitungkan kemungkinannya jika pada kasus D
besarnya biaya pengangkutan disamakan
dengan kasus A, B, dan C.
Terdapat dua kesimpulan dalam pemilihan
lokasi yang baik (dengan catatan faktor-faktor
lainnya sama) menurut teori susut dan biaya
pengangkutan. Pertama, makin besar angka
rasio susut dalam pengolahan, makin kuat
kecenderungan menempatkan pabriknya di
daerah bahan mentah. Kedua, makin besar
perbedaan biaya pengangkutan antar bahan
mentah dan bahan jadi, makin kuat daerah
pasar dijadikan sebagai tempat lokasi industri.
2. Teori Weber
Weber mengemukakan teorinya dalam
bukunya yang terkenal Theory of The Location
of Industries (1909). Teori Weber dimulai
dengan beberapa premis sebagai berikut.
a. Unit analisis tunggal, merupakan daerah
yang terisolasi yang homogen baik
mengenai iklimnya, topografi maupun
penduduknya.
b. Beberapa sumber alam seperti air dan
pasir, mudah diperoleh dimana saja,
sedangkan sumber alam lain hanya
terdapat di daerah-daerah tertentu saja,
misalnya batu bara dan bijih besi.
c. Biaya pengangkutan adalah fungsi dari berat dan jarak, artinya makin
bertambah sesuai dengan berat dan jaraknya. Beberapa contoh kasus
berikut ini menunjukkan peran biaya pengangkutan terhadap
kemungkinan dan kecenderungan lokasi industri.
Kasus A: Satu Pasar dan Satu macam Bahan Mentah
Jika suatu industri hanya mengolah satu macam bahan mentah dan
memasarkannya pada satu daerah pasar maka ada tiga kemungkinan lokasi
industrinya.
1) Jika bahan mentah yang dibutuhkan mudah diperoleh dimana saja
maka pabriknya dapat atau cenderung ditempatkan di daerah pasar.
2) Jika bahan mentah yang diperlukan hanya terdapat di daerah tertentu
saja dan mengalami susut dalam pengolahannya maka pabriknya dapat
ditempatkan baik didaerah pasar maupun daerah bahan mentah.
Gambar 1.19 Sumber: www.itcpr.com
Pengolahan kelapa menjadi kopra di Sulawesi
Tengah. Dalam kasus ini proses pengeringan
kelapa segar dilakukan di perkebunan untuk
menghindari besarnya biaya angkut.
Gambar 1.20 Sumber: www.itcpr.com
Home industry, pembuatan gitar di Solo, Jawa
Tengah. Industri jenis ini cenderung bisa dilakukan
di mana saja tetapi alangkah baiknya ditempatkan
dekat dengan pasar agar lebih mudah
menjangkau konsumen.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 25
3) Jika bahan mentah hanya terdapat di daerah tertentu saja dan
mengalami susut dalam pengolahannya maka industrinya akan
ditempatkan di daerah sumber bahan mentah.
Harus diingat bahwa besarnya biaya pengangkutan berkaitan langsung
dengan berat barang yang diangkut.
Kasus B: Satu Daerah Pasar dan Dua Macam Bahan Mentah
Jika industri mengolah dua macam bahan mentah (M1 dan M2),
hasilnya hanya dipasarkan di suatu tempat tertentu saja maka industri itu
akan ditempatkan di salah satu kemungkinan berikut.
a. Jika M1 dan M2 mudah diperoleh dimana saja maka industri itu akan
ditempatkan di daerah pasar.
b. Jika M1 mudah diperoleh dimana saja sedangkan R2nya hanya
terdapat di suatu daerah tertentu saja duluan daerah pasar dan jika
keduanya tidak mengalami susut dalam pengolahan maka industri
tersebut akan ditempatkan di daerah pasar. Biaya pengangkutan hanya
dikeluarkan untuk R2.
c. Jika kedua bahan mentah (M1 dan M2) hanya terdapat di daerahdaerah
tertentu yang berlainan dan mengalami susut dalam
pengolahannya maka pemecahannya agak sulit. Untuk itu, Weber
memperkenalkan teori yang disebut location triangle (segitiga lokasi)
dengan titik sudutnya adalah daerah pasar (P), dan daerah-daerah
sumber bahan mentah (M1 dan M2). Contohnya, suatu industri
mengolah R1 dan R2. keduanya mengalami susut 50%. Setiap tahunnya
diperlukan masing-masing bahan mentah itu 2.000 ton.
P
M 1 X M 2
Jarak:
M1 - P = 100km, M 2 - P = 100km, M1 - M2
= 100km, M - X = 87km
Amerika menempati peringkat
satu dalam jajaran ekonomi
dunia. Sektor industri negara ini
menguasai 40% ekonomi dunia.
Eureka
Diskusikan dengan guru ekonomimu,
mengenai pengaruh biaya angkut dan
lokasi terhadap total biaya produksi!
Diskusi Lintas Ilmu
26 Peta
a. Jika industri itu ditempatkan di P maka biaya pengangkutan yang harus
dikeluarkan pertahunnya adalah sebagai berikut.
R1 = 2.000 ton x 100 km= 200.000 ton-km
R2 = 2.000 ton x 100 km= 200.000 ton-km
Jumlah = 400.000 ton-km
b. Jika industri itu ditempatkan di M1 maka biaya pengangkutan itu
adalah:
R1 = 2.000 ton x 100 km= 200.000 ton-km
P = 2.000 ton x 100 km= 200.000 ton-km
Jumlah = 400.000 ton-km
c. Jika industri itu ditempatkan di titik X maka biaya pengangkutan yang
harus dikeluarkan pertahunnya menjadi:
R1 = 2.000 ton x 100 km= 200.000 ton-km
R2 = 2.000 ton x 100 km= 200.000 ton-km
P = 2.000 ton x 87 km = 174.000 ton-km
Jumlah = 374.000 ton-km
Biaya pengangkutan pada poin C ternyata lebih rendah dibandingkan
dengan A dan B. Ini berarti bahwa penempatan atau lokasi industri di X
akan lebih menguntungkan jika industri itu ditempatkan di P, M1, atau M2.
Sumber: www.kiec.com
Gambar 1.21
Peta kawasan industri Krakatau Steel, kawasan industri ini mengambil tempat di tepian pantai. Hal ini dikarenakan
untuk memudahkan biaya pengangkutan via transportasi laut.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 27
1. Pengumpulan Data
Berikut ini data yang harus dikumpulkan untuk kepentingan analisis
lahan pertanian.
Buatlah analisis perbandingan antara teori lokasi berdasarkan teori susut dan biaya
angkut versus teori Weber.
Tugas Mandiri analisis
I. Analisis Lokasi Pertanian
Menganalisis suatu lokasi pertanian (Gambar 1.22) tidak semudah
membalikkan telapak tangan. Tetapi, secara umum analisis lokasi pertanian
dapat disederhanakan ke dalam dua tahapan yaitu proses pengumpulan
data dan penentuan kriteria kelas lahan pertanian itu sendiri.
Berbagai kemungkinan dalam pemilihan lokasi, bisa dikaji berdasarkan
teori Weber termasuk jika kedua bahan mentah itu mempunyai angka resiko
yang tidak sama besarnya. Begitu pula jika terdapat lebih dari dua macam
bahan mentah, atau mempunyai lebih dari satu daerah pasar dan jarak
antara daerah-daerah itu tidak sama.
Gambar 1.22
Pertanian padi di Solo, Jawa Tengah. Agar mendapatkan
hasil maksimal, pertanian harus mencermati
dukungan faktor-faktor fisik.
Sumber: www.itcpr.com
a. Iklim dan musim, yaitu curah hujan,
suhu udara, angin, dan kelembapan
udara.
b. Topografi, yaitu lereng tunggal (datar,
landai, miring, curam, dan terjal)
dan lereng majemuk (datar, berombak,
bergelombang, berbukit, dan bergunung).
c. Proses geomorfik, yaitu erosi, longsor,
banjir, dan pengenangan.
d. Tanah, yaitu tekstur, struktur, kedalaman
tanah yang subur, perakaran,
kapasitas dalam menahan air, drainase,
permeabilitas, kebatuan, kesuburan,
salinitas, erodibilitas, dan kedalaman
lapisan padas.
e. Tata air, yaitu kemampuan dalam
menyerap air dan kedalaman muka air.
28 Peta
2. Kriteria Lahan Pertanian
Setelah proses I, yaitu data terkumpul dan dibandingkan satu aspek
dengan aspek yang lain, langkah selanjutnya adalah menentukan kriteria
kelas lahan pertanian. Berikut ini dijabarkan kelas-kelas lahan bagi
pemanfaatan pertanian berdasarkan tabulasi silang data-data yang terkumpul
pada poin 1 di atas.
a. Kelas I
Tanah pada lahan ini sesuai untuk segala jenis penggunaan tanpa perlu
tindakan pengawetan tanah yang khusus, seperti lereng yang datar, bahaya
erosi yang kecil, solum dalam, drainase baik, mudah diolah, dapat menahan
air dengan baik, responsif terhadap pemupukan, tidak terancam banjir, dan
iklim setempat sesuai untuk pertumbuhan tanaman.
Jenis tanah pada lahan kelas ini tidak mempunyai penghambat ataupun
accaman kerusakan, sehingga dapat digarap untuk tanaman semusim dengan
aman. Tindakan pemupukan dan pemeliharaan struktur tanah diperlukan
agar lahan dapat mempertahankan kesuburan dan produktivitasnya.
b. Kelas II
Tanah pada lahan ini sesuai untuk segala jenis kegiatan pertanian
dengan sedikit hambatan dan kerusakan. Ciri tanah kelas II ini, yaitu lereng
landai, kepekaan erosi sedang atau telah mengalami erosi, bertekstur halus
hingga agak kasar, solum agak dalam, struktur tanah dan daya olah agak
kurang baik, salinitas ringan-sedang, kadang terlanda banjir, drainase
sedang, dan iklim agak kurang koheren dengan jenis tanaman tertentu.
Jika digarap untuk jenis tanaman semusim sedikit diperlukan
konservasi tanah, seperti pengolahan menurut kontur, pergiliran tanaman
dengan tanaman penutup tanah atau pupuk hijau, guludan, selain tindakan
pemupukan seperti pada tanah lahan kelas I.
c. Kelas III
Tanah pada lahan jenis ini memerlukan konsentrasi yang lebih dalam
menangani konservasi tanahnya karena mempunyai ancaman kerusakan
yang lebih besar dibanding kelas sebelumnya. Ciri tanah ini, seperti lereng
agak miring dan bergelombang, drainase buruk, solum sedang, permeabilitas
tanah bawah lambat, peka terhadap erosi, kapasitas menahan air rendah,
kesuburan rendah dan tidak mudah diperbaiki, sering kali mengalami banjir,
lapisan padas dangkal, salinitas sedang, dan hambatan iklim agak besar.
d. Kelas IV
Tanah pada lahan jenis ini mempunyai penghambat yang lebih besar
dari kelas sebelumnya, yaitu lereng miring (15-30%) dan berbukit, kepekaan
erosi besar, solum dangkal, kapasitas menahan air rendah, sering tergenang,
drainase jelek, salinitas tinggi, dan iklim kurang menguntungkan.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 29
e. Kelas V
Tanah pada jenis lahan ini tidak sesuai untuk jenis tanaman semusim
karena lereng datar atau cekung, seringkali terlanda banjir, sering tergenang,
berbatu-batu, pada perakaran sering dijumpai catclay, dan berawa-rawa.
Jenis ini lebih cocok untuk hutan produksi atau hutan lindung, padang
penggembalaan atau suaka alam.
f. Kelas VII
Jenis tanah pada lahan ini tidak sesuai untuk pertanian, penggunaannya
terbatas untuk padang penggembalaan, hutan produksi, hutan lindung, dan
cagar alam. Pengelolaan lahan perlu dibuat teras bangku, pengolahan lahan
sesuai kontur, sedangkan penutupan tanah dengan rumput perlu diusahakan.
Ciri jenis ini, yaitu kecuraman lereng 30 sampai 45%, ancaman erosi berat,
jika telah erosi berat ditanggulangi, solum tanah sangat dangkal, berbatu-batu,
dan faktor iklim pun tidak mendukung.
g. Kelas VIII
Lahan kelas ini tidak sesuai untuk pertanian dan teknik konservasi lahan
ini dengan cara didiamkan dalam keadaan alami. Ancaman kerusakan pada
jenis lahan ini meliputi kecuraman lereng mencapai 65%, berbatu-batu,
kapasitas menahan air sangat rendah, solum sangat dangkal, sering kali
dijumpai singkapan batuan, dan padang pasir.
Sumber: www.tarakan.go.id
Gambar 1.23
Peta tanah Pulau Tarakan. Peta tanah merupakan salah satu data yang harus dikumpulkan untuk menentukan
kriteria lahan pertanian.
30 Peta
Lakukan pengamatan terhadap lokasi pertanian di wilayahmu. menurutmu temasuk ke
dalam kelas lahan yang mana tanah pertanian di daerahmu!
Tugas Mandiri obserbasi
Kilas Geografi
Primitive Subsistence Farming terdapat di daerah trofis (30° LU-30° LS).
Tiga daerah utama pertanian ini adalah Afrika Tengah yang merupakan
daerah terluas, Amerika Selatan tepatnya di Basin Amazon, dan di daerah
Asia Tenggara terutama di daerah-daerah pedalaman.
Komisi Land Use, Unesco memakai istilah Shifting Cultivation dan Land
Rotation untuk primitive subsitence farming. Shifting Cultivation digunakan
hanya jika petani dan ladangnya secara terus menerus berpindah-pindah.
Istilah Land Rotation digunakan hanya jika ladangnya yang berpindah-pindah
tetapi tempat tinggal peladang tetap.
Ciri-ciri ladang berpindah adalah sebagai berikut.
1. Ketergantungan petani yang tinggi terhadap lahan hutan.
2. Lahan ladang (hutan) dibuka dengan cara dibabat dan dibakar.
3. Peralatan yang digunakan masih sederhana, biasanya parang dan tugal.
4. Tidak ada pemeliharaan terhadap tanaman.
5. Lahan sempit, luasnya rata-rata tidak lebih dari 0,5 hektar.
6. Lahan hanya dipakai untuk waktu yang singkat (2 atau 3 kali tanam)
dan kemudian dibiarkan untuk jangka waktu yang lama.
Sistem pertanian primitive subsistence farming hanya terdapat pada
daerah-daerah dengan penduduk yang masih jarang sekali. Oleh karena
mayoritas pembukaan ladang dilakukan dengan cara membakar, selain
menimbulkan kebakaran hutan dan polusi asap, kegiatan ini akan merusak
lapisan humus. Walaupun demikian, keuntungannya adalah terdapat
penambahan unsur potash dalam tanah. Tanah hutan biasanya dibuka tiga
atau dua minggu sebelum musim penghujan.
Primitive Subsistence Farming
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 31
R angkuman
1. Peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi yang digambarkan
pada bidang mendatar dengan menggunakan skala.
2. Peta dapat dibedakan berdasarkan jenisnya, skalanya, objek yang
dipetakan, dan informasi/isinya,
3. Fungsi peta antara lain untuk menyajikan data tentang potensi suatu daerah,
membantu dalam pembuatan suatu desain misalnya desain jalan, sebagai
penunjuk arah suatu lokasi atau posisi, untuk memperlihatkan ukuran,
karena melalui peta dapat diukur luas daerah dan jarak di permukaan
bumi, untuk memperlihatkan atau menggambarkan bentuk-bentuk
permukaan bumi sehingga dimensinya dapat terlihat dalam peta.
4. Tujuan pembuatan peta antara lain menyimpan data yang ada di permukaan
bumi, menganalisis data spasial seperti perhitungan volume, memberikan
informasi dalam perencanaan tata kota dan permukiman, memberikan
informasi tentang ruang yang bersifat alami, baik manusia maupun budaya
5. Komponen-komponen peta antara lain judul peta, garis astronomis, inset,
garis tepi peta, skala peta, sumber peta, tahun pembuatan, arah mata angin
(orientasi), simbol peta, warna peta, legenda, lettering, dan proyeksi peta.
6. Analisis lokasi industri terbagi atas dua yaitu berdasarkan teori susut dan
biaya angkut barang, dan berdasarkan teori Weber.
7. Berdasarkan teori lokasi industri maka lokasi industri memiliki
kecenderungan untuk didirikan dekat dengan tenaga kerja, sumber tenaga,
bahan mentah, dan pasar.
8. Analisis lokasi pertanian terdiri atas dua tahap. Pertama pengumpulan
data. Ke dua tahap penentuan kelas lahan.
9. Data yang perlu dikumpulkan dalam analisis lokasi pertanian adalah iklim,
topografi, proses geomorfik, tanah, dan tata air.
10. Kelas lahan pertanian di bagi menjadi 8 kelas lahan pertanian, yaitu kelas
I, kelas II, kelas III, kelas IV, kelas V, kelas VI, kelas VII, dan kelas VIII.
32 Peta
Pe l a t i h a n Bab1
Kerjakanlah di buku tugasmu!
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi yang diperkecil dengan
sebagai ketampakan jika dilihat dengan ditambah tulisan-tulisan sebagai tanda
pengenal. Definisi dikemukakan oleh ....
a. Aristoteles
b. I Made Sandy
c. ICA
d. Erwin Raisz
e. Merrcator
2. Salah satu ciri peta tematik adalah ....
a. menggambarkan satu jenis kenampakan fisik atau sosial budaya
b. menggambarkan beberapa macam kenampakan
c. berskala kecil
d. berskala besar
e. menggambarkan ciri khas wilayah
3. Ketinggian suatu tempat yang ditunjukkan melalui garis-garis terdapat pada ....
a. peta inset
b. peta kontur
c. peta topografi
d. peta land use
e. peta wilayah
4. Di dalam menggambarkan peta tematik wilayah yang digambarkan tidak
selamanya harus luas sekali, tetapi bisa juga menggambarkan wilayah yang
sangat sempit asalkan ....
a. temanya spesifik
b. objeknya fisik
c. temanya general
d. sasarannya jelas
e. masalahnya luas
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 33
5. Contoh penerapan simbol garis pada peta adalah ....
a. jalan raya, kota, dan rel kereta
b. makam, sawah, dan sungai
c. sungai, rel kereta api, dan jalan raya
d. sawah, rel kereta api, dan kota
e. rel kereta api, makam, dan sawah
6. Berikut ini yang tidak diperhitungkan dalam teori susut dan biaya angkutan ....
a. penyusutan bahan mentah
b. biaya angkutan
c. jarak pasar dari tempat produksi
d. sumber daya alam seperti air mudah diperoleh
e. makin besar rasio susut dlam pengolaha, pabrik ditempatkan dekat bahan
mentah
7. Berikut ini kalimat yang tepat untuk mngungkapkan teori susut adalah ....
a. proses pengolahan kelapa sawit menjadi minyak murni
b. proses pengolahan kedelai menjadi tahu
c. proses pengolahan manisan mangga
d. proses pengolahan daging giling
e. proses pengolahan susu menjadi keju
8. Pilihan lokasi yang tepat apabila biaya pengangkutan bahan mentah dan barang
jadi mahal adalah di ....
a. dekat bahan mentah
b. dekat pasar
c dekat sumber tenaga
d. dekat sumber tenaga kerja
e. semua jawaban salah
9. Berikut ini yang bukan merupakan bagian dari teori Weber adalah ....
a. daerah homogen merukan unit analisis tunggal
b. sumber tenaga dari alam seperti air mudah di dapat
c. ongkos pengangkutan adalah fungsi dari berat dan jarak
d. ongkos pengangkutan berperan terhadap kecenderungan lokasi industri
e. semua jawaban benar
10. Lereng yang datar, bahaya erosi yang kecil, solum dalam, drainase baik, mudah
diolah, dapat menahan air dengan baik, responsif terhadap pemupukan, tidak
terancam banjir, dan iklim setempat sesuai untuk pertumbuhan tanaman
merupakan ciri dari lahan pertanian kelas ....
a. kelas I
b. kelas II
c. kelas III
d. kelas IV
e. kelas V
34 Peta
Tugas Portofolio
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas : XII (Dua belas)
Pokok Bahasan : Analisis Lokasi Industri dan Lokasi Pertanian
Tema : Analisis Lokasi Industri Lokal Melalui Peta
Kerjakanlah bersama kelompok belajarmu!
Disadari atau tidak biaya pengangkutan akan berdampak terhadap biaya
produksi secara keseluruhan.
Langkah-langkah kerja
1. Buatlah peta mengenai sebaran lokasi industri di wilayahmu.
2. Pilih salah satu industri yang akan kamu jadikan sampel.
3. Lakukan wawancara mengenai hal-hal berikut.
a. Asal bahan mentah.
b. Tempat pemasaran.
c. Penyusutan barang, baik itu bahan mentah maupun bahan jadi.
4. Analisis hasil wawancaramu dengan menggunakan teori weber serta teori
susut dan biaya angkutan.
5. Jangan lupa untuk membuat pemetaan asal bahan mentah dan jangkauan
pasar dari industri tersebut.
6. Buatlah laporanmu dalam makalah untuk dipresentasikan di depan kelas
dan berikan hasil penelitianmu pada industri yang bersangkutan.
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1. Jelaskan definisi peta!
2. Jelaskan kegunaan peta dalam kehidupan sehari-hari!
3. Uraikan data-data yang diperlukan dalam menganalisis suatu lokasi pertanian!
4. Mengapa data kemiringan lereng diperlukan dalam analisis lokasi pertanian?
5. Mengapa penyusutan bahan mentah menjadi barang jadi perlu diperhitungkan?
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 23
Secara umum, teori susut dan biaya pengangkutan mengemukakan
hubungan-hubungan antara faktor susut dan biaya pengangkutan. Teori ini
bermanfaat untuk melihat kecenderungan lokasi industri, artinya dapat
mengkaji kemungkinan-kemungkinan penempatan suatu industri (pabrik) di
tempat yang paling menguntungkan secara ekonomi (Gambar 1.19 dan 1.20).
Pada tabel 1.1 dijabarkan empat kasus suatu pabrik yang mengolah
bahan mentah (M) yang berasal dari satu daerah sumber bahan mentah
(SM), menjadi satu macam barang jadi (B), yang kemudian dijual di suatu
daerah pasar (P). Pada contoh, digunakan dua variabel, yaitu susut dan
biaya pengangkutan. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi jalannya industri
dianggap sama dan diabaikan.
Hasil perhitungan biaya pengangkutan seperti pada contoh diatas
menunjukan pada kasus A dan B industri/pabrik cenderung ditempatkan
di daerah sumber bahan mentah. Akan tetapi, pada kasus C dan D
sebaliknya, pabrik cenderung ditempatkan di daerah sumber bahan mentah.
Menurut perhitungan, ternyata jumlah biaya pengangkutan yang harus
dikeluarkan lebih rendah. Pada kasus D besarnya biaya pengangkutan
Tabel 1.1
Perhitungan Teori Susut dan Biaya Pengangkutan
Kasus
A
1000 ton M diolah menjadi
1000 ton B
B
1000 ton M diolah menjadi
600 ton B
C
1000 ton M diolah menjadi
400 ton B
D
1000 ton M diolah menjadi
500 ton B
Rasio
Susut
O %
40%
60%
50%
Jika pabriknya ditempatkan
di daerah sumber bahan
mentah
1000 ton B harus diangkut ke
P dengan biaya Rp. 100/ton.
Jumlah biaya pengangkutan
Rp. 100.000,00
600 ton B harus diangkut ke
P dengan biaya Rp.100/ton.
Jumlah biaya pengangkutan
Rp.60.000,00
400 ton B harus diangkut ke
P dengan biaya Rp. 100/ton.
Jumlah biaya pengangkutan
Rp.40.000,00
500 ton B harus diangkut ke
P dengan biaya Rp.75/ton.
Jum-lah biaya pengangkutan
Rp. 37.000,00
Jika pabriknya ditempatkan
di daerah pasar
1000 ton B harus diangkut
dari M ke P dengan biaya Rp.
50/ton. Jumlah biaya pengangkutan
Rp. 50.000
Biaya pengangkutan = kasus
A yaitu Rp. 50.000,-
Biaya pengangkutan = kasus
A yaitu Rp. 50.000,-
1000 ton M harus diangkut
dari SM ke P Rp. 40/ ton.
Biaya pengangkutan Rp.
40.000
Biaya Pengangkutan
24 Peta
berbeda dengan kasus A, B, dan C. Coba
hitungkan kemungkinannya jika pada kasus D
besarnya biaya pengangkutan disamakan
dengan kasus A, B, dan C.
Terdapat dua kesimpulan dalam pemilihan
lokasi yang baik (dengan catatan faktor-faktor
lainnya sama) menurut teori susut dan biaya
pengangkutan. Pertama, makin besar angka
rasio susut dalam pengolahan, makin kuat
kecenderungan menempatkan pabriknya di
daerah bahan mentah. Kedua, makin besar
perbedaan biaya pengangkutan antar bahan
mentah dan bahan jadi, makin kuat daerah
pasar dijadikan sebagai tempat lokasi industri.
2. Teori Weber
Weber mengemukakan teorinya dalam
bukunya yang terkenal Theory of The Location
of Industries (1909). Teori Weber dimulai
dengan beberapa premis sebagai berikut.
a. Unit analisis tunggal, merupakan daerah
yang terisolasi yang homogen baik
mengenai iklimnya, topografi maupun
penduduknya.
b. Beberapa sumber alam seperti air dan
pasir, mudah diperoleh dimana saja,
sedangkan sumber alam lain hanya
terdapat di daerah-daerah tertentu saja,
misalnya batu bara dan bijih besi.
c. Biaya pengangkutan adalah fungsi dari berat dan jarak, artinya makin
bertambah sesuai dengan berat dan jaraknya. Beberapa contoh kasus
berikut ini menunjukkan peran biaya pengangkutan terhadap
kemungkinan dan kecenderungan lokasi industri.
Kasus A: Satu Pasar dan Satu macam Bahan Mentah
Jika suatu industri hanya mengolah satu macam bahan mentah dan
memasarkannya pada satu daerah pasar maka ada tiga kemungkinan lokasi
industrinya.
1) Jika bahan mentah yang dibutuhkan mudah diperoleh dimana saja
maka pabriknya dapat atau cenderung ditempatkan di daerah pasar.
2) Jika bahan mentah yang diperlukan hanya terdapat di daerah tertentu
saja dan mengalami susut dalam pengolahannya maka pabriknya dapat
ditempatkan baik didaerah pasar maupun daerah bahan mentah.
Gambar 1.19 Sumber: www.itcpr.com
Pengolahan kelapa menjadi kopra di Sulawesi
Tengah. Dalam kasus ini proses pengeringan
kelapa segar dilakukan di perkebunan untuk
menghindari besarnya biaya angkut.
Gambar 1.20 Sumber: www.itcpr.com
Home industry, pembuatan gitar di Solo, Jawa
Tengah. Industri jenis ini cenderung bisa dilakukan
di mana saja tetapi alangkah baiknya ditempatkan
dekat dengan pasar agar lebih mudah
menjangkau konsumen.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 25
3) Jika bahan mentah hanya terdapat di daerah tertentu saja dan
mengalami susut dalam pengolahannya maka industrinya akan
ditempatkan di daerah sumber bahan mentah.
Harus diingat bahwa besarnya biaya pengangkutan berkaitan langsung
dengan berat barang yang diangkut.
Kasus B: Satu Daerah Pasar dan Dua Macam Bahan Mentah
Jika industri mengolah dua macam bahan mentah (M1 dan M2),
hasilnya hanya dipasarkan di suatu tempat tertentu saja maka industri itu
akan ditempatkan di salah satu kemungkinan berikut.
a. Jika M1 dan M2 mudah diperoleh dimana saja maka industri itu akan
ditempatkan di daerah pasar.
b. Jika M1 mudah diperoleh dimana saja sedangkan R2nya hanya
terdapat di suatu daerah tertentu saja duluan daerah pasar dan jika
keduanya tidak mengalami susut dalam pengolahan maka industri
tersebut akan ditempatkan di daerah pasar. Biaya pengangkutan hanya
dikeluarkan untuk R2.
c. Jika kedua bahan mentah (M1 dan M2) hanya terdapat di daerahdaerah
tertentu yang berlainan dan mengalami susut dalam
pengolahannya maka pemecahannya agak sulit. Untuk itu, Weber
memperkenalkan teori yang disebut location triangle (segitiga lokasi)
dengan titik sudutnya adalah daerah pasar (P), dan daerah-daerah
sumber bahan mentah (M1 dan M2). Contohnya, suatu industri
mengolah R1 dan R2. keduanya mengalami susut 50%. Setiap tahunnya
diperlukan masing-masing bahan mentah itu 2.000 ton.
P
M 1 X M 2
Jarak:
M1 - P = 100km, M 2 - P = 100km, M1 - M2
= 100km, M - X = 87km
Amerika menempati peringkat
satu dalam jajaran ekonomi
dunia. Sektor industri negara ini
menguasai 40% ekonomi dunia.
Eureka
Diskusikan dengan guru ekonomimu,
mengenai pengaruh biaya angkut dan
lokasi terhadap total biaya produksi!
Diskusi Lintas Ilmu
26 Peta
a. Jika industri itu ditempatkan di P maka biaya pengangkutan yang harus
dikeluarkan pertahunnya adalah sebagai berikut.
R1 = 2.000 ton x 100 km= 200.000 ton-km
R2 = 2.000 ton x 100 km= 200.000 ton-km
Jumlah = 400.000 ton-km
b. Jika industri itu ditempatkan di M1 maka biaya pengangkutan itu
adalah:
R1 = 2.000 ton x 100 km= 200.000 ton-km
P = 2.000 ton x 100 km= 200.000 ton-km
Jumlah = 400.000 ton-km
c. Jika industri itu ditempatkan di titik X maka biaya pengangkutan yang
harus dikeluarkan pertahunnya menjadi:
R1 = 2.000 ton x 100 km= 200.000 ton-km
R2 = 2.000 ton x 100 km= 200.000 ton-km
P = 2.000 ton x 87 km = 174.000 ton-km
Jumlah = 374.000 ton-km
Biaya pengangkutan pada poin C ternyata lebih rendah dibandingkan
dengan A dan B. Ini berarti bahwa penempatan atau lokasi industri di X
akan lebih menguntungkan jika industri itu ditempatkan di P, M1, atau M2.
Sumber: www.kiec.com
Gambar 1.21
Peta kawasan industri Krakatau Steel, kawasan industri ini mengambil tempat di tepian pantai. Hal ini dikarenakan
untuk memudahkan biaya pengangkutan via transportasi laut.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 27
1. Pengumpulan Data
Berikut ini data yang harus dikumpulkan untuk kepentingan analisis
lahan pertanian.
Buatlah analisis perbandingan antara teori lokasi berdasarkan teori susut dan biaya
angkut versus teori Weber.
Tugas Mandiri analisis
I. Analisis Lokasi Pertanian
Menganalisis suatu lokasi pertanian (Gambar 1.22) tidak semudah
membalikkan telapak tangan. Tetapi, secara umum analisis lokasi pertanian
dapat disederhanakan ke dalam dua tahapan yaitu proses pengumpulan
data dan penentuan kriteria kelas lahan pertanian itu sendiri.
Berbagai kemungkinan dalam pemilihan lokasi, bisa dikaji berdasarkan
teori Weber termasuk jika kedua bahan mentah itu mempunyai angka resiko
yang tidak sama besarnya. Begitu pula jika terdapat lebih dari dua macam
bahan mentah, atau mempunyai lebih dari satu daerah pasar dan jarak
antara daerah-daerah itu tidak sama.
Gambar 1.22
Pertanian padi di Solo, Jawa Tengah. Agar mendapatkan
hasil maksimal, pertanian harus mencermati
dukungan faktor-faktor fisik.
Sumber: www.itcpr.com
a. Iklim dan musim, yaitu curah hujan,
suhu udara, angin, dan kelembapan
udara.
b. Topografi, yaitu lereng tunggal (datar,
landai, miring, curam, dan terjal)
dan lereng majemuk (datar, berombak,
bergelombang, berbukit, dan bergunung).
c. Proses geomorfik, yaitu erosi, longsor,
banjir, dan pengenangan.
d. Tanah, yaitu tekstur, struktur, kedalaman
tanah yang subur, perakaran,
kapasitas dalam menahan air, drainase,
permeabilitas, kebatuan, kesuburan,
salinitas, erodibilitas, dan kedalaman
lapisan padas.
e. Tata air, yaitu kemampuan dalam
menyerap air dan kedalaman muka air.
28 Peta
2. Kriteria Lahan Pertanian
Setelah proses I, yaitu data terkumpul dan dibandingkan satu aspek
dengan aspek yang lain, langkah selanjutnya adalah menentukan kriteria
kelas lahan pertanian. Berikut ini dijabarkan kelas-kelas lahan bagi
pemanfaatan pertanian berdasarkan tabulasi silang data-data yang terkumpul
pada poin 1 di atas.
a. Kelas I
Tanah pada lahan ini sesuai untuk segala jenis penggunaan tanpa perlu
tindakan pengawetan tanah yang khusus, seperti lereng yang datar, bahaya
erosi yang kecil, solum dalam, drainase baik, mudah diolah, dapat menahan
air dengan baik, responsif terhadap pemupukan, tidak terancam banjir, dan
iklim setempat sesuai untuk pertumbuhan tanaman.
Jenis tanah pada lahan kelas ini tidak mempunyai penghambat ataupun
accaman kerusakan, sehingga dapat digarap untuk tanaman semusim dengan
aman. Tindakan pemupukan dan pemeliharaan struktur tanah diperlukan
agar lahan dapat mempertahankan kesuburan dan produktivitasnya.
b. Kelas II
Tanah pada lahan ini sesuai untuk segala jenis kegiatan pertanian
dengan sedikit hambatan dan kerusakan. Ciri tanah kelas II ini, yaitu lereng
landai, kepekaan erosi sedang atau telah mengalami erosi, bertekstur halus
hingga agak kasar, solum agak dalam, struktur tanah dan daya olah agak
kurang baik, salinitas ringan-sedang, kadang terlanda banjir, drainase
sedang, dan iklim agak kurang koheren dengan jenis tanaman tertentu.
Jika digarap untuk jenis tanaman semusim sedikit diperlukan
konservasi tanah, seperti pengolahan menurut kontur, pergiliran tanaman
dengan tanaman penutup tanah atau pupuk hijau, guludan, selain tindakan
pemupukan seperti pada tanah lahan kelas I.
c. Kelas III
Tanah pada lahan jenis ini memerlukan konsentrasi yang lebih dalam
menangani konservasi tanahnya karena mempunyai ancaman kerusakan
yang lebih besar dibanding kelas sebelumnya. Ciri tanah ini, seperti lereng
agak miring dan bergelombang, drainase buruk, solum sedang, permeabilitas
tanah bawah lambat, peka terhadap erosi, kapasitas menahan air rendah,
kesuburan rendah dan tidak mudah diperbaiki, sering kali mengalami banjir,
lapisan padas dangkal, salinitas sedang, dan hambatan iklim agak besar.
d. Kelas IV
Tanah pada lahan jenis ini mempunyai penghambat yang lebih besar
dari kelas sebelumnya, yaitu lereng miring (15-30%) dan berbukit, kepekaan
erosi besar, solum dangkal, kapasitas menahan air rendah, sering tergenang,
drainase jelek, salinitas tinggi, dan iklim kurang menguntungkan.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 29
e. Kelas V
Tanah pada jenis lahan ini tidak sesuai untuk jenis tanaman semusim
karena lereng datar atau cekung, seringkali terlanda banjir, sering tergenang,
berbatu-batu, pada perakaran sering dijumpai catclay, dan berawa-rawa.
Jenis ini lebih cocok untuk hutan produksi atau hutan lindung, padang
penggembalaan atau suaka alam.
f. Kelas VII
Jenis tanah pada lahan ini tidak sesuai untuk pertanian, penggunaannya
terbatas untuk padang penggembalaan, hutan produksi, hutan lindung, dan
cagar alam. Pengelolaan lahan perlu dibuat teras bangku, pengolahan lahan
sesuai kontur, sedangkan penutupan tanah dengan rumput perlu diusahakan.
Ciri jenis ini, yaitu kecuraman lereng 30 sampai 45%, ancaman erosi berat,
jika telah erosi berat ditanggulangi, solum tanah sangat dangkal, berbatu-batu,
dan faktor iklim pun tidak mendukung.
g. Kelas VIII
Lahan kelas ini tidak sesuai untuk pertanian dan teknik konservasi lahan
ini dengan cara didiamkan dalam keadaan alami. Ancaman kerusakan pada
jenis lahan ini meliputi kecuraman lereng mencapai 65%, berbatu-batu,
kapasitas menahan air sangat rendah, solum sangat dangkal, sering kali
dijumpai singkapan batuan, dan padang pasir.
Sumber: www.tarakan.go.id
Gambar 1.23
Peta tanah Pulau Tarakan. Peta tanah merupakan salah satu data yang harus dikumpulkan untuk menentukan
kriteria lahan pertanian.
30 Peta
Lakukan pengamatan terhadap lokasi pertanian di wilayahmu. menurutmu temasuk ke
dalam kelas lahan yang mana tanah pertanian di daerahmu!
Tugas Mandiri obserbasi
Kilas Geografi
Primitive Subsistence Farming terdapat di daerah trofis (30° LU-30° LS).
Tiga daerah utama pertanian ini adalah Afrika Tengah yang merupakan
daerah terluas, Amerika Selatan tepatnya di Basin Amazon, dan di daerah
Asia Tenggara terutama di daerah-daerah pedalaman.
Komisi Land Use, Unesco memakai istilah Shifting Cultivation dan Land
Rotation untuk primitive subsitence farming. Shifting Cultivation digunakan
hanya jika petani dan ladangnya secara terus menerus berpindah-pindah.
Istilah Land Rotation digunakan hanya jika ladangnya yang berpindah-pindah
tetapi tempat tinggal peladang tetap.
Ciri-ciri ladang berpindah adalah sebagai berikut.
1. Ketergantungan petani yang tinggi terhadap lahan hutan.
2. Lahan ladang (hutan) dibuka dengan cara dibabat dan dibakar.
3. Peralatan yang digunakan masih sederhana, biasanya parang dan tugal.
4. Tidak ada pemeliharaan terhadap tanaman.
5. Lahan sempit, luasnya rata-rata tidak lebih dari 0,5 hektar.
6. Lahan hanya dipakai untuk waktu yang singkat (2 atau 3 kali tanam)
dan kemudian dibiarkan untuk jangka waktu yang lama.
Sistem pertanian primitive subsistence farming hanya terdapat pada
daerah-daerah dengan penduduk yang masih jarang sekali. Oleh karena
mayoritas pembukaan ladang dilakukan dengan cara membakar, selain
menimbulkan kebakaran hutan dan polusi asap, kegiatan ini akan merusak
lapisan humus. Walaupun demikian, keuntungannya adalah terdapat
penambahan unsur potash dalam tanah. Tanah hutan biasanya dibuka tiga
atau dua minggu sebelum musim penghujan.
Primitive Subsistence Farming
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 31
R angkuman
1. Peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi yang digambarkan
pada bidang mendatar dengan menggunakan skala.
2. Peta dapat dibedakan berdasarkan jenisnya, skalanya, objek yang
dipetakan, dan informasi/isinya,
3. Fungsi peta antara lain untuk menyajikan data tentang potensi suatu daerah,
membantu dalam pembuatan suatu desain misalnya desain jalan, sebagai
penunjuk arah suatu lokasi atau posisi, untuk memperlihatkan ukuran,
karena melalui peta dapat diukur luas daerah dan jarak di permukaan
bumi, untuk memperlihatkan atau menggambarkan bentuk-bentuk
permukaan bumi sehingga dimensinya dapat terlihat dalam peta.
4. Tujuan pembuatan peta antara lain menyimpan data yang ada di permukaan
bumi, menganalisis data spasial seperti perhitungan volume, memberikan
informasi dalam perencanaan tata kota dan permukiman, memberikan
informasi tentang ruang yang bersifat alami, baik manusia maupun budaya
5. Komponen-komponen peta antara lain judul peta, garis astronomis, inset,
garis tepi peta, skala peta, sumber peta, tahun pembuatan, arah mata angin
(orientasi), simbol peta, warna peta, legenda, lettering, dan proyeksi peta.
6. Analisis lokasi industri terbagi atas dua yaitu berdasarkan teori susut dan
biaya angkut barang, dan berdasarkan teori Weber.
7. Berdasarkan teori lokasi industri maka lokasi industri memiliki
kecenderungan untuk didirikan dekat dengan tenaga kerja, sumber tenaga,
bahan mentah, dan pasar.
8. Analisis lokasi pertanian terdiri atas dua tahap. Pertama pengumpulan
data. Ke dua tahap penentuan kelas lahan.
9. Data yang perlu dikumpulkan dalam analisis lokasi pertanian adalah iklim,
topografi, proses geomorfik, tanah, dan tata air.
10. Kelas lahan pertanian di bagi menjadi 8 kelas lahan pertanian, yaitu kelas
I, kelas II, kelas III, kelas IV, kelas V, kelas VI, kelas VII, dan kelas VIII.
32 Peta
Pe l a t i h a n Bab1
Kerjakanlah di buku tugasmu!
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi yang diperkecil dengan
sebagai ketampakan jika dilihat dengan ditambah tulisan-tulisan sebagai tanda
pengenal. Definisi dikemukakan oleh ....
a. Aristoteles
b. I Made Sandy
c. ICA
d. Erwin Raisz
e. Merrcator
2. Salah satu ciri peta tematik adalah ....
a. menggambarkan satu jenis kenampakan fisik atau sosial budaya
b. menggambarkan beberapa macam kenampakan
c. berskala kecil
d. berskala besar
e. menggambarkan ciri khas wilayah
3. Ketinggian suatu tempat yang ditunjukkan melalui garis-garis terdapat pada ....
a. peta inset
b. peta kontur
c. peta topografi
d. peta land use
e. peta wilayah
4. Di dalam menggambarkan peta tematik wilayah yang digambarkan tidak
selamanya harus luas sekali, tetapi bisa juga menggambarkan wilayah yang
sangat sempit asalkan ....
a. temanya spesifik
b. objeknya fisik
c. temanya general
d. sasarannya jelas
e. masalahnya luas
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 33
5. Contoh penerapan simbol garis pada peta adalah ....
a. jalan raya, kota, dan rel kereta
b. makam, sawah, dan sungai
c. sungai, rel kereta api, dan jalan raya
d. sawah, rel kereta api, dan kota
e. rel kereta api, makam, dan sawah
6. Berikut ini yang tidak diperhitungkan dalam teori susut dan biaya angkutan ....
a. penyusutan bahan mentah
b. biaya angkutan
c. jarak pasar dari tempat produksi
d. sumber daya alam seperti air mudah diperoleh
e. makin besar rasio susut dlam pengolaha, pabrik ditempatkan dekat bahan
mentah
7. Berikut ini kalimat yang tepat untuk mngungkapkan teori susut adalah ....
a. proses pengolahan kelapa sawit menjadi minyak murni
b. proses pengolahan kedelai menjadi tahu
c. proses pengolahan manisan mangga
d. proses pengolahan daging giling
e. proses pengolahan susu menjadi keju
8. Pilihan lokasi yang tepat apabila biaya pengangkutan bahan mentah dan barang
jadi mahal adalah di ....
a. dekat bahan mentah
b. dekat pasar
c dekat sumber tenaga
d. dekat sumber tenaga kerja
e. semua jawaban salah
9. Berikut ini yang bukan merupakan bagian dari teori Weber adalah ....
a. daerah homogen merukan unit analisis tunggal
b. sumber tenaga dari alam seperti air mudah di dapat
c. ongkos pengangkutan adalah fungsi dari berat dan jarak
d. ongkos pengangkutan berperan terhadap kecenderungan lokasi industri
e. semua jawaban benar
10. Lereng yang datar, bahaya erosi yang kecil, solum dalam, drainase baik, mudah
diolah, dapat menahan air dengan baik, responsif terhadap pemupukan, tidak
terancam banjir, dan iklim setempat sesuai untuk pertumbuhan tanaman
merupakan ciri dari lahan pertanian kelas ....
a. kelas I
b. kelas II
c. kelas III
d. kelas IV
e. kelas V
34 Peta
Tugas Portofolio
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas : XII (Dua belas)
Pokok Bahasan : Analisis Lokasi Industri dan Lokasi Pertanian
Tema : Analisis Lokasi Industri Lokal Melalui Peta
Kerjakanlah bersama kelompok belajarmu!
Disadari atau tidak biaya pengangkutan akan berdampak terhadap biaya
produksi secara keseluruhan.
Langkah-langkah kerja
1. Buatlah peta mengenai sebaran lokasi industri di wilayahmu.
2. Pilih salah satu industri yang akan kamu jadikan sampel.
3. Lakukan wawancara mengenai hal-hal berikut.
a. Asal bahan mentah.
b. Tempat pemasaran.
c. Penyusutan barang, baik itu bahan mentah maupun bahan jadi.
4. Analisis hasil wawancaramu dengan menggunakan teori weber serta teori
susut dan biaya angkutan.
5. Jangan lupa untuk membuat pemetaan asal bahan mentah dan jangkauan
pasar dari industri tersebut.
6. Buatlah laporanmu dalam makalah untuk dipresentasikan di depan kelas
dan berikan hasil penelitianmu pada industri yang bersangkutan.
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1. Jelaskan definisi peta!
2. Jelaskan kegunaan peta dalam kehidupan sehari-hari!
3. Uraikan data-data yang diperlukan dalam menganalisis suatu lokasi pertanian!
4. Mengapa data kemiringan lereng diperlukan dalam analisis lokasi pertanian?
5. Mengapa penyusutan bahan mentah menjadi barang jadi perlu diperhitungkan?
Pengindraan Jauh
Pada pembahasan Pengindraan Jauh kalian akan
mengetahui definisi pengindraan jauh, sistem yang
membangunnya, hasil dari teknologi yang dicapainya,
dan membuat analisis sederhana sebuah foto udara.
Jika pemandangan tak
cukup jelas terlihat dari
bawah, naiklah ke atas
niscaya pemandangan
akan terlihat lebih
jelas. Prinsip seperti
itulah yang digunakan
pada pengindraan jauh.
Teknologi ini telah
berkembang
sedemikian rupa
sehingga lebih
memasyarakat.
2
Bab
36 Pengindraan Jauh
Berikut ini kata-kata yang menjadi inti materi pada pembahasan Pengindraan Jauh
Kata kunci
pengindraan jauh, sensor, wahana, citra, foto, satelit, infra merah, gelombang
elektro magnetik, pankromatik, radiasi
Guna membantu kalian memahami alur pemikiran bab ini, perhatikan peta konsep berikut
Peta konsep
Sistem Indraja
Definisi Indraja
Langkah-Langkah
Interpretasi
Citra
Keunggulan dan
Keterbatasan
Indraja
Mengenali Foto
Udara
Pemanfaatan
Indraja
Pengindraan
Jauh (Indraja)
Tenaga, Atmosfer, Objek, Interaksi
Tenaga dan Objek, Sensor,
Perolehan Data, Pengguna Data
Hasil Teknologi
Indraja Citra Foto, Citra Non-Foto
Unsur-Unsur
Interpretasi
Citra
Bentuk, Ukuran, Rona dan
Warna, Tekstur, Bayangan, Pola,
Situs, Asosiasi
Deteksi, Identifikasi, Pengenalan,
Analisis, Deduksi, Klasifikasi,
Idealisasi
Keterangan pada Foto Udara,
Penentuan dan Skala Foto Udara
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 37
Perkembangan teknologi dirgantara telah
membuka pintu baru bagi ilmu pengindraan
jauh. Melalui pengindraan jauh kita dapat
mengumpulkan berbagai varian informasi dari
permukaan Bumi. Informasi-informasi ini
menunjang berbagai bidang kehidupan. Para
ahli geologi menggunakannya untuk mencari
sumber-sumber mineral baru. Para ahli
meteorologi menggunakannya untuk memahami
perilaku cuaca. Sedangkan, kita dalam ilmu
geografi menggunakannya untuk menganalisis
dan memahami karakteristik keruangan di
permukaan Bumi.
A. Definisi Pengindraan Jauh
Ada beberapa istilah yang sering digunakan untuk pengindraan jauh,
diantaranya remote sensing (Inggris), teledection (Prancis), furnekundung
(Jerman), distantsionaya (Rusia), dan sensoriamento remota (Portugis).
Pengideraan jauh (remote sensing) adalah ilmu dan seni untuk
memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah atau fenomena dengan
jalan analisis data yang diperoleh melalui alat perekam (sensor) yang
menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai media perantaranya
tanpa menyentuh objek tersebut (Lillesand dan Kiefer, 1979).
Pengindraan jauh yaitu berbagai teknik yang dikembangkan untuk
perolehan dan analisis informasi tentang bumi. Informasi tersebut khusus
berbentuk radiasi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan dari
permukaan bumi (Lindgren, 1985).
Pengindraan jauh (remote sensing) adalah penggunaan sensor radiasi
elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang dapat
diinterpretasikan sehingga menghasilkan informasi yang berguna (Curran,
1985).
Berdasarkan dua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa
pengindraan jauh adalah ilmu dan seni untuk mendapat informasi
permukaan bumi dengan cara menganalisis gambaran permukaan bumi
tanpa kontak langsung dengan objek permukaan bumi tersebut.
Buatlah definisi mengenai pengindraan jauh menurut pemahamanmu sendiri!
Tugas Mandiri studi literatur
Citra satelit dalam warna semu yang menunjukkan
temperatur air laut di sekitar Hobart, Australia.
Gambar 2.1 Sumber: NOAA12 SST 06502-08192
38 Pengindraan Jauh
B. Sistem Pengindraan jauh
Dalam pengindraan jauh, terdapat beberapa komponen yang saling
berhubungan dan membentuk suatu sistem.
1. Tenaga
Seperti fotografi, pengindraan jauh membutuhkan tenaga agar objek
permukaan bumi dapat terlihat jelas sehingga direkam dengan baik oleh
sensor. Tenaga yang dipergunakan dalam pengindraan jauh diantaranya
matahari, bulan, maupun cahaya buatan. Pengindraan jauh yang
menggunakan tenaga matahari disebut sistem pasif (Gambar 2.2),
sedangkan jika menggunakan tenaga buatan disebut sistem aktif.
2. Atmosfer
Atmosfer membatasi bagian spektrum elektromagnetik yang dapat
digunakan dalam pengindraan jauh. Pengaruh atmosfer merupakan fungsi
Sumber
tenaga
Kamera
Detektor
Pantulan
Pancaran
Cermin
Pita
Magnetik
Diskusikan dengan guru fisikamu,
apakah setiap benda dipermukaan
Bumi memantulkan gelombang
elektromagnetik yang berbeda?
Mengapa demikian?
Diskusi Lintas Ilmu
panjang gelombang. Pengaruhnya bersifat selektif
terhadap panjang gelombang. Karena pengaruh
yang selektif itulah, timbul istilah jendela atmosfer,
yaitu bagian spektrum elektromagnetik yang dapat
mencapai bumi. Dalam jendela atmosfer ada
hambatan atmosfer, yaitu kendala yang disebabkan
oleh hamburan pada spektrum tampak dan serapan
yang terjadipada spektrum inframerah termal.
Gambar 2.2
Proses perekaman yang bersumber pada tenaga Matahari.
Sumber: Dokumentasi penerbit, 2006
A t m o s f e r
Objek
Objek
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 39
3. Objek
Objek adalah segala sesuatu yang menjadi sasaran dalam pengindraan
jauh seperti atmosfer, biosfer, hidrosfer dan litosfer.
4. Interaksi Tenaga dengan Objek
Tiap objek mempunyai karakteristik tertentu dalam memancarkan atau
memantulkan tenaga ke sensor. Pada dasarnya, pengenalan objek dilakukan
dengan menyidik karakter spektral objek yang tergambar pada citra. Objek
yang banyak memantulkan atau memancarkan tenaga tampak cerah dalam
citra, sedangkan objek pantulan atau pancarannya sedikit akan tampak
gelap. Namun, dalam kenyataannya tidak sesederhana itu. Ada objek yang
berlainan, tetapi mempunyai karakteristik spektral sama atau serupa
sehingga menyulitkan pembedaan dan pengenalannya pada citra. Hal itu
dapat diatasi dengan menyidik karakteristik lain, seperti ukuran, dan pola.
5. Sensor
Sensor adalah suatu benda untuk merekam objek-objek di alam. Sensor
dibedakan menjadi dua.
a. Sensor fotografik adalah sensor yang berupa kamera yang bekerja pada
spektrum tampak mata dan menghasilkan foto atau citra.
b. Sensor elektromagnetik adalah sensor bertenaga elektrik dalam bentuk
sinyal elektrik yang beroperasi pada spektrum yang lebih luas, yaitu
dari sinar-X sampai gelombang radio dan menghasilkan foto atau citra.
6. Perolehan Data
Perolehan data dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu cara manual
dan numerik atau digital. Cara manual adalah cara memperoleh data
dengan interpretasi secara visual. Cara numerik atau digital adalah cara
memperoleh data dengan menggunakan komputer. Pada umumnya, foto
udara diinterpretasikan secara manual, sedangkan data hasil pengindraan
secara elektronik dapat diinterpretasikan secara manual ataupun numerik.
7. Pengguna Data (User)
Pengguna data merupakan komponen penting dalam sistem penginderaan
jauh. Pengguna dalam sistem ini bisa lembaga atau individu yang
berkepentingan memanfaatkan hasil pengindraan jauh.
Carilah bebagai informasi mengenai para pengguna data pengindraan jauh! Jangan lupa
untuk menuliskannya pada buku catatanmu!
Tugas Mandiri studi literatur
40 Pengindraan Jauh
C. Hasil Teknologi Pengindraan Jauh
1. Citra Foto
Citra foto merupakan hasil teknologi pengindraan jauh yang berupa
data visual. Citra foto dapat dibedakan menjadi beberapa jenis.
a. Berdasar Spektrum Elektromagnetik
1) Foto ultraviolet yang menggunakan gelombang spektrum ultraviolet
dekat hingga 0,29 mm.
2) Foto ortokromatik yang menggunakan spektrum tampak dari saluran
biru dan hijau, yaitu 0,4 mm-0,56 mm.
3) Foto nonkromatik yang menggunakan seluruh spektrum tampak, yaitu
0,4-0,7 mm.
4) Foto inframerah asli yang menggunakan saluran inframerah dekat
hingga panjang gelombang, yaitu 0,9 mm-1,2 mm(Gambar 2.3).
5) Foto inframerah modifikasi yang menggunakan saluran inframerah
dekat dan sebagian menggunakan spektrum tampak merah dan hijau
sebagian.
b. Berdasarkan Sistem Wahana
1) Foto udara, yaitu foto yang sensornya menempel pada pesawat atau
balon.
2) Foto satelit/orbithal, yaitu foto yang sensornya menempel pada satelit.
c. Berdasarkan Jumlah dan Jenis Kamera
1) Foto tunggal, yaitu foto yang dibuat dengan kamera tunggal.
2) Foto jamak, yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan kamera jamak
d. Berdasarkan Sumbu Kamera
1) Foto vertikal, yaitu foto yang menggunakan arah sumbunya tegak luruh
dengan objek (Gambar 2.4).
2) Foto agak condong, yaitu foto yang menggunakan sumbu kamera yang
menghasilkan foto yang agak condong (Gambar 2.5).
3) Foto sangat condong, yaitu foto yang menggunakan sumbu kamera
hingga menghasilkan foto yang sangat condong (Gambar 2.6).
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 41
Gambar 2.3
Contoh foto dengan menggunakan warna normal (a) dan infra merah (b) di atas fasilitas olahraga di Kampus
Universitas Wisconsin, Amerika Serikat. Warna merah yang sangat kuat menunjukkan tingkat kesehatan tanaman.
Pada bagian tengah lapangan terbuat dari rumput buatan sehingga tidak memantulkan gelombang infra merah.
Sumber: Lillesand dan Kiefer, 1979: plate II
(a)
(b)
42 Pengindraan Jauh
e. Berdasarkan Warna
1) Foto warna semu (false color), yaitu
yang menggunakan bukan warna
sebenarnya.
2) Foto warna asli (true color), yaitu
yang menggunakan warna asli atau
sesuai dengan warna objek.
2. Citra Non-Foto
Citra non-foto adalah gambaran
yang dihasilkan dengan menggunakan
sensor bukan kamera. Citra non-foto juga
dapat dibedakan berdasarkan spektrum
elektromagnetik, sumber sensor, dan
sistem wahana yang digunakan.
a. Berdasarkan Spektrum Elektromagnetik
1) Citra inframerah termal, yaitu citra
yang dibuat berdasarkan spektrum
inframerah termal.
2) Citra radar dan citra gelombang
mikro, yaitu citra yang dibuat dengan
sistem gelombang mikro.
b. Berdasarkan Sumber Sensor
1) Citra tunggal, yaitu citra yang dibuat
dengan sensor tunggal yang salurannya
lebar.
2) Citra multispektral, yaitu citra yang
dibuat dengan sensor jamak yang
salurannya sempit.
c. Berdasarkan Wahana
1) Citra dirgantara, yaitu citra yang
dibuat dengan wahana yang beroperasi
di udara.
2) Citra satelit, yaitu citra yang dibuat
dari antariksa atau angkasa luar
(Gambar 2.7).
Antara citra foto dengan citra non
foto mempunyai beberapa perbedaan
seperti dalam tabel berikut.
F
H-h
Objek
Hasil
H-h
Objek
F
Hasil
H-h
Objek
Hasil
F
Satelit NOAA melintas di atas dan memetakan
permukaan Bumi dua kali sehari dalam
bentuk citra inframerah.
Eureka
Gambar 2.4
Ilustrasi pembuatan foto vertikal.
Sumber: Dokumentasi Penerbit, 2006
Gambar 2.5
Ilustrasi pembuatan foto agak condong.
Sumber: Dokumentasi Penerbit, 2006
Sumber: Dokumentasi Penerbit, 2006 Gambar 2.6
Ilustrasi pembuatan foto condong.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 43
Tabel 3.1
Perbedaan Citra Foto dan Non-Foto
Variabel pembeda/
jenis citra Citra Foto Citra Non-Foto
Sensor Kamera Non kamera, berdasarkan atas penyiaman
(scanning). Kamera yang detektornya bukan film.
Detektor Film Pita magnetik, termistor, foto konduktif, foto violet.
Proses perekaman Fotografi Elektronik
Mekanisme perekaman Serentak Parsial
Spektrum elektromagnetik Spektrum tampak dan
perluasannya
Spektrum tampak dan perluasannya, termal,
dan gelombang mikro.
Sumber: Lillesand dan Kiefer, 1979: plate XIV
Apakah yang mendasari perbedaan citra dirgantara dan citra satelit? Jangan lupa untuk
mencatatkannya pada buku catatanmu!
Tugas Mandiri analisis
Gambar 2.7
Citra satelit Landsat Kota Boston, Tanjung Cod dan sekitarnya. Skala 1: 3.000.000
44 Pengindraan Jauh
D. Unsur-Unsur Interpretasi Citra
1. Bentuk
Bentuk dari suatu objek dapat membantu kita di
dalam menginterpretasi citra. Bentuk tersebut biasanya
memberikan cirikhas dari suatu objek. Contohnya,
bangunan sekolah terlihat seperti huruf H, L, dan I
(Gambar 2.8).
2. Ukuran
Ukuran dalam foto udara meliputi jarak, luas,
volume, tinggi, dan kemiringan. Ukuran objek pada
citra sangat berhubungan dengan skala citra.
Contohnya, skala citra 1:2000. Panjang objek pada
foto udara 4 Cm, dan lebarnya 3 Cm. Panjang
sebenarnya = 4 X 2000 = 8000 cm atau 80 m,
sedangkan lebar sebenarnya = 3 X 2000 = 6000 Cm
= 60 m.
3. Rona dan Warna
Rona adalah tingkat kecerahan objek yang
tergambar pada citra. Pada foto udara hitam putih,
rona objek dapat beragam dari putih hingga hitam
dengan berbagai wujud peralihan, seperti putih,
kelabu, kelabu kehitam-hitaman, kelabu cerah, dan
sebagainya (Gambar 2.9).
Pada foto udara berwarna, rona akan lebih mudah
diinterpretasi berdasarkan ketampakan warna objek.
Dengan menggunakan band (saluran) inframerah,
tumbuh-tumbuhan hijau akan nampak kemerahmerahan.
4. Tekstur
Tekstur merupakan frekuensi perubahan rona
pada citra. Di dalam tekstur, kita mengenal tiga tingkatan
tekstur, yaitu halus, sedang, dan kasar. Contohnya hutan
bertekstur kasar, belukar bertekstur sedang, dan padang
rumput bertekstur halus (Gambar 2.10).
5. Bayangan
Bayangan sangat dipengaruhi oleh arah datangnya
sinar matahari pada saat pemotretan. Dengan
melihat bayangan objek dan waktu pemotretan akan
dapat diketahui arah orientasi (mata angin) dari foto
udara (Gambar 2.11).
Gambar 2.8
Bentuk bangunan sekolah dilihat pada
foto udara vertikal dengan skala 1:13.200.
Sumber: Lillesand dan Kiefer, 1979: plate V
?
Sumber: WTC.II_IPEDA/R.2700.NO.21
Gambar 2.9
Perbedaan rona dan warna pada foto
udara. (a) Warna gelap menunjukkan
adanya air dalam jumlah yang besar. (b)
Warna terang menunjukkan sedikitnya
kandungan air.
(a)
(b)
Ingin lebih tahu
www.lapan.go.id
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 45
6. Pola
Pola adalah kecenderungan bentuk suatu objek yang terdapat dalam
citra. Dengan pola, kita akan memperoleh gambaran objek sebenarnya yaitu
melalui ciri-ciri dari objek yang bersangkutan. Contohnya, pada pola aliran
sungai, kita mengenal pola dendritik, trellis, dan pinnate. Pada pola
permukiman penduduk, kita mengenal pola linier dan bergerombol.
Gambar 2.10
Tekstur kasar dengan warna
terang menunjukkan ladang (a).
Tekstur kasar dengan warna gelap
menunjukkan hutan (b). Tekstur
halus dengan warna gelap menunjukkan
sawah atau kolam ikan (c).
Sumber: WTC.II_IPEDA/R.2700.NO.21
(a)
(b)
(c)
7. Situs
Situs adalah letak atau kedudukan suatu objek terhadap objek lain di
sekelilingnya. Contohnya, situs permukiman penduduk biasanya memanjang
mengikuti jalan, sungai, dan pantai (Gambar 2.12).
8. Asosiasi
Asosiasi adalah hubungan suatu objek dikaitkan dengan objek yang
lain di sekitarnya. Contohnya perkampungan biasanya dekat dengan jalan
dan lahan pekarangan yang ditumbuhi tanaman.
Gambar 2.12
Situs pemukiman penduduk biasanya
memanjang mengikuti jalan.
Sumber: WTC.II_IPEDA/R.2700.NO.21
Gambar 2.11
Perhatikan bayangan objek yang
diberi tanda lingkaran. Foto udara
diatas diambil pada jam 08:23,
berarti Matahari berada di timur
dan bayangan objek mengarah ke
barat dengan demikian kita akan
menemukan arah utara.
Sumber: WTC.II_IPEDA/R.2700.NO.21
Ingin lebih tahu
www.bakorsurtanal.go.id
?
Bukalah foto udara pada lampiran 2, dapatkah kamu mengenali berbagai objek yang
tergambar di sana?
Tugas Mandiri observasi
46 Pengindraan Jauh
E. Langkah-Langkah Interpretasi Citra
Untuk mendapatkan data geografi dari hasil pengindraan jauh harus
dilakukan beberapa langkah terlebih dahulu.
1. Deteksi
Deteksi adalah upaya mengetahui benda dan gejala di sekitar
lingkungan kita, dengan menggunakan alat pengindera (sensor). Dengan
adanya data dari pengindraan jauh, untuk mendeteksi benda dan gejala di
sekitar kita, pengindraan tidak perlu secara langsung ke tempat sebenarnya,
cukup melalui foto udara.
2. Identifikasi
Objek yang tergambar pada citra dapat dikenali berdasarkan ciri yang
terekam oleh sensor. Terdapat tiga ciri-ciri utama yang dapat dikenali, yaitu
spektral, spasial, dan temporal. Spektral adalah ciri yang dihasilkan oleh
interaksi antara tenaga elektromagnetik dengan objek yang dinyatakan
dengan rona dan warna. Ciri spatial meliputi bentuk, ukuran, bayangan,
pola, situs, dan asosiasi. Ciri temporal terkait dengan kondisi benda pada
saat perekaman.
3. Pengenalan
Pengenalan adalah proses klasifikasi terhadap objek secara langsung
yang tampak didasarkan pengetahuan lokal atau pengetahuan tertentu.
4. Analisis
Analisis bertujuan untuk mengelompokkan objek yang mempunyai citra
yang sama dengan identitas objek.
5. Deduksi
Deduksi adalah pemrosesan berdasarkan pada bukti yang mengarah
kearah yang lebih khusus. Bukti ini diperoleh dari objek yang tampak
langsung.
6. Klasifikasi
Klasifikasi meliputi deskripsi dari kenampakan yang dibatasi. Hal ini
merupakan interpretasi citra karena pada tahap inilah kesimpulan dan
hipotesis dapat diambil.
7. Idealisasi
Idealisasi merupakan pekerjaan kartograf, yaitu menyajikan hasil
interpretasi citra kedalam bentuk peta yang siap pakai.
Apakah akibat dari kesalahan identifikasi?
Tugas Mandiri analisis
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 47
F. Mengenali Foto Udara
1. Keterangan pada Foto Udara
Begitu banyak citra hasil pengindraan
jauh. Salah satunya adalah pankromatik
atau sering dikenal dengan foto udara.
Ukuran standar dari foto udara ialah 23
x 23 cm. Untuk memudahkan interpretasi
suatu foto udara diperlukan pengetahuan
tentang bagian-bagian pada foto udara
(Gambar 2.13).
a. Tanda Fiducial
Tanda fiducial berfungsi untuk
mengetahui titik prinsipal dari foto udara.
Titik prinsipal foto merupakan titik
tembus dari sumbu kamera pada objek
atau daerah yang direkam. Titik prinsipal
diperoleh dari perpotongan garis dari
b. Nomor Seri
Pada setiap foto udara diberi nomor
registrasi yang berfungsi memberikan informasi
mengenai daerah yang dipotret, tanggal
pemotretan, jalur terbang, dan nomor lembar
foto (Gambar 2.14). Nomor seri ditujukan
untuk mempermudah pengarsipan dan penyusunan
foto udara sewaktu membuat mozaik
foto udara.
c. Tanda Tepi
Untuk menentukan skala dan orientasi
(arah mata angin) maka foto diberi tanda tepi.
Pada foto udara, tanda tepi terdiri atas ketinggian
Sumber: WTC.II_IPEDA/R.2700.NO.21
(a) tinggi terbang, (b) jam terbang, (c) waterpass.
(a) (b) (c)
Tanda
fiducial
Fokus kamera
Nomor seri
Waterpass
Jam terbang
Tinggi terbang
Pemotret/daerah/Tahun/Jalur/nomor foto
tanda fiducial. Perpotongan garis tersebut tergambar dalam bentuk "+" atau
"X". Pada umumnya terdapat empat tanda fiducial pada peta.
Gambar 2.13
Ilustrasi bagian-bagian foto udara.
Sumber:Dokumentasi penerbit, 2006
Gambar 2.14
Nomor seri foto udara.
Gambar 2.15 Sumber: WTC.II_IPEDA/R.2700.NO.21
48 Pengindraan Jauh
terbang, jam terbang, panjang fokus kamera, dan waterpass. Jam terbang
menunjukkan waktu pemotretan sehingga diperoleh arah orientasi.
Misalnya, jam terbang menunjukkan jam 15.00 maka seluruh bayangan
objek yang ada di foto udara mengisyaratkan arah timur. Panjang fokus
kamera dan ketinggian terbang digunakan untuk menentukan skala foto
udara. Waterpass untuk mengetahui kedudukan kamera (Gambar 2.15).
2. Penentuan Skala Foto Udara
Skala pada foto udara merupakan perbandingan jarak dua titik pada
foto udara dan jarak dua titik secara mendatar di lapangan. Untuk
menentukan skala dari foto udara digunakan rumus berikut ini.
S f
H h
..
..
Keterangan
S : skala foto udara
: fokus kamera
H : tinggi pesawat
h : tinggi objek
Contoh soal
Perekaman objek dengan menggunakan kamera yang memiliki panjang
fokus 152 mm, tinggi terbang pesawat 5000 meter di atas permukaan laut,
dan ketinggian objek 1200 meter di atas permukaan laut. Berapakah skala
foto udara?
Jawab
S
f
H h
=
-
S
cm =
-
15 2
500 000 120 000
,
. .
S = 15 2
380 000
,
.
S = 1
25.000
Jadi skala foto udara adalah 1: 25.000
Apabila foto udara tidak mencantumkan ketinggian terbang maka
perhitungan skala dapat ditentukan dengan membandingkan jarak di foto
udara dengan jarak datar di lapangan. Rumus yang digunakan adalah
sebagai berikut.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 49
S Jf
Jl
..
Keterangan
S : skala foto udara
Jf
: jarak di foto
Jl
: jarak di lapangan
Contoh soal
Jarak antara 2 titik pada foto udara 5 cm, sedangkan jarak datar di
lapangan 500 meter maka berapakah skala foto udara tersebut?
Jawab
5
50.000
S cm
cm
..
1
10.000
S ..
Jadi skala foto udara adalah 1: 10.000
Selain membandingkan jarak di foto dan di lapangan, pengukuran skala
foto udara juga dapat dilakukan dengan membandingkan jarak di foto
dengan jarak di peta yang ada skalanya. Rumus yang digunakan adalah
sebagai berikut.
skala peta S Jf
Jl
.. ..
Contoh soal
Pada peta skala 1: 25.000, jarak titik A dan B adalah 2 cm, sedangkan
jarak pada foto udara 4 cm. Berapakah skala foto udara?
skala peta S Jf
Jl
.. ..
4 1
2 25.000
S cm
cm
.. ..
4
50.000
S ..
1
12.500
S ..
Jadi skala foto udara adalah 1: 25.000
50 Pengindraan Jauh
Bukalah foto udara pada lampiran 2, dan jawablah pertanyaan berikut.
1. Dapatkah kamu mengenali jam terbang, ketinggian, fokus, dan waterpass?
2. Berapakah skala foto udara?
3. Buatlah titik prinsipal foto udara tersebut?
Tugas Mandiri studi literatur
G. Contoh Interpretasi Citra Hasil Pengindraan Jauh
Pada pembahasan ini, kalian akan mempelajari bagaimana cara
menginterpretasi sebuah citra. Citra yang akan kita gunakan adalah citra
pankromatik hitam putih (Gambar 2.16).
Gambar 2.16 Sumber: Lillesand dan Kieper, 1979: 68
Foto udara vertikal daerah Langenburg, Jerman. Foto diambil dengan ukuran 230mm x 230mm, skala 1:13.200.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 51
1. Interpretasi Pola Pengaliran
a. Siapkan foto udara atau citra. Citra tersebut akan lebih mudah
diinterpretasi kalau jenisnya berwarna dan berskala besar. Citra
tersebut akan tampak warna dan rona yang bervariasi.
b. Kenali warna yang seragam dan bentuknya memanjang, kadang
berkelak-kelok.
c. Citra tersebut kemudian ditutup dengan plastik bening (transparan),
supaya tidak bergeser, beri isolatif bagian pinggir-pinggirnya.
d. Siapkan spidol transparan permanen dengan warna biru dan
berukuran kecil (F), kemudian mulailah menggambar di atas plastik
transparan dalam bentuk simbol garis mulai dari ujung hulu sampai
hilir dengan segala percabangannya.
e. Tulis hasil interpretasi dengan menggunakan unsur-unsur interpretasi
yang terdiri dari bentuk, ukuran, rona dan warna, tekstur, bayangan,
pola, situs, dan asosiasi (Gambar 2.17).
Gambar 2.17
Contoh interpretasi sungai pada foto udara. Tekstur halus, warna gelap, dan bentuk memanjang maka kesimpulan
objek foto udara adalah sungai. Warna interpretasi sebenarnya untuk sungai adalah warna biru.
Sumber: Lillesand dan Kieper, 1979: 68
52 Pengindraan Jauh
2. Interpretasi Pola Penggunaan Lahan
a. Siapkan foto udara atau citra. Citra tersebut akan lebih mudah
diinterpretasi kalau jenisnya berwarna dan berskala besar. Citra
tersebut akan menampakkan warna dan rona yang bervariasi.
b. Kenali warna yang seragam dan bentuknya memanjang.
c. Citra tersebut kemudian ditutup dengan plastik bening (transparan),
supaya tidak bergeser, beri isolasi bagian pinggir-pinggirnya.
d. Siapkan spidol transparan permanen dengan warna hijau dan
berukuran kecil (F), kemudian mulailah menggambar di atas plastik
transparan dalam bentuk simbol bidang.
e. Tulis hasil interpretasi dengan menggunakan unsur-unsur interpretasi
yang terdiri dari bentuk, ukuran, rona dan warna, tekstur, bayangan,
pola, situs, dan asosiasi (Gambar 2.18).
(a)
(b)
(d)
(c)
Gambar 2.18
Contoh interpretasi penggunaan lahan pada foto udara. (a) Tekstur halus, warna terang maka kesimpulan penggunaan
lahannya adalah ladang yang belum ditanami tanaman. (b) Tektur halus, warna gelap maka kesimpulan penggunaan
lahannya adalah ladang yang sudah ditanami tanaman. (c) Tektur kasar, warna gelap maka kesimpulan penggunaan
lahannya adalah hutan. (d) Tektur kasar, warna random, pola teratur mengikuti jalan maka kesimpulan penggunaan
lahannya adalah permukiman. Warna interpretasi sebenarnya untuk penggunaan lahan adalah warna hijau.
Sumber: Lillesand dan Kieper, 1979: 68
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 53
H. Keunggulan dan Keterbatasan Citra Hasil
Pengindraan Jauh
Walaupun sistem pengindraan jauh banyak diandalkan dalam berbagai
bidang, sistem ini tetap memiliki keunggulan dan kelemahannya
tersendiri.
1. Keunggulan Citra Pengindraan Jauh
a. Menggambarkan Secara Detail
Citra pengindraan jauh menggambarkan objek atau daerah secara
lengkap dengan bentuk dan letak yang mirip kenampakan sebenarnya di
muka bumi. Hal ini menjadikan citra sebagai alat yang baik sekali untuk
pembuatan peta yaitu digunakan sebagai sumber peta, maupun sebagai
kerangka letak. Berdasarkan modelnya, peta merupakan model simbolik,
sedangkan citra merupakan model ikonik karena wujud yang mirip
sebenarnya.
b. Menggambarkan Secara Luas
Tiap lembar citra mencakup daerah yang luas, yaitu setengah bola bumi
bagi citra satelit GMS dan 34.000 km2 bagi citra landsat, sedangkan foto
udara berskala 1:50.000 mencakup 132 km2. Karena pembuatan citra
dilakukan dari ruang angkasa, di dalam cuaca yang buruk pun citra dapat
dibuat dengan cepat meskipun daerah itu sulit dijangkau di lapangan. Pada
daerah yang luas citra memungkinkan pemetaan dan inventarisasi sumber
daya yang lebih cepat dan lebih murah.
c. Menggambarkan Secara Tiga Dimensi
Jenis citra tertentu, khususnya pankromatik hitam putih dapat
memunculkan gambaran tiga dimensional. Pengamatan citra dilakukan
dengan alat yang disebut stereoskop. Keuntungan gambaran tiga
dimensional yaitu sebagai berikut.
1) Memudahkan pengenalan objek.
2) Memungkinkan pengukuran beda tinggi dan lereng yang merupakan
variabel penting dalam evaluasi lahan.
3) Relief tampak lebih jelas karena adanya pembesaran skala tegak.
Jika objek yang akan diinterpretasi adalah jalan, baik itu jalan utama maupun jalan
setapak, bagaimanakah cara kalian mengenalinya dan warna apakah yang dapat mewakili
kenampakan jalan pada foto udara?
Tugas Mandiri analisis
54 Pengindraan Jauh
4) Memungkinkan pengukuran volume, contohnya volume tanah yang
harus digali dan diisikan dalam pembangunan jalan dan volume waduk
yang akan dibangun.
d. Menggambarkan Secara Cepat
Penggunaan citra merupakan satu-satunya cara menetapkan daerah
bencana seperti daerah yang sedang dilanda banjir dan gempa bumi secara
cepat (Gambar 2.19). Selain itu, pembuatan citra dapat dilakukan dalam
periode ulang yang pendek yaitu 16 hari bagi citra Landsat IV, tiap 6 jam
bagi citra satelit cuaca NOAA, dan tiap setengah jam bagi citra satelit GMS.
Karakteristik objek yang tak tampak dapat diperoleh dalam bentuk citra,
sehingga dimungkinkan pengenalannya. Contohnya, kota yang tak tampak
pada malam hari dapat direkam berdasarkan beda suhu objeknya, yaitu
dengan menggunakan tenaga gelombang termal. Air panas dapat dikenali
dengan rona lebih cerah dibandingkan air dingin pada citra inframerah termal.
Bentuk samaran dapat dideteksi dengan menggunakan foto berwarna semu.
2. Keterbatasan Citra Pengindraan Jauh
a. Tidak semua data dapat disadap. Objek atau gejala yang tidak dapat
disadap misalnya migrasi, susunan penduduk, dan produksi pertanian.
Hal ini dikarenakan data yang didapat pada citra terbatas pada data
objek atau gejala yang tampak langsung pada citra. Data yang dapat
disadap, misalnya jenis tanah, jenis batuan, air tanah, kualitas
perumahan, dan pencemaran air.
b. Ketelitian interpretasi citra sangat tergantung pada kejelasan wujud
objek dan karakteristik citra yang digunakan.
Gambar 2.19
Citra satelit Nangroe Aceh Darussalam, sebelum dan sesudah gempa dan tsunami.
Sumber: www.indosiar.com
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 55
Carilah informasi dari berbagai literatur tentang penggunaan teknologi pengindraan jauh
di berbagai bidang!
Tugas Mandiri studi literatur
I. Pemanfaatan Pengindraan Jauh
1. Bidang Penggunaan Lahan
Inventarisasi penggunaan lahan penting dilakukan untuk mengetahui
apakah penggunaan lahan yang dilakukan oleh aktivitas manusia sesuai
dengan potensi ataupun daya dukung lahan. Penggunaan lahan yang sesuai
akan memperoleh hasil yang baik dan tidak membahayakan lingkungan.
Teknologi hasil pengindraan jauh mampu memberikan informasi penggunaan
lahan (Gambar 2.20) sehingga dalam pemanfaatan lahan tersebut benarbenar
sesuai dengan peruntukkannya. Satelit yang digunakan untuk mengamati
penggunaan lahan di muka bumi ialah Landsat (Land resources satellite).
Gambar 2.20
Landsat digital data yang berisi penggunaan lahan di Washington D.C. dalam skala 1:400.000. Permukiman
ditunjukkan dalam warna biru, industri dan komersial ditunjukkan dalam warna merah, hutan dan taman ditunjukkan
dalam warna hijau, air ditunjukkan warna abu-abu, kemudian lahan yang terpolusi ditunjukkan warna kuning.
Sumber: Lillesand dan Kieper, 1979: Plate XVI
56 Pengindraan Jauh
2. Bidang Kehutanan
Bidang kehutanan berkenaan dengan pemanfaatan hutan dengan
segala manfaatnya seperti kayu, dan hasil ikutannya. Kegiatan pemanfaatan
hutan harus dikendalikan agar konsep kerlanjutan pemanfaatan hutan dapat
diwujudkan. Teknologi pengindraan jauh dapat memberi informasi kondisi
fisik hutan. Indraja juga mampu menginformasikan perubahan yang terjadi
pada tata guna hutan. Satelit yang berfungsi mengamati tata guna hutan
ialah ERS (Earth Resources Satellite).
3. Bidang Hidrologi
Manfaat pengindraan jauh di bidang hidrologi meliputi tiga aspek.
Pertama, pemantauan daerah aliran sungai dan konservasi sungai. Ke dua,
pemetaan sungai dan studi sedimentasi. Ke tiga, pemantauan luas daerah
dan intensitas banjir.
4. Bidang Pembuatan Peta
Pembuatan peta dengan mendasarkan teknologi pengindraan jauh akan
memberi keuntungan, misalnya kecepatan dalam penyelesaian peta maupun
kesesuaian bentuk peta dengan bentuk sebenarnya di permukaan bumi. Hal
tersebut dikarenakan citra merupakan gambaran nyata di permukaan bumi,
sedangkan peta biasa dibuat berdasarkan generalisasi dan seleksi bentang
alam maupun buatan manusia. Foto udara merupakan salah satu hasil
teknologi indraja yang bermanfaat di bidang pemetaan.
5. Bidang Meteorologi
Meteosat (Meteorological Satelllite) dam Satelit Aqua adalah dua satelit
yang berfungsi mengamati perilaku cuaca di muka bumi. Adapun manfaat
pengindraan jauh di bidang meteorologi adalah sebagai berikut.
a. Mengamati iklim suatu daerah melalui pengamatan tingkat keadaan
awan dan kandungan air dalam udara.
b. Membantu analisis cuaca dan peramalan dengan cara menentukan daerah
tekanan tinggi dan tekanan rendah serta daerah hujan badai dan siklon .
c. Mengamati sistem pola angin.
6. Bidang Oseanografi
Pengamatan keadaan laut di muka bumi dilakukan oleh Satelit MOS
(Marine Observation Satellite) dan Seasat. Di bidang oseanografi manfaat
pengindraan jauh adalah sebagai berikut.
a. Melakukan studi perubahan pantai, erosi, dan sedimentasi.
b. Mengamati pasang surut dan gelombang laut (tinggi, arah, dan
frekuensi).
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 57
c. Mengamati sifat fisik air laut, seperti suhu permukaan, arus permukaan,
dan salinitas air laut.
d. Mencari lokasi upweling (naiknya arus dari laut dalam), singking
(turunnya arus dari laut dangkal), dan distribusi suhu permukaan.
7. Bidang Geofisika Bumi
Kondisi geofisika bumi senantiasa diamati oleh satelit GOES (Geo
Stasionery Operational Environmental Satellite) dan satelit TIROS (Thermal
Infrared Observation Satellite). Berikut ini beberapa manfaat pengindraan
jauh di bidang fisika bumi.
a. Melakukan pemetaan permukaan, di samping pemotretan dengan
pesawat terbang dan menggunakan aplikasi GIS.
b. Melakukan pemantauan pencemaran udara dan pencemaran laut.
c. Melakukan pemantauan pencemaran laut dan lapisan minyak.
d. Menentukan struktur geologi dan macam batuan.
e. Melakukan pemantauan daerah bencana, pemantauan aktivitas
gunung api, dan pemantauan persebaran abu vulkanik.
f. Melakukan pemantauan distribusi sumber daya alam.
Pengindraan jauh juga bermanfaat di bidang geologi, dapatkah kamu memperkirakan
apa saja manfaat pengindraan jauh di bidang tersebut?
Tugas Mandiri studi literatur
Kilas Geografi
Henry Hess (1906-1969) merupakan seorang ahli geologi Amerika.
Selama Perang Dunia II, Hess bekerja pada sebuah kapal selam dan membuat
topografi dasar laut. Beliau kemudian menemukan bahwa panas yang mengalir
di dalam bumi ternyata jauh lebih besar daripada perkiraan manusia.
Tahun 1960, beliau mengungkapkan penemuannya bahwa dasar laut
masih berumur muda karena batu magma di selimut Bumi terus menerus
meningkat kemudian menghablur di lereng tanggul dasar samudera. Menurut
pendapatnya, dasar laut bergerak menjauhi tanggul dasar samudera dan hilang
di dalam lapisan parit laut yang mengelilingi Samudera Pasifik.
Henry Hess
58 Pengindraan Jauh
Pe l a t i h a n Bab2
Kerjakanlah di buku tugasmu!
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Pengindraan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang
objek, daerah, gejala dengan jalan menganalisa data yang diperoleh dengan alat
(sensor) tanpa ada kontak langsung dengan terhadap objek, daerah atau gejala
yang dikaji, batasan tersebut dikemukakan oleh ....
a. Lilies and Kiefer
b. Simonett
c. Lindgren
d. Hornby
e. Vink
2. Dalam bahasa perancis pengindraan jauh disebut ....
a. remote sensing
b. perseption remote
c. femmerkiindung
d. lanscaft
e. teledetection
3. Sensor yang digunakan untuk pembuatan foto udara adalah ....
a. pesawat udara
b. kamera
c. satelit
d. roket
e. citra
R angkuman
1. Pengindraan jauh adalah ilmu dan seni untuk mendapat informasi
permukaan bumi dengan cara menganalisis gambaran permukaan bumi
tanpa kontak langsung dengan objek permukaan bumi tersebut.
2. Dalam pengindraan jauh, terdapat beberapa komponen yang saling
berhubungan, yaitu: tenaga, atmosfer, objek, interaksi antara tenaga
dengan objek, sensor, perolehan data, dan pengguna data (User)
3. Hasil teknologi pengindraan jauh terdiri dari citra foto dan citra non foto.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 59
4. Berikut ini yang bukan merupakan komponen pengindraan jauh adalah ....
a. sumber tenaga
b. Digitizer
c. satelit
d. interaksi antara tenaga dan objek
e. sensor
5. Alat yang berfungsi sebagai perekam atau pemantau objek yang dikaji
dinamakan ....
a. wahana
b. atmosfer
c. sensor
d. radar
e. citra
6. Dilihat dari luas daerah yang dipantau, makin tinggi wahana akan semakin ....
a. baik hasilnya
b. luas hasilnya
c. jelas hasilnya
d. jelek hasilnya
e. sempit hasilnya
7. Di dalam citra foto, jika foto dibuat dengan sumbu kamera menyudut dengan
terhadap garis tegak lurus permukaan bumi maka hasilnya disebut ....
a. foto ortokromatik
b. foto jamak
c. foto pankromatik
d. foto condong
e. foto tunggal
8. Tingkat kegelapan atau kecerahan objek pada citra dalam wujud hitam putih
adalah ....
a. rona
b. konfergensi bukti
c. bayangan
d. asosiasi
e. situs
9. Lembaga yang bertugas mengadakan pengukuran dan pembuatan peta di
wilayah indonesia adalah ....
a. LAPAN
b. Jawatan topografi angkatan darat
c. Bakosurtanal
d. LIPI
e. BATAN
60 Pengindraan Jauh
Tugas Portofolio
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas : XII (Dua belas)
Pokok Bahasan : Pengindraan Jauh
Tema : Interpretasi Foto Udara
Kerjakanlah bersama kelompok belajarmu!
Foto udara adalah salah satu sumber penting dalam pembuatan peta.
Langkah-langkah kerja
1. Bukalah lampiran 2 pada buku ini, di sana kalian akan menemukan gambar
sebuah foto udara dalam ukuran dan bentuk aslinya.
2. Buatlah dua peta dari foto udara tersebut di atas plastik transparan (plastik mika).
a. Peta Jalan (Transportasi)
b. Peta Penggunaan Lahan
3. Buatlah simbol yang jelas agar peta yang kalian buat dapat terbaca dengan mudah.
Misalnya, jalan dengan warna merah dan penggunaan lahan dengan warna hijau.
4. Agar lebih mudah, ikutilah tahapan-tahapan dalam menginterpretasi peta
seperti yang telah diuraikan dalam pokok bahasan Pengindraan Jauh.
5. Jangan lupa untuk menyertakan komponen kelengkapan peta.
6. Simpan hasil karya kalian, karenakan akan digunakan dalam tugas yang
akan datang.
10. Sensor yang digunakan untuk foto udara adalah ....
a. pesawat udara
b. satelit
c. radar
d. kamera
e. roket
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1. Diketahui jarak titik A ke B pada foto udara adalah 4 cm, sedangkan jarak di
lapangan 200 m. Berapakah skala foto udara?
2. Pada peta yang skalanya 1 : 50.000 jarak D ke E adalah 3 cm, sedangkan pada
foto udara 6 cm. Berapakah skala foto udara?
3. Jelaskan manfaat teknologi pengindraan jauh dalam bidang klimatologi!
4. Jelaskan manfaat teknologi pengindraan jauh dalam bidang pemetaan!
5. Apakah yang dimaksud dengan rona dan tekstur pada foto udara?
Sistem Informasi
Geografis
Pada pembahasan Sistem Informasi Geografi kalian akan
mengetahui apa yang dimaksud dengan sistem informasi
geografis, mengenal komponen-komponen yang ada di
dalamnya dan membuat aplikasi SIG secara sederhana.
Seluruh detik dalam
kehidupan kita
terbentuk atas hubungan
dari berbagai sistem.
Seiring dengan kemajuan
ilmu pengetahuan ,
teknologi, dan sains
kebutuhan manusia akan
beragam informasi terus
meningkat dan inilah
yang coba diberikan oleh
SIG.
3
Bab
62 Sistem Informasi Geografi
Berikut ini kata-kata yang menjadi inti materi pada pembahasan Sistem Informasi Geografis (SIG)
Kata kunci
Sistem Informasi Geografis, informasi, input, pengolahan, output, layers
Guna membantu kalian memahami alur pemikiran bab ini, perhatikan peta konsep berikut
Peta konsep
Sistem
Informasi
Geografis (SIG)
Definisi SIG
Proses Kerja SIG
Komponen SIG
Perangkat Keras (hardware),
Perangkat Lunak (software),
Manusia (user)
Pemanfaat SIG
Pemanfaatan SIG
Perencanaan Pembangunan,
Inventarisasi SDA, Pemasaran
Produk Industri
Cara Manual, Cara Modern
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 63
A. Definisi Sistem Informasi Geografis
Munculnya Sistem Informasi Geografis (SIG) tidak terlepas dari
kebutuhan manusia terhadap informasi geografis seperti persebaran
penduduk, tingkat perkembangan ekonomi masyarakat, distribusi sumber
daya makanan, dan informasi geografis lainnya yang semakin besar.
Kebutuhan tersebut harus cepat disajikan dan dapat langsung dimanfaatkan
oleh yang bersangkutan. Dahulu, kebutuhan akan informasi geografis
biasanya disajikan dalam bentuk peta manual dengan informasi bermacammacam
tetapi terpisah, tetapi kini berkat SIG, berbagai informasi gegrafis
dapat disajikan secara terpadu (Gambar 3.2)
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, teknik
pembuatan peta tidak lagi dilakukan secara konvensional, yaitu dikerjakan
dengan tangan dan mengandalkan kejelian mata. Akan tetapi, saat ini sudah
dikembangkan dengan menggunakan komputer sehingga proses pembuatan
peta menjadi lebih mudah dan cepat. Penggunaan Sistem Informasi
Geografis meningkat tajam sejak tahun 1980-an. Peningkatan pemakaian
sistem ini terjadi di kalangan pemerintah, militer, akademis, atau bisnis,
terutama di negara-negara maju.
BAKORSURTANAL (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional)
menjabarkan SIG sebagai kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras
komputer, perangkat lunak, data geografi, dan personal yang didesain untuk
memperoleh, menyimpan, memperbaiki, memanipulasi, menganalisis, dan
menampilkan semua bentuk informasi yang bereferensi geografi. Menurut
Burrough P.A (1986), SIG adalah alat yang bermanfaat untuk mengumpulkan,
penimbunan, pengambilan kembali data yang diinginkan, serta pengubahan
dan penayangan data keruangan yang berasal dari kenyataan dunia.
Pemerintah Kanada adalah instansi pertama
yang membangun Sistem Informasi Geografis
(SIG) pada tahun 1960 untuk menganalisis koleksi
data-data yang dimiliki Badan Inventaris Lahan
Kanada. Selanjutnya, badan-bandan pemerintah
dan laboratorium juga membangun sistem yang
sama. Walaupun demikian, penggunaan SIG tidak
meluas hingga akhir tahun1970-an. Penggunaan
SIG meluas dan memasyarakat mulai tahun 1980-
an seiring dengan meluasnya penggunaan komputer.
Kian terjangkaunya harga komputer saat ini, turut
menjadi faktor pendukung meluasnya penggunaan
SIG di segala bidang. Di awal tahun 1990-an
sekitar 100.000 Sistem Informasi Geografis telah
digunakan (Gambar 3.1).
Sumber: www.tripod.com
Gambar 3.1
Hingga saat ini, penggunaan SIG semakin
memasyarakat dan membuatnya semakin
mudah untuk digunakan.
64 Sistem Informasi Geografi
Dari paparan pengertian di atas dapat
kita simpulkan bahwa SIG merupakan
sistem (unsur-unsur yang saling mendukung)
informasi (fisik dan sosial), dan geografi (fenomena
yang terjadi baik pada lapisan
atmosfer, litosfer, hidrosfer, biosfer, dan
atmosfer). Inti SIG adalah proses pengumpulan,
pengolahan, dan penyajian data menjadi
informasi yang akurat, mudah dipahami,
dan bermanfaat bagi para pengguna informasi
tersebut.
Temukanlah beragam pengertian Sistem Informasi Geografis dari berbagai literatur!
Jangan lupa untuk menuliskannya dalam buku catatanmu!
Tugas Mandiri studi literatur
Prinsip pengerjaan SIG yang paling
dasar adalah bekerja berdasarkan
kumpulan layers.
Eureka
Diskusikan dengan guru informatikamu atau
guru komputermu mengenai softwaresoftware
yang dapat digunakan dalam
aplikasi SIG.
Diskusi Lintas Ilmu
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
Gambar 3.2
Salah satu bentuk hasil output Sistem Informasi Geografis yaitu peta permukiman berdasarkan etnik di kota Los
Angeles, USA.
Asia
Kulit hitam
Portugal
Kulit putih
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 65
B. Komponen Sistem Informasi Geografis
SIG merupakan sistem, sehingga terdapat komponen-komponen yang
saling berkaitan dan mendukung. Pada dasarnya komponen-komponen
tersebut dapat dibedakan menjadi dua, yaitu perangkat keras dan perangkat
lunak, tetapi peran manusia sebagai pengelola sangat penting, sehingga
komponen SIG secara lengkap terdiri atas perangkat keras (hardware),
perangkat lunak (software), dan manusia.
1. Perangkat keras (hardware), yaitu komponen SIG yang berupa
perlengkapan yang mendukung kerja SIG. Perangkat keras ini terdiri
dari seperangkat komputer seperti CPU, monitor, printer, digitizer,
scanner, plotter, CD Room, floopy, dan flashdisk. Perangkat keras lain
yang digunakan adalah plastik transparan dan ballpoin warna transparan.
2. Perangkat lunak (software), yaitu komponen SIG yang berupa programprogram
yang mendukung kerja SIG, seperti input data, proses data,
dan output data, di samping program kerja seperti Mapinfo, Arcview,
dan sebagainya.
3. Komponen manusia sebagai pengguna, yaitu pelaksana yang bertanggungjawab
dalam proses pengumpulan, proses, analisis, dan publikasi
data geografis.
Dalam SIG terdapat berbagai peran dari berbagai unsur, baik manusia
sebagai ahli dan sekaligus operator, perangkat alat (lunak/keras) maupun
objek permasalahan. SIG adalah sebuah rangkaian sistem yang
memanfaatkan teknologi digital untuk melakukan analisis spasial. Sistem
ini memanfaatkan perangkat keras dan
lunak komputer untuk melakukan pengolahan
data-data berikut ini.
1. Perolehan dan verifikasi
2. Kompilasi
3. Penyimpanan
4. Pembaruan dan perubahan
5. Manajemen dan pertukaran
6. Manipulasi
7. Penyajian
8. Analisis
Pemanfaatan SIG secara terpadu
dalam sistem pengolahan citra digital adalah
untuk memperbaiki hasil klasifikasi citra.
Dengan demikian, peranan teknologi SIG
dapat diterapkan pada operasionalisasi
pengembangan teknologi pengindraan jauh.
Bagian Vegetasi
Bagian Jalan
Bagian Ketinggian
Bagian Bangunan
Gambar 3.3 Sumber: Dokumentasi penerbit, 2006
Layers, prinsip kerja SIG yang paling mendasar
adalah memadukan berbagai informasi dalam bentuk
layers untuk membentuk informasi baru.
66 Sistem Informasi Geografi
Hasil analisis SIG pada akhirnya berupa peta komposit yaitu peta akhir
yang menyajikan informasi secara lengkap (Gambar 3.3). Meskipun samasama
peta, tetapi antara SIG dengan peta mempunyai perbedaan yang
ditandai dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kekurangan dan
kelebihan antara SIG dan pemetaan manual disajikan dalam tabel 4.1
Tabel 4.1
Perbandingan Kelebihan dan Kekurangan antara Peta dan SIG
Unsur
Kekurangan
Peta
a. Bahan tidak stabil
b. Biaya tinggi waktu updating
c. Format ruwet
d. Memakan tempat penyimpanan
e. Susah untuk memperbaharui
Sistem Informasi Geografis
a. Biaya tinggi serta pemeliharaan terus menerus.
b. Biaya tinggi untuk data awal.
c. Perlu keahlian khusus
d. Kompatibilitas data sulit
e. Output hard copy dalam skala peta mahal
Kelebihan a. Mudah untuk dibawa
b. Mudah untuk dipakai
c. Bentuk standar
d. Umum
e. Teknologi biasa
a. Sangat efisien untuk lapisan peta yang baik
b. Cepat untuk cek update
c. Pemeliharaan data per unit murah
d. Data atribut dan peta mudah dimanipulasi
dengan mudah
e. Interaktif antara peta dan komputer
Temukanlah dari berbagai literatur lainnya kelebihan dan kekurangan SIG! Jangan lupa
untuk mencatatnya pada buku catatanmu!
Tugas Mandiri studi literatur
C. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis
1. Perencanaan Pembangunan
Sebagai negara berkembang, negara kita terus mengalami proses
pembangunan. Pembangunan merupakan konsekuensi tanggung jawab
negara dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Agar
pembangunan tersebut bisa berlangsung dengan baik, lancar, dan tepat
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 67
sasaran maka dibutuhkan data informasi yang akurat. Data-data yang
disediakan oleh SIG dapat dijadikan acuan agar proses pembangunan dapat
berlangsung sesuai yang diharapkan. Berikut ini dua contoh manfaat SIG
dalam perencanaan pembangunan.
a. Perencanaan pembangunan bendungan dengan memperhitungkan
faktor-faktor:
1) luas genangan air dan volume air;
2) luas desa yang tergusur;
3) luas lahan pertanian yang tergenang air;
4) volume urukan untuk membendung;
5) debit masuk dan keluarnya volume air;
6) luas lahan pertanian yang akan dialiri;
7) rencana pembuatan pembangkit listrik;
8) rencana pembangunan jalan di sekitarnya;
9) dampak pembangunan bendungan di masa yang akan datang.
b. Permukiman transmigrasi, yaitu:
1) penentuan lokasi berdasarkan lokasi pemukiman yang telah ada;
2) penentuan lokasi berdasarkan kesuburan lahan pertanian;
3) lokasi rumah-rumah untuk pemukiman transmigran;
4) rencana jaringan jalan dan pembuatan jembatan;
5) rencana jaringan irigasi;
2. Inventarisasi Sumber Daya Alam
Proses pembangunan membutuhkan ketersediaan sumber daya alam.
Informasi tentang sumber daya alam secara cepat dan akurat sangat
dubutuhkan untuk mendukung proses pembangunan. Dengan bantuan
perkembangan teknologi SIG dapat mendukung menyediakan informasi
tentang sumber daya alam. Adapun manfaat SIG dalam inventarisasi
sumber daya alam adalah sebagai berikut.
a. Inventarisasi sumber daya air, terutama jumlah distribusi dan kualitas
air, baik air permukaan maupun air tanah.
b. Inventarisasi sumber daya lahan yang terdapat di suatu daerah
terutama mengenai ketersediaan, kesesuaian, dan kemampuan lahan
dalam mendukung proses pembangunan.
c. Inventarisasi sumber daya mineral, yaitu informasi tentang jenis,
kualitas, cadangan, dan persebaran mineral sebagai salah satu faktor
penting dalam proses pembangunan.
d. Inventarisasi sumber daya hutan, yaitu informasi yang meliputi luas,
jenis, perkembangan, pemanfaatan, dan kerusakan hutan.
68 Sistem Informasi Geografi
e. Inventarisasi sumber daya laut, yaitu informasi tentang kandungan,
permasalahan, dan pemanfaatan laut sebagai basis sumber daya
pembangunan.
3. Pemasaran Produk Industri
Perkembangan teknologi informasi semakin cepat dan terbuka sehingga
mendorong ketatnya persaingan dalam bidang pemasaran produk. Dalam
situasi seperti ini perusahaan harus mampu mengemas pemasaran secara
efektif, efisien, murah, dan cepat. Untuk tujuan tersebut perusahaan harus
mempunyai data lengkap dan akurat mengenai hal-hal berikut ini.
a. Data jumlah penduduk.
b. Data persebaran penduduk.
c. Data kondisi ekonomi penduduk.
d. Data tren konsumsi masyarakat.
e. Data pusat-pusat kerumunan masyarakat, dan sebagainya.
Dengan analisis yang baik SIG akan mampu membantu perusahaan
untuk memasarkan produknya secara baik.
D. Proses dalam Sistem Informasi Geografis
1. Cara Manual (Konvensional)
Cara ini dilakukan dengan pengolahan data melalui perhitunganperhitungan
dengan menggunakan alat bantu sederhana. Ketepatan dan
ketelitian hasil yang diperoleh selain bergantung kepada ketepatan dan
ketelitian data yang terkumpul, juga bergantung kepada keterampilan dan
ketelitian orang yang mengolah data tersebut.
2. Cara Modern
Cara modern dilakukan melalui pengolahan data melalui komputer
sehingga pengolahan data dapat diselesaikan lebih cepat dan ketelitian
hasilnya juga lebih tinggi. Komputerisasi dalam SIG dipastikan dapat
memberikan berbagai keunggulan.
a. Pengolahan data lebih mudah dan cepat.
b. Jika terjadi kesalahan dalam memasukkan, data mudah di update.
c. Jika membutuhkan data yang terdahulu, data yang dimaksud mudah
dicari.
d. Data lebih aman karena dapat dikunci dengan kode atau secara fisik.
e. Penyimpanan data lebih hemat dan ringkas.
f. Mudah dibawa atau dipindahkan.
g. Relatif murah.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 69
Pemrosesan kerja dalam SIG (Gambar 3.4) adalah sebagai berikut.
1. Kegiatan Input Data SIG
Data dalam SIG dibedakan menjadi
dua, yaitu data grafis dan data
non-grafis. Data grafis adalah data
yang disimpan dalam bentuk titik,
garis, dan area. Data tersebut merupakan
kenampakan yang dapat dilihat
dalam bentuk titik koordinat, simbol,
dan tata nama. Data non-grafis adalah
data yang menunjukkan karakteristik,
kualitas, serta keterkaitan antar kenampakan
dalam peta atau data grafis.
Berdasarkan sumbernya, data SIG
dapat dibedakan menjadi tiga bagian.
a. Data lapangan/terristris, yaitu
pengumpulan data yang diperoleh
langsung dari pengukuran lapangan.
Misalnya pengukuran pH
tanah, salinitas air, curah hujan
suatu wilayah, sensus penduduk,
dan sebagainya.
b. Data peta, yaitu informasi yang terekam pada peta kertas atau film,
kemudian dikonversikan kedalam bentuk digital. Misalnya peta geologi,
peta tanah, peta kemiringan lereng, peta kependudukan, dan sebagainya.
Apabila data sudah terekam dalam bentuk peta, kita tidak lagi
memerlukan data lapangan, kecuali untuk pengecekan kebenarannya.
c. Data citra pengindraan jauh, yaitu pengumpulan data berupa foto udara
atau citra satelit. Dapat diintepretasikan terlebih dahulu sebelum
dikonversikan kedalam bentuk digital, sedangkan citra yang diperoleh
dari satelit dalam bentuk digital dapat langsung digunakan setelah
diadakan koreksi sebelumnya.
Cara memasukkan data ke dalam SIG dapat dilakukan melalui tiga
cara, yaitu penyiaman, digitasi, dan tabulasi. Penyiaman (scanning) adalah
proses mengubah data grafis kontinu menjadi data grafis diskrit yang terdiri
atas sel-sel penyusun gambar.
Digitasi merupakan proses pengubahan data grafis analog menjadi data
grafis digital dalam struktur vektor. Tabulasi adalah proses memasukkan data
atribut SIG dengan pembuatan tabel. Pembuatan tabel dalam SIG sangat
penting karena tidak semua data SIG dalam bentuk grafis, tetapi ada juga
yang berbentuk non-grafis.
Gambar 3.4 Sumber: Dokumentasi penerbit, 2006
Skema proses kerja Sistem Informasi Geografis, yaitu
kombinasi kerja antara hardware, software, pengumpulan
data dan informasi, serta manajemen data atau pengguna.
70 Sistem Informasi Geografi
2. Kegiatan Penyimpanan dan Pemrosesan Data
Kegiatan penyimpanan merupakan proses pengaturan dan penyimpanan
data input yang ditempatkan pada posisi-posisi tertentu agar data tersebut
sewaktu-waktu dapat diproses tanpa mengalami kesulitan. Data tersebut
kemudian diproses sesuai dengan tujuan yang direncanakan untuk
menghasilkan data baru hasil pengolahan SIG. Pengolahan data secara
manual dilaksanakan dengan menggunakan cara overlay (tumpangsusun).
Pengolahan dengan komputer dilakukan dengan menggunakan programprogram
yang sesuai kebutuhan.
3. Kegiatan Pelaporan Data
Kegiatan pelaporan data merupakan proses menampilkan hasil
pengolahan data setelah sebelumnya dianalisis. Data yang ditampilkan
dapat berupa peta, tabel, grafik, atau video.
4. Kegiatan Transformasi Data
Transformasi data merupakan proses analisis dan pembaharuan data
yang telah diolah sebelum data ini digunakan oleh pengguna. Kegiatan ini
berlangsung terus menerus, artinya hasil SIG suatu ketika akan mengalami
pembaharuan sesuai dengan situasi dinamis obyek.
SIG mempunyai beberapa kemampuan analisis spasial yang utama,
di antaranya adalah sebagai berikut.
a. Analisis tumpang susun (overlay) untuk mengetahui daerah yang diliputi
oleh dua karakteristik dari tema yang berbeda.
b. Analisis overlay untuk mengetahui perubahan batas dari waktu ke
waktu.
c. Analisis sebaran/distribusi dari suatu objek untuk mengetahui variasi
pola dan jumlah atribut terhadap ruang.
d. Analisis aliran (flow) di dalam suatu jaringan untuk menganalisis pola
aliran. Misalnya jalan raya dan sungai.
e. Analisis tiga dimensi, yaitu analisis yang menampilkan tiga dimensi
untuk lebih memudahkan pengguna dalam memanfaatkan hasil SIG.
5. Kegiatan Interaksi dengan Pengguna Data (User)
Interaksi merupakan proses akhir dalam tahapan-tahapan SIG, di
mana data yang telah dikumpulkan dan diolah hasilnya akan digunakan
dalam bidang tertentu. Contohnya ketika seorang pengembang perumahan
membutuhkan data akhir tentang kesesuaian lahan untuk permukiman.
Data kesesuaian lahan merupakan proses akhir SIG yang mengkombinasikan
informasi-informasi ketersediaan air tanah, kemiringan lereng,
dan gerakan tanah.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 71
R angkuman
1. Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah suatu sistem yang mengorganisir
perangkat keras, perangkat lunak, dan data geografis untuk mendayagunakan
sistem penyimpanan, manipulasi (updating), analisis, dan penyajian seluruh
bentuk informasi geografi.
2. Komponen SIG terdiri atas perangkat keras, perangkat lunak, dan
komponen manusia.
3. Perangkat keras (hardware), yaitu komponen SIG yang berupa
perlengkapan yang mendukung kerja SIG.
4. Perangkat lunak (software), yaitu komponen SIG yang berupa programprogram
yang mendukung kerja SIG
5. Komponen manusia, yaitu pelaksana yang bertanggung jawab dalam proses
pengumpulan, proses, analisis, dan publikasi data geografis.
6. Sistem ini memanfaatkan perangkat keras dan lunak komputer untuk
melakukan pengeolahan data seperti perolehan dan verifikasi, kompilasi,
penyimpanan, pembaruan dan perubahan, manajemen dan pertukaran,
manipulasi, penyajian, dan analisis.
Carilah informasi mengenai instansi-instansi yang menggunakan aplikasi SIG!
Tugas Mandiri studi literatur
Kilas Geografi
James Cook (1728-1779) merupakan pelaut Inggris dan penjelajah dunia.
Lahir di Yorkshire, Inggris tahun 1728. Beliau mulai bekerja di perusahaan
perkapalan pada usia 18 tahun. Akhir musim panas tahun 1768 beliau menjadi
kapten kapal dan memimpin sejumlah ekspedisi ke Samudra Pasifik. James
Cook adalah orang Eropa pertama yang berlayar lebih jauh ke selatan dan
menemukan Australia dan Selandia Baru. Sepanjang perjalanannya Beliau
selalu membuat peta dan mencata setiap peristiwa secara rinci. Akhir hidup
beliau begitu tragis, yaitu tewas terbunuh di Kepulauan Sandwich, Hawaii.
James Cook
72 Sistem Informasi Geografi
Pe l a t i h a n Bab3
Kerjakanlah di buku tugasmu!
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Pengumpulan, pengaturan, pengelolaan, penyimpanan sampai penyediaan
sistem data disebut ....
a. statistik
b. matematika
c. geografi komunikasi
d. ilmu geografi
e. Sistem Informasi Geografis (SIG)
2. Subsistem dasar pengolahan dan penyimpanan data geografi disebut ....
a. deskripsi parsial
b. Database Management Subsystem (DBMS)
c. data terestris konvensional
d. analisis proses
e. subsistem input
3. Perangkat keras (hardware) yang menunjang sistem olah data SIG adalah ....
a. radio
b. headset
c. traktor
d. speaker
e. personal computer (PC)
4. Komponen yang menyuplai aktivasi SIG adalah ....
a. ilwis
b. traktor
c. digitzet
d. VCD
e. tape drive
7. Pemanfaatan SIG antara lain dalam perencanaan pembangunan,
inventarisasi sumber daya alam, dan pemasaran produk industri.
8. Pengolahan data dalam SIG dapat dilaksanakan dengan dua cara, yaitu
dengan cara manual dan menggunakan komputer.
9. Proses kerja SIG yaitu kegiatan input data SIG, kegiatan penyimpanan
dan pemrosesan data, kegiatan pelaporan data, kegiatan transformasi
data, dan kegiatan interaksi dengan user atau pengguna data.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 73
5. Yang tidak termasuk hasil input data Sistem Input Data (SIG) adalah ....
a. peta dan label
b. foto udara dan citra satelit
c. foto rontgen dan fosil
d. peta dan citra satelit
e. hasil teori lapangan
6. Berikut ini instansi primer yang tidak memanfaatkan dan mengembangkan
Sistem Informasi Geografis adalah ....
a. Lapan
b. Pusdata PU
c. Departemen Kehutanan
d. Badan Pusat Statistik (BPS)
e. Bulog
7. Data Sistem Informasi Geografis (SIG) yang berkaitan dengan tempat dan lokasi
dimuka Bumi termasuk data ....
a. deskriptif parsial
b. atribut
c. keruangan
d. alternatif
e. pilihan
8. Sistem Informasi Geografis (SIG) yang menunjang building plann di bidang
lingkungan hidup adalah ....
a. pemetaan penggunaan lahan
b. perencanaan kota dan data yang berkaitan dengan tata ruang
c. pemetaan geologi untuk penanggulangan bencana alam
d. pantauan garis pantai dan abrasi
e. penempatan pedagang kaki lima
9. Yang tidak termasuk input data Sistem Informasi Geografis (SIG) yang
mendukung data pada departemen kesehatan adalah ....
a. pemetaan desa yang terjangkit suspek flu burung
b. perencanaan ploting puskemas
c. check point korban bencana alam
d. peta persebaran penderita kusta
e. pemetaan campuran
10. Analisis garis dan bidang dalam SIG dapat digunakan untuk menentukan wilayah
dalam radius tertentu, misalnya daerah ....
a. rawan gempa dan rawan penyakit
b. rawan kriminalitas
c. persebaran mall
d. jenuh air
e. titik badai
74 Sistem Informasi Geografi
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1. Apa yang dimaksud dengan Sistem Informasi Geografis (SIG)? Uraikan
penyuplai sumber datanya!
2. Bagaimanakah cara kerja perangkat lunak (software) dan perangkat keras
(hardware) pada Sistem Informasi Geografis (SIG)?
3. Sebutkan lembaga-lembaga primer yang banyak menggunakan input data Sistem
Informasi Geografis (SIG) dan sebutkan masing-masing fungsinya?
4. Jelaskan pengertian Personal Komputer (PC) pada Sistem Informasi Geografis
(SIG)?
5. Jelaskan 3 fungsi Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam proses pengembangan
wilayah dan perencanaan tata kota?
Tugas Portofolio
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas : XII (Dua belas)
Pokok Bahasan : Sistem Informasi Geografi
Tema : Membuat Peta Berdasarkan Sistem Informasi Geografi
secara Sederhana
Kerjakanlah bersama kelompok belajarmu!
Peta Tematik adalah peta yang menampakkan ciri khas tertentu dari
permukaan Bumi.
Langkah-langkah kerja!
Pada dasarnya prinsip kerja SIG berdasarkan tumpang susun beragam peta
yang disajikan dalam satu peta baru dengan informasi yang berbeda pula.
Langkah-langkah kerja
1. Kalian tentunya masih menyimpan hasil tugas kalian yang lalu.
2. Satukanlah (tumpang susun) peta jalan dengan peta penggunaan lahan.
3. Setelah disatukan, buatlah sebuah peta baru, yaitu peta penggunaan lahan
yang telah diberi jalan sebagai informasi tambahan.
4. Inilah prinsip kerja SIG yang paling sederhana dan manual. Pada SIG
yang telah menggunakan sistem komputer, peta yang ditumpangsusunkan
dapat mencapai 1000 peta untuk menghasilkan peta baru dengan informasi
yang akurat.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 75
Kerjakanlah di buku tugasmu!
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Contoh penerapan simbol garis pada peta adalah ….
a. jalan raya, kota, dan rel kereta
b. makam, sawah, dan sungai
c. sungai, rel kereta api, dan jalan raya
d. sawah, rel kereta api, dan kota
e. rel kereta api, makam, dan sawah
2. Penulisan nama sungai yang tepat adalah ….
a. tegak lurus menggunakan huruf kapital
b. tegak lurus menggunakan huruf italik
c. menggunakan huruf miring mengikuti arah aliran sungai
d. menggunakan huruf kapital mengikuti arah aliran sungai
e. tegak lurus mengikuti arah aliran sungai
3. Dataran rendah pada peta diwakili oleh warna ….
a. hijau
b. kuning
c. biru
d. cokelat
e. putih
4. Salah satu ciri peta tematik adalah ….
a. menggambarkan satu jenis kenampakan fisik atau sosial budaya
b. menggambarkan beberapa macam kenampakan
c. berskala kecil
d. berskala besar
e. menggambarkan ciri khas wilayah
5. Untuk memetakan seluruh permukaan bumi, proyeksi yang digunakan adalah ….
a. proyeksi zenithal
b. proyeksi kerucut
c. proyeksi silinder
d. proyeksi oblik
e. proyeksi Mercator
Pe l a t i h a n Semester 1
76 Pelatihan Semester 1
6. Kepekaan erosi besar, lapisan tanah subur dangkal, kapasitas menahan air
rendah, sering tergenang, drainase jelek, salinitas tinggi, dan iklim kurang
menguntungkan merupakan ciri dari lahan pertanian kelas ....
a. kelas I
b. kelas II
c. kelas III
d. kelas IV
e. kelas V
7. Lahan yang tidak cocok untuk ditanami jenis tanaman semusim merupakan ciri
dari lahan pertanian kelas ....
a. kelas I
b. kelas II
c. kelas III
d. kelas IV
e. kelas V
8. Data yang tidak diperlukan dalam analisis lokasi pertanian adalah ....
a. curah hujan
b. kemiringan lereng
c. jumlah penduduk
d. proses geomorfik
e. kemampuan tanah dalam menyerap air
9. Perangkat keras (Hardware) yang menunjang sistem olah data SIG adalah ....
a. radio
b. headset
c. traktor
d. speaker
e. personal computer (PC)
10. Komponen yang menyuplai aktivasi SIG adalah ....
a. ilwis
b. traktor
c. digitzet
d. VCD
e. tape drive
11. Penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang
objek, daerah, gejala dengan jalan menganalisa data yang diperoleh dengan alat
(sensor) tanpa ada kontak langsung dengan terhadap objek, daerah atau gejala
yang dikaji, batasan tersebut dikemukakan oleh ….
a. Lilies and kiefer
b. Simonett
c. Lindgren
d. Hornby
e. Vink
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 77
12. Dalam bahasa perancis penginderaan jauh disebut ….
a. remote sensing
b. perseption remote
c. femmerkiindung
d. lanscaft
e. teledetection
13. Sensor yang digunakan untuk pembuatan foto udara adalah ….
a. pesawat udara
b. kamera
c. satelit
d. roket
e. citra
14. Berikut ini yang tidak diperhitungkan dalam teori susut dan biaya angkutan ....
a. penyusutan bahan mentah
b. biaya angkutan
c. jarak pasar dari tempat produksi
d. sumber daya alam seperti air mudah diperoleh
e. makin besar rasio susut dlam pengolaha, pabrik ditempatkan dekat bahan
mentah
15. Berikut ini kalimat yang tepat untuk mengungkapkan teori susut adalah ....
a. proses pengolahan kelapa sawit menjadi minyak murni
b. proses pengolahan kedelai menjadi tahu
c. proses pengolahan manisan mangga
d. proses pengolahan daging giling
e. proses pengolahan susu menjadi keju
16. Berikut ini yang bukan merupakan komponen pengindraan jauh adalah ….
a. sumber tenaga
b. digitizer
c. satelit
d. interaksi antara tenaga dan objek
e. sensor
17. Alat yang berfungsi sebagai perekam atau pemantau objek yang dikaji
dinamakan ….
a. wahana
b. atmosfer
c. Sensor
d. radar
e. citra
78 Pelatihan Semester 1
18. Lahan yang tidak cocok untuk ditanami jenis tanaman semusim merupakan ciri
dari lahan pertanian kelas ....
a. kelas I
b. kelas II
c. kelas III
d. kelas IV
e. kelas V
19. Data yang tidak diperlukan dalam analisis lokasi pertanian adalah ....
a. curah hujan
b. kemiringan lereng
c. jumlah penduduk
d. proses geomorfik
e. kemampuan tanah dalam menyerap air
20. Pengumpulan, pengaturan, pengelolaan, penyimpanan sampai penyediaan
sistem data disebut ....
a. statistik
b. matematika
c. geografi komunikasi
d. ilmu geografi
e. Sistem Informasi Geografis (SIG)
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1. Jelaskan unsur-unsur interpretasi peta!
2. Jelaskan jenis peta berdasarkan skalanya!
3. Apakah yang dimaksud dengan peta?
4. Uraikan data-data yang diperlukan dalam menganalisis suatu lokasi pertanian!
5. Mengapa data curah hujan diperlukan dalam analisis lokasi pertanian?
6. Pada peta yang skalanya 1 : 75.000 jarak D ke E adalah 4 cm, sedangkan pada
foto udara 6 cm. Berapakah skala foto udara?
7. Jelaskan manfaat teknologi penginderaan jauh dalam bidang oseanografi!
8. Apakah yang dimaksud dengan SIG?
9. Jelaskan prinsip kerja SIG secara sederhana?
10. Uraikan manfaat-manfaat SIG!
Pola Keruangan
Desa-Kota
Pada pembahasan Pola Keruangan Desa-Kota, kamu akan
mengetahui bagaimana membuat batas pengertian antara
desa dengan kota, memahami karakter perbedaan di antara
keduanya, dan memahami strukur ruang yang membangunnya.
Desa adalah kampung
halaman dan kota adalah
cita-cita. Desa tempat
pulang dan merasakn
segenap kehangatan
masyarakatnya.
Sementara itu, kota
identik dengan
persaingan dan
ketidakpedulian. Itulah
setidaknya bayangan kita
tentang desa dan kota.
4
Bab
80 Pola Keruangan Desa-Kota
Berikut ini kata-kata yang menjadi inti materi pada pembahasan Pola Keruangan Desa-Kota
Kata kunci
desa, kota, struktur ruang, memusat, linear, terpencar, mengelilingi fasilitas, teori
sektor, teori memusat, teori berganda
Guna membantu kalian memahami alur pemikiran bab ini, perhatikan peta konsep berikut
Peta konsep
Keruangan
Desa-Kota
Interaksi
Desa-Kota
Kota
Desa
Fisik
Non-Fisik
Tanah, Air,
Iklim,
Ternak, dan
Manusia
Masyarakat,
Lembaga-
Lembaga
Sosial, dan
Pamong
Desa.
Struktur
Definisi Desa
Potensi Desa
Definisi Kota
Struktur
Ruang Kota
Linear
Memusat
Mengelilingi
Fasilitas
Terpencar
Teori Sektor
Teori Memusat
Teori Berganda
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 81
Wilayah di permukaan Bumi dapat
dibagi menjadi dua bagian besar yaitu desa
(Gambar 4.1) dan kota. Walaupun dalam
banyak hal, seringkali desa dan kota tidak
mudah dibedakan, tetapi dalam banyak hal
pula kenampakannya sangat berbeda. Mulai
dari sarana-sarana fisik hingga struktur
sosial. Bila dibandingkan tampak perbedaan
sarana-sarana sosial seperti jalan,
tata letak bangunan, maupun fasilitas sosial
lainnya. Begitu pula dengan struktur sosial
masyarakatnya yang juga berbeda. Untuk
itulah geografi membahas desa dan kota
sebagai pembahasan tersendiri.
A. Desa
Bila kita mengingat sebuah desa, kita akan mengingat segala
kesederhanaan yang ditawarkannya. Kesederhanaan yang membuatnya
sangat berbeda dengan kota. Bahkan, jika dirunut, karakterisitik unik
desalah yang membuatnya disebut sebagai "kampung halaman".
1. Definisi Desa
Menurut Bintarto, desa adalah suatu
perwujudan geografi yang ditimbulkan oleh
unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomis,
politik, dan budaya di suatu wilayah dalam
hubungan dengan pengaruh timbal balik
dengan daerah-daerah lain. Dalam kehidupan
sehari-hari desa sering disebut dengan istilah
kampung, yaitu suatu daerah yang letaknya
jauh dari keramaian kota dan dihuni oleh
sekelompok masyarakat yang sebagian besar
bermata pencaharian di bidang agraris
(Gambar 4.2).
Suatu daerah dikatakan desa, jika masih memiliki ciri khas yang dapat
dibedakan dengan daerah lain di sekitarnya. Berdasarkan pengertian Direktorat
Jenderal Pembangunan Desa (Dirjen Bangdes), desa memiliki empat ciri.
a. Perbandingan lahan dengan manusia (man land ratio) cukup besar.
b. Lapangan kerja yang dominan adalah sektor pertanian (agraris).
Ingin lebih tahu
www.itcpr.com ? c. Hubungan antar warga desa masih sangat
akrab.
d. Sifat-sifat masyarakatnya masih memegang
teguh tradisi yang berlaku.
Gambar 4.1
Desa di Sulawesi tenggara
Sumber: www.ict4pr.org
Gambar 4.2
Sektor agraris, seperti halnya pertanian menjadi
ciri khas dari perdesaan.
Sumber: www.ict4pr.org
82 Pola Keruangan Desa-Kota
Menurut pengertian lama, kehidupan masyarakat perdesaan dicirikan
oleh beberapa hal sebagai berikut.
a. Desa dan masyarakat memiliki hubungan yang erat dengan lingkungan alam.
b. Iklim dan cuaca mempunyai pengaruh besar terhadap petani sehingga
warga desa banyak tergantung pada perubahan musim.
c. Keluarga desa merupakan unit sosial dan unit kerja.
d. Jumlah penduduk dan luas wilayah desa tidak begitu besar.
e. Kegiatan ekonomi mayoritas agraris.
f. Masyarakat desa merupakan suatu paguyuban.
g. Proses sosial di desa umumnya berjalan lambat.
h. Warga desa pada umumnya berpendidikan rendah.
2. Struktur Ruang Desa
Kalau diperhatikan secara seksama lahan di pedesaan selalu digunakan
untuk kegiatan sosial masyarakatnya seperti tempat tinggal, tempat ibadah,
sekolah, dan tempat berkumpul warga. Ini menunjukkan karakteristik pola
aktivitas masyarakat desa. Masyarakat desa pada dasarnya mempunyai
keinginan untuk berkumpul sehingga jarang sekali kita menemukan tempat
tinggal yang terletak di tengah kebun atau sawah. Kegiatan ekonomi
biasanya dilaksanakan di luar perdesaan, baik di kebun maupun di sawah.
Kalau ada perkebunan yang menyatu dengan permukiman itu hanya ada
pada daerah tertentu.
Bentuk permukiman antara desa satu dengan desa lain mempunyai
perbedaan. Perbedaan tersebut terjadi karena faktor geografi yang berbeda.
Secara umum permukiman pedesaan berbentuk memusat, linier, terpencar,
dan mengelilingi fasilitas tertentu.
a. Bentuk Perdesaan Memusat
Bentuk perdesaan memusat banyak
ditemukan di daerah pegunungan. Bentuk
perdesaan ini terpencar menyendiri (agglomerated
rural settlement). Biasanya dihuni oleh
penduduk yang berasal dari satu keturunan
sehingga merupakan satu keluarga atau kerabat.
Jumlah rumah umumnya kurang dari 40 rumah
(Gambar 4.3).
b. Bentuk Perdesaan Linier
Bentuk perdesaan linier banyak ditemukan
di daerah pantai, jalan raya, dan sepanjang
sungai. Bentuk perdesaan ini memanjang
mengikuti jalur jalan raya, alur sungai atau
Gambar 4.3
Salah satu desa dengan bentuk memusat di
Jepang.
Sumber: Noburu Komine dalam Encarta, 2006
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 83
garis pantai. Pola ini digunakan masyarakat dengan tujuan untuk mendekati
prasana transportasi (jalan dan sungai) atau untuk mendekati lokasi tempat
bekerja, seperti nelayan di pinggiran pantai (Gambar 4.4).
c. Bentuk Perdesaan Terpencar
Bentuk perdesaan terpencar sulit
ditemukan di Indonesia karena hanya
terdapat di Negara-negara Eropa,
Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.
Bentuk perdesaan yang terpencar
cenderung menyendiri (disseminated
rural settelment). Biasanya perdesaan
seperti ini hanya merupakan farm stead,
yaitu sebuah rumah petani yang terpencil,
tetapi lengkap dengan gudang alat mesin,
penggilingan gandum, lumbung, kandang
ternak, dan rumah petani (Gambar 4.5).
d. Bentuk Perdesaan Mengelilingi Fasilitas
Bentuk perdesaan seperti ini umumnya ditemukan di daerah dataran
rendah, di mana banyak fasilitas-fasilitas umum yang dimanfaatkan
penduduk setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Fasilitas
tersebut misalnya mata air, danau, waduk, dan fasilitas lain (Gambar 4.6).
Sumber: Beratha dalam Daldjoeni, 1998: 63
Keterangan:
1. Fasilitas yang telah ada
2. Arah pengembangan permukiman
3. Permukiman Penduduk
4. Daerah industri kecil
12345
12345
12345
12345
4
4
2
2
2 2
1234567890123
1234567890123
1234567890123
1234567890123
1234567890123
1234567890123
1234567890123
1234567890123
1234567890123
1234567890123
1234567890123
1234567890123
1234567890123
1
Keterangan:
1. Arah pengembangan untuk permukiman
penduduk
2. Daerah kawasan industri kecil desa
3. Daerah permukiman penduduk
1234567890123456789012345678
1234567890123456789012345678
1234567890123456789012345678
1234567890123456789012345678
1234567890123456789012345678
1234567890123456789012345678
1234567890123456789012345678
1234567890123456789012345678
1234567890123456789012345678
1234567890123456789012345678
1234567890123456789012345678
Laut
3
1 1
2 2 2
123456
123456
123456
123456
123456
Gambar 4.4
Contoh skema bentuk desa linier yang mengikuti garis pantai.
Sumber: Beratha dalam Daldjoeni, 1998: 60
Skema perdesaan mengelilingi fasilitas
Gambar 4.6
Gambar 4.5
Pertanian terpadu di Wisconsin, Amerika Serikat.
Rumah petani menyatu dengan pengolahan pertanian
dan dikelilingi oleh ladang pertanian yang luas.
Sumber: www.wfbf.com
84 Pola Keruangan Desa-Kota
3. Potensi Desa
Secara umum, potensi adalah segala sesuatu yang dimiliki tetapi belum
dimanfaatkan. Selama belum dimanfaatkan maka potensi suatu wilayah
tidak akan memberi manfaat apapun bagi masyarakat.
Berdasarkan potensi yang dimilikinya, perdesaan dapat dikelompokkan
menjadi tiga.
a. Desa berpotensi tinggi, yaitu desa yang memiliki lahan pertanian yang
subur dengan topografi datar atau agak miring. Desa juga dilengkapi
dengan fasilitas irigasi teknis sehingga memiliki kemampuan besar
untuk berkembang lebih lanjut.
b. Desa berpotensi sedang, yaitu desa yang memiliki lahan pertanian agak
subur dengan topografi tidak rata. Fasilitas irigasi yang ada di desa
sebagian teknis dan sebagian lainnya teknis. Ini menyebabkan desa
berkembang dengan lambat.
c. Desa berpotensi rendah, yaitu desa yang memiliki lahan pertanian tidak
subur dengan topografi berbukit. Sumber air sukat didapat dan
kegiatan pertanian bergantung pada curah hujan. Ini menyebabkan
desa sukar berkembang.
Terdapat tiga unsur penting yang ada pada desa dan dapat dimanfaatkan
sebagai potensi desa.
a. Daerah, yang meliputi lokasi, luas, dan batas wilayah serta penggunaannya.
b. Penduduk, yang meliputi jumlah, pertumbuhan, kepadatan, persebaran,
dan mata pencaharian.
c. Tata kehidupan, yang pola dan ikatan pergaulan sesama warga desa.
Secara khusus, potensi desa dapat diartikan sebagai berbagai sumber
daya alam (fisik) dan sumber daya manusia (non fisik) yang tersimpan dan
terdapat di suatu desa. Potensi fisik dan potensi nonfisik tersebut diharapkan
bermanfaat bagi kelangsungan dan perkembangan desa.
a. Potensi Fisik
Potensi-potensi fisik yang dimiliki perdesaan
adalah sebagai berikut.
1) Tanah, meliputi berbagai sumber tambang dan
mineral, lahan untuk tumbuhnya tanaman.
2) Air, dalam artian sumber air yang meliputi
keadaan atau kondisi, tata airnya untuk
irigasi, pertanian dan kebutuhan hidup
sehari-hari.
3) Iklim, peranannya sangat penting bagi desa
yang bersifat agraris.
4) Ternak (Gambar 4.7), sebagai sumber tenaga,
bahan makanan,dan pendapatan.
Gambar 4.7
Salah satu ternak yang sering ada di perdesaan di
Indonesia yaitu kerbau. Ternak ini sering
dimanfaatkan sebagai sumber tenaga untuk
membajak sawah.
Sumber: Dokumentasi Penerbit, 2006
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 85
5) Manusia, sebagai sumber tenaga kerja potensial (potential man power),
baik pengolah tanah, dan produsen dalam bidang pertanian, maupun
tenaga kerja industri di kota
Gambar 4.8
Suasana gotong royong membuka jalan yang
tertimbun longsor di Kampung Bojong, Bogor
Barat. Suasana seperti ini merupakan ciri khas
dan potensi desa.
Sumber: www.aksicepattanggap.com
b. Potensi Non fisik
Potensi-potensi non fisik yang dimiliki
perdesaan adalah sebagai berikut.
1) Masyarakat desa, yang hidup berdasarkan
gotong-royong. Gotong-royong merupakan
suatu kekuatan berproduksi atau kekuatan
membangun atas dasar kerja sama, dan
saling pengertian (Gambar 4.8).
2) Lembaga-lembaga sosial, yaitu lembagalembaga
pendidikan dan organisasiorganisasi
sosial yang dapat memberikan
bantuan sosial dan bimbingan terhadap
masyarakat.
3) Aparatur atau pamong desa, untuk menjaga ketertiban dan keamanan
demi kelancaran jalannya pemerintahan desa.
Amatilah desa terdekat dari tempat tinggalmu. Termasuk bentuk desa manakah desa
tersebut? Jangan lupa sertakan alasan yang mendukung jawabanmu.
Tugas Mandiri observasi
B. Kota
Kota identik dengan sesuatu yang sangat kompleks. Bahkan ada yang
mencirikannya dengan adanya prasarana perkotaan, seperti bangunan
pemerintahan, rumah sakit, sekolah, pasar, taman, alun-alun yang luas, serta
jalan aspal yang lebar-lebar. Pada dasarnya, kota merupakan suatu wilayah
yang sebagian besar arealnya terdiri atas wujud hasil budaya manusia (hasil
cipta, rasa, dan karsa manusia), serta tempat pemusatan penduduk yang
tinggi dengan sumber mata pencaharian di luar sektor pertanian.
1. Definisi Kota
Kota (Gambar 4.9), menurut definisi universal, adalah sebuah area
urban yang berbeda dari desa ataupun kampung berdasarkan ukurannya,
kepadatan penduduk, kepentingan, atau status hukum.
86 Pola Keruangan Desa-Kota
Gambar 4.10
Shinjuku, inti kota Tokyo. Inti kota juga
disebut sebagai Central Business District
(CBD) atau Pusat Daerah Kegiatan (PDK).
Sumber: Brad dalam www.pic.templetons.com
Di Indonesia, kota merupakan pembagian wilayah administratif di
Indonesia setelah provinsi, yang dipimpin oleh seorang walikota. Selain
kota, pembagian wilayah administratif setelah provinsi adalah kabupaten.
Secara umum, baik kabupaten dan kota memiliki wewenang yang sama.
Kabupaten bukanlah bawahan dari provinsi, karena itu bupati atau walikota
tidak bertanggung jawab kepada gubernur. Kabupaten maupun kota
merupakan daerah otonom yang diberi wewenang mengatur dan mengurus
urusan pemerintahannya sendiri.
Menurut Bintarto, kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan
manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi, strata
sosial ekonomi yang heterogen dan kehidupan materealistis. Kota juga dapat
diartikan sebagai sebuah bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsurunsur
alami dan non alami dengan gejala-gejala
pemusatan penduduk yang cukup besar dengan
corak kehidupan yang bersifat heterogen dan
materealistis dibandingkan dengan daerah
belakangnya.
Peraturan Menteri Dalam Negeri RI No.4
tahun 1980 menyebutkan bahwa kota terdiri atas
dua bagian. Pertama, kota sebagai suatu wadah
yang memiliki batasan administratif sebagaimana
diatur dalam perundang-undangan. Kedua, kota
sebagai lingkungan kehidupan perkotaan yang
mempunyai ciri non-agraris, misalnya ibu kota
kabupaten, ibu kota kecamatan, serta berfungsi
sebagai pusat pertumbuhan dan permukiman.
2. Struktur Ruang Kota
Kota merupakan pusat kegiatan dan
pemerintahan. Sebagai pusat kegiatan, terdapat
bagian kota yang disebut inti kota (core of city).
Inti kota (Gambar 4.10) menjadi pusat kegiatan
ekonomi, politik, pendidikan, pemerintahan,
kebudayaan, dan kegiatan lainya. Oleh karena
itu, daerah seperti ini juga dinamakan Central
Business District (CBD) atau Pusat Daerah
Kegiatan (PDK). PDK berkembang dari waktu
ke waktu sehingga meluas ke arah daerah di
luarnya yang disebut daerah selaput inti kota.
Kota yang satu dengan kota lain mempunyai
tingkat keramaian dan perkembangan
berbeda. Keramaian dan perkembangan kota
dipengaruhi beberapa faktor.
Sumber: Lyoid dalam Microsoft Encarta, 2006
Gambar 4.9
Kota Jakarta, kota terbesar di Indonesia.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 87
a. Kemampuan daya tarik dari bangunan dan gedung-gedung sebagai
tempat menyalurkan kebutuhan hidup sehari-hari.
b. Tingkat kemakmuran warga kota yang dilihat dari daya belinya.
c. Tingkat pendidikan dan kebudayaan penduduk masing-masing kota.
d. Sarana dan prasarana dalam kota yang memadai.
Sebagai pusat kegiatan kota harus dilengkapi fasilitas yang mendukung
aktivitas masyarakat. Adapun fasilitas-fasilitas yang harus dimiliki kota
antara lain sebagai berikut.
a. Fasilitas untuk perkantoran, permukiman, pendidikan, pasar,
pertokoan, bioskop rumah sakit, dan sebagainya.
b. Fasilitas perhubungan baik berupa jaringan jalan maupun jaringan telepon.
c. Taman-taman kota, alun-alun, lapangan olah raga, taman bemain dan
rekreasi keluarga, dan areal parkir yang memadai.
Lambat dan cepatnya perkembangan kota menunjukkan dinamika
sosial masyarakat yang berbeda. Salah satu faktor yang mendominasi
adalah morfologi. Kota dengan morfologi datar akan lebih cepat
berkembang dibandingkan kota dengan morfologi perbukitan.
Adanya berbagai fasilitas dan beragamnya aktivitas masyarakat kota
membentuk struktur kota yang berbeda dengan struktur di desa. Struktur
ruang kota dapat di ukur berdasarkan kerapatan bruto dan kerapatan netto.
Kerapatan bruto adalah ukuran yang meliputi bangunan gudang, tempat
parkir, tempat bongkar muat, rel kereta api dan jalan di dalam kawasan
pabrik, ruang terbuka (taman), serta ruang yang belum terpakai. Sedangkan
kerapatan netto adalah ukuran yang hanya meliputi bangunan yang efektif
digunakan, misalnya untuk bangunan pabrik meliputi gudang, tempat parkir,
dan tempat bongkar muat saja.
Kota ideal adalah kota yang mempu mengakomodasi dan menyelaraskan
antara aktivitas masyarakat dan bentuk penggunaan lahannya.
Untuk itu banyak pemikiran tentang konsep kota ideal yang diwujudkan
dalam teori-teori kota ideal.
a. Holmer Hoyt (Sector Theory)
Holmer Hoyt berpendapat bahwa struktur ruang kota cenderung
berkembang berdasarkan sektor-sektor dari pada berdasarkan lingkaranlingkaran
konsentrik. CBD terletak di pusat kota, namun pada bagian
lainnya berkembang menurut sektor-sektor yang bentuknya menye-rupai
irisan kue bolu. Hal ini dapat terjadi akibat dari faktor geografi, seperti
bentuk lahan dan pengembangan jalan sebagai sarana komunikasi dan
transportasi.
88 Pola Keruangan Desa-Kota
Susunan kota menurut teori sektor
(Gambar 4.11).
1. Sektor pusat kegiatan bisnis yang
terdiri atas bangunan-bangunan
kontor, hotel, bank, bioskop, pasar,
dan pusat perbelanjaan.
2. Sektor kawasan industri ringan dan
perdagangan.
3. Sektor kaum buruh atau kaum murba,
yaitu kawasan permukiman kaum
buruh.
4. Sektor permukiman kaum menengah
atau sektor madya wisma.
5. Sektor permukiman adi wisma, yaitu
kawasan tempat tinggal golongan atas
yang terdiri dari para eksekutif dan
pejabat.
b. Ernes W. Burgess (Teori Memusat/
Konsentris)
Burgess mengemukakan teori memusat
atau konsentris yang menyatakan bahwa
daerah perkotaan dapat dibagi dalam enam
zona (Gambar 4.12).
1. Zona pusat daerah kegiatan (Central
Business District), yang merupakan
pusat pertokoan besar, gedung perkantoran
yang bertingkat, bank, museum,
hotel restoran dan sebagainya.
2. Zona peralihan atau zona transisi, merupakan
daerah kegiatan. Penduduk
zona ini tidak stabil, baik dilihat dari
tempat tinggal maupun sosial ekonomi.
Daerah ini sering ditemui kawasan
permukiman kumuh yang disebut slum
karena zona ini dihuni penduduk
miskin. Namun demikian sebenarnya
zona ini merupakan zona pengembangan
industri sekaligus menghubungkan
antara pusat kota dengan
daerah di luarnya.
1
2 3
3
3
3
4
5
4
3
2
3
Holmer Hoyt
Sector Theory
Gambar 4.11
Struktur kota berdasarkan teori sektor oleh Homer
Hoyt, (1) daerah dagang; (2) pabrik-pabrik ringan; (3)
rumah-rumah kecil; (4) rumah-rumah sedang; (5) rumahrumah
besar milik orang kaya; (6) pabrik-pabrik besar; (7)
daerah dagang dipinggir kota; (8) rumah para pegawai di
luar kota yang kerja dalam kota; (9) daerah industri di luar
kota; (10) daerah para pelaju (commuters).
Sumber: Dokumentasi Penerbit, 2006
Concentric Zone Theory
1
2
3
4
5
10
Burgess
Gambar 4.12
Struktur kota berdasarkan teori konsentris oleh Ernest
.W. Burgess., (1) daerah dagang; (2) pabrik-pabrik ringan;
(3) rumah-rumah kecil; (4) rumah-rumah sedang; (5)
rumah-rumah besar milik orang kaya; (6) pabrik-pabrik
besar; (7) daerah dagang dipinggir kota; (8) rumah para
pegawai di luar kota yang kerja dalam kota; (9) daerah
industri di luar kota; (10) daerah para pelaju (commuters).
Sumber: Dokumentasi Penerbit, 2006
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 89
3. Zona permukiman kelas proletar, perumahannya sedikit lebih baik karena
dihuni oleh para pekerja yang berpenghasilan kecil atau buruh dan
karyawan kelas bawah, ditandai oleh adanya rumah-rumah kecil yang
kurang menarik dan rumah-rumah susun sederhana yang dihuni oleh
keluarga besar. Burgess menamakan daerah ini workingmen's homes.
4. Zona permukiman kelas menengah (residential zone), merupakan
kompleks perumahan para karyawan kelas menengah yang memiliki
keahlian tertentu. Rumah-rumahnya lebih baik dibandingkan kelas
proletar.
5. Wilayah tempat tinggal masyarakat berpenghasilan tinggi. Ditandai
dengan adanya kawasan elit, perumahan dan halaman yang luas.
Sebagian penduduk merupakan kaum eksekutif, pengusaha besar, dan
pejabat tinggi.
6. Zona penglaju (commuters), merupakan daerah yang yang memasuki
daerah belakang (hinterland) atau merupakan batas desa-kota.
Penduduknya bekerja di kota dan tinggal di pinggiran.
c. CD Harris & EL Ullman (Teori Berganda/Multiple Nuclei)
Harris dan Ullman menilai bahwa kota
tidak seteratur penggambaran Burgess karena
antar kawasan kota seolah berdiri sendiri.
Sruktur ruang kota tidaklah sesederhana dalam
teori konsentris. Hal ini disebabkan oleh tidak
adanya urutan-urutan yang teratur yang dapat
terjadi dalam suatu kota terdapat tempattempat
tertentu yang befungsi sebagai inti kota
dan pusat pertumbuhan baru.
Keadaan tersebut telah menyebabkan
adanya beberapa inti dalam suatu wilayah
perkotaan, misalnya kompleks atau wilayah
perindustrian, kompleks perguruan tinggi, dan
kota-kota kecil di sekitar kota besar. Menurut
teori ini struktur ruang kota adalah sebagai
berikut (Gambar 4.13)
1. Pusat kota atau Central Business District
(CBD).
2. Kawasan niaga dan industri ringan.
3. Kawasan murbawisma atau permukiman
kaum buruh.
4. Kawasan madyawisma atau permukiman
kaum pekerja menengah.
Gambar 4.13
Struktur kota berdasarkan teori berganda oleh
CD Harris dan El Ullman., (1) daerah dagang;
(2) pabrik-pabrik ringan; (3) rumah-rumah
kecil; (4) rumah-rumah sedang; (5) rumahrumah
besar milik orang kaya; (6) pabrik-pabrik
besar; (7) daerah dagang dipinggir kota; (8) rumah
para pegawai di luar kota yang kerja dalam kota;
(9) daerah industri di luar kota; (10) daerah para
pelaju (commuters).
Sumber: Dokumentasi Penerbit, 2006
Multiple Nuclei Theory
Harris Ullman
3
2
3
1
3 4
7
5
6
9 8
90 Pola Keruangan Desa-Kota
5. Kawasan adiwisma atau permukiman kaum kaya.
6. Pusat industri berat.
7. Pusat niaga/perbelanjaan lain di pinggiran.
8. Upakota, untuk kawasan mudyawisma dan adiwisma.
9. Upakota (sub-urban) kawasan industri.
Di Indonesia, struktur ruang kota ditandai dengan pemanfaatan lahan
yang tidak tertata dengan baik sehingga menimbulkan berbagai macam
permasalahan, seperti permasalahan permukiman, pembuatan trotoar,
drainase, jalan raya, dan perindustrian.
Terdapat istilah metropolitan dan megapolitan dalam mengklasifikasikan sebuah kota.
Carilah literatur yang mendukung kriteria metropolitan dan megapolitan. Jangan lupa
menuliskannya dalam bukumu.
Tugas Mandiri studi literatur
C. Interaksi Desa-Kota
Istilah interaksi wilayah (spatial interaction) menurut Ullman mencakup
berbagai gerak mulai dari barang, penumpang, migran, uang informasi,
sehingga konsepnya sama dengan geography of circulation. Ullman juga
mengemukakan terdapat tiga faktor utama yang mendasari atau memengaruhi
interaksi antar wilayah.
1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional comlementary).
2. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi (interventing
opportunity).
3. Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial
transfer ability).
Untuk mengukur kekuatan interaksi dari berbagai wilayah, termasuk
interaksi desa-kota digunakan rumus berikut.
Interaksi =
1 2
2
1 – 2
PK PK
(JK )
..
Keterangan
PK1 : jumlah penduduk daerah 1
PK2 : jumlah penduduk daerah 2
JK1–2 : jarak antara kedua daerah
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 91
Contoh soal
Jumlah penduduk kota A 525.000 jiwa. Jumlah penduduk kota B
85.000 jiwa. Jarak kedua daerah 65 km. Berapakah kekuatan interaksinya?
Jawab
Interaksi =
1 2
2
1 – 2
PK PK
(JK )
..
= 2
525.000 85.000
(65)
..
= 10,56
Jadi kekuatan interaksi kota A dengan kota B adalah 10,56.
Apabila dirunut hingga ke akarnya interaksi antarwilayah muncul
karena perbedaan sumber daya alam. Di satu pihak ada wilayah yang
surplus, sedangkan pada wilayah lainnya kekurangan sumber daya alam
dan sebaliknya sehingga mendorong terjadinya interaksi antar wilayah.
Faktor lain yang memengaruhi pola interaksi antar wilayah adalah adanya
kemudahan pemindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia,
barang, maupun informasi yang meliputi hal-hal berikut ini.
1. Jarak mutlak dan jarak relatif antar tiap-tiap wilayah.
2. Biaya angkut atau transport untuk memindahkan manusia, barang,
dan informasi dari satu tempat ke tempat lain.
3. Kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antar wilayah,
seperti kondisi jalan, relief wilayah, jumlah kendaraan sebagai sarana
tranportasi dan sebagainya.
Dalam proses pembangunan hubungan atau interaksi antara kota
dengan desa sangat erat. Eratnya hubungan antara kota dengan desa dapat
dilihat dari peran desa dalam pengembangan kota.
1. Desa sebagai pusat penghasil dan pensuplai bahan mentah dan baku untuk
pembangunan di kota.
2. Desa menyediakan tenaga kerja yang berperan dalam pembangunan kota.
3. Desa menjadi daerah pemasaran produk-produk hasil industri di kota.
Demikian sebaliknya, kota turut punya peran
besar sehingga muncul interaksi antara desa
dengan kota.
1. Kota menyediakan pusat-pusat pelatihan bagi
peningkatan keterampilan penduduk desa.
2. Kota menghasilkan barang-barang siap pakai
yang dimanfaatkan di desa.
Diskusikan dengan guru sosiologimu
mengenai perbedaan-perbedaan
karakter masyarakat desa dan kota
beserta faktor yang melatarbelakanginya.
Diskusi Lintas Ilmu
92 Pola Keruangan Desa-Kota
Kemukakanlah interaksi positif dan interaksi negatif yang dapat muncul sebagai akibat
interaksi desa-kota pada buku catatanmu untuk didiskusikan bersama!
Tugas Mandiri analisis
3. Kota menjadi pusat informasi yang bermanfaat bagi desa.
4. Kota menjadi pusat permodalan yang dibutuhkan masyarakat desa.
Interaksi positif akan terjalin bila menghasilkan keuntungan bagi kedua
belah pihak. Interaksi positif antara desa dengan kota terwujud dalam halhal
berikut ini.
1. Terpenuhinya kebutuhan desa dan kota, meliputi produk dan bahan
baku yang mendukung proses pembangunan.
2. Terpenuhinya kebutuhan terampil baik bagi desa maupun kota. Desa
menghasilkan tenaga kerja bagi industri di kota, sedangkan kota
menghasilkan tenaga terdidik yang berperan dalam kemajuan desa.
3. Berlangsungnya proses pembangunan yang seimbang antara desa dan
kota.
Kilas Geografi
Kampung Naga merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh
sekolompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat
peninggalan leluhurnya. Hal ini akan terlihat jelas perbedaannya bila dibandingkan
dengan masyarakat lain di luar Kampung Naga. Masyarakat Kampung Naga hidup
pada suatu tatanan yang dikondisikan dalam suasana kesahajaan dan lingkungan
kearifan tradisional yang lekat.
Secara administratif, Kampung Naga berada di wilayah Desa Neglasari,
Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Menurut data
dari Desa Neglasari, morfologi Kampung Naga berupa perbukitan dengan
produktivitas tanah bisa dikatakan subur. Luas tanah Kampung Naga yang ada
seluas satu hektar setengah, sebagian besar digunakan untuk perumahan,
pekarangan, kolam, dan selebihnya digunakan untuk pertanian sawah yang
dipanen satu tahun dua kali.
Religi dan Sistem Pengetahuan
Penduduk Kampung Naga semuanya mengaku beragama Islam, akan tetapi,
sebagaimana masyarakat adat lainnya, mereka juga sangat taat memegang adat
istiadat dan kepercayaan nenek moyangnya. Artinya, walaupun mereka
menyatakan memeluk agama Islam, namun syariat Islam yang mereka jalankan
agak berbeda dengan pemeluk agama Islam lainnya. Bagi masyarakat Kampung
Kampung Naga
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 93
Naga dalam menjalankan agamanya sangat patuh pada warisan nenek moyang.
Umpamanya sembahyang lima waktu; Subuh, Duhur, Ashar, Maghrib, dan solat
Isa, hanya dilakukan pada hari jumat. Sedangkan pada hari-hari lain mereka tidak
melaksanakan sembahyang lima waktu. Pengajaran mengaji bagi anak-anak
dikampung Naga dilaksanakan pada malam senin dan malam kamis, sedangkan
pengajian bagi orang tua dilaksanakan pada malam jumat. Dalam menunaikan
rukun Islam yang kelima atau ibadah Haji, menurut anggapan mereka tidak perlu
jauh-jauh pergi keTanah Suci Mekah, cukup dengan menjalankan upacara Hajat
Sasih yang waktunya bertepatan dengan hari raya haji yaitu setiap tanggal 10
Rayagung. Upacara Hajat Sasih ini menurut kepercayaan masyarakat Kampung
Naga sama dengan Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Idul Fitri.
Menurut kepercayaan masyarakat Kampung Naga, dengan menjalankan adatistiadat
warisan nenek moyang berarti menghormati para leluhur atau karuhun.
Segala sesuatu yang datangnya bukan dari ajaran karuhun Kampung Naga, dan
sesuatu yang tidak dilakukan karuhunnya dianggap sesuatu yang tabu. Apabila halhal
tersebut dilakukan oleh masyarakat Kampung Naga berarti melanggar adat, tidak
menghormati karuhun, hal ini pasti akan menimbulkan malapetaka.
Kepercayaan masyarakat Kampung Naga kepada mahluk halus masih
dipegang kuat. Percaya adanya jurig cai, yaitu mahluk halus yang menempati air
atau sungai terutama bagian sungai yang dalam "leuwi". Kemudian "ririwa" yaitu
mahluk halus yang senang menganggu atau menakut-nakuti manusia pada malam
hari, ada pula yang disebut "kunti anak" yaitu mahluk halus yang berasal dari
perempuan hamil yang meninggal dunia, ia suka mengganggu wanita yang sedang
atau akan melahirkan. Sedangkan tempat-tempat yang dijadikan tempat tinggal
mahluk halus tersebut oleh masyarakat Kampung Naga disebut sebagai tempat yang
angker atau sanget. Demikian juga tempat-tempat seperti makam Sembah Eyang
Singaparna, Bumi Agueng dan mesjid merupakan tempat yang dipandang suci bagi
masyarakat Kampung Naga.
Tabu bagi masyarakat Kampung Naga masih dilaksanakan dengan patuh
khususnya dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang berkenaan dengan aktivitas
kehidupannya. Pantangan atau pamali merupakan ketentuan hukum yang tidak
tertulis yang mereka junjung tinggi dan dipatuhi oleh setiap orang. Misalnya tata
cara membangun dan bentuk rumah, letak, arah rumah,pakaian upacara, kesenian,
dan sebagainya.
Dikutip dari www.sunda.net
R angkuman
1. Desa menurut Bintarto adalah suatu perwujudan geografi yang ditimbulkan
oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomis, politik, dan cultural di suatu wilayah
dalam hubungan dengan pengaruh timbal balik dengan daerah-daerah lain.
94 Pola Keruangan Desa-Kota
Kerjakanlah di buku tugasmu!
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Berikut ini bukan merupakan ciri-ciri desa ....
a. masyarakatnya cenderung heterogen
b. mata pencaharian utama pada umumnya agraris
c. proses sosial berjalan lambat
d. hubungan antar warga desa masih sangat akrab
e. Jumlah penduduk dan luas wilayah desa tidak begitu besar
Pe l a t i h a n Bab4
2. Ciri-ciri desa antara lain: perbandingan lahan dengan manusia (man land
ratio) cukup besar, lapangan kerja yang dominan adalah sektor pertanian
(agraris), hubungan antar warga desa masih sangat akrab, sifat-sifat
masyarakatnya masih memegang teguh tradisi yang berlaku.
3. Kota menurut definisi universal adalah sebuah area urban yang berbeda dari
desa ataupun kampung berdasarkan ukurannya, kepadatan penduduk,
kepentingan, atau status hukum.
4. Bentuk desa dipengaruhi oleh faktor geografi yang berbeda sehingga membentuk
permukiman yang memusat, linier, terpencar, dan mengelilingi fasilitas tertentu.
5. Teori-teori struktur ruang kota antara lain dikemukakan oleh Homer Hoyt (sector
theory), Ernes W. Burgess (teori memusat/konsentris), CD Harris & EL Ullham
(teori berganda/multiple nuclei).
6. Faktor utama yang mendasari atau memengaruhi interaksi antar wilayah, yaitu
adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementary),
adanya kesempatan untuk saling berintervensi (inteventing opportunity, adanya
kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability).
7. Hubungan wilayah yang saling melengkapi muncul karena perbedaan sumber
daya alam. Di satu pihak ada wilayah yang surplus, sedangkan pada wilayah
lainnya kekurangan sumber daya alam dan sebaliknya sehingga mendorong
terjadinya hubungan antar wilayah.
8. Faktor yang mempengaruhi pemindahan antara lain arah mutlak dan jarak
relatif antara tiap-tiap wilayah, biaya angkut atau transport untuk memindahkan
manusia, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lain, dan
kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antar wilayah.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 95
2. Salah satu potensi fisik desa adalah ....
a. masyarakat desa
b. apartur desa
c. lembaga sosial
d. penduduk desa
e. rasa kekeluargaan
3. Berikut ini bukan potensi non fisik desa adalah ....
a. masyarakat desa
b. apartur desa
c. lembaga sosial
d. penduduk desa
e. rasa kekeluargaan
4. Keberadaan mata air akan membentuk desa dengan pola permukiman ....
a. mengelilingi fasilitas
b. terpencar
c. memusat
d. linear dengan pantai
e. linear dengan jalan
5. Berikut ini bukan merupakan ciri-ciri kota ....
a. masyarakatnya cenderung homogen
b. masyarakatnya cenderung heterogen
c. cenderung lebih individualistis
d. sarana sosial lengkap
e. prasarana sosial lengkap
6. Teori sektor kemukakan oleh ....
a. Homer Hoyt
b. CD Harris
c. El Ullman
d. Ernest .W. Burgess
e. CD Harris dan El Ullman
7. Teori berganda dikemukakan oleh ....
a. Homer Hoyt
b. CD Harris
c. El Ullman
d. Ernest .W. Burgess
e. CD Harris dan El Ullman
8. Teori konsentris dikemukakan oleh ....
a. Homer Hoyt
b. CD Harris
c. El Ullman
d. Ernest .W. Burgess
e. CD Harris dan El Ullman
96 Pola Keruangan Desa-Kota
Tugas Portofolio
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas : XII (Dua belas)
Pokok Bahasan : Wilayah dan Pembangunan
Tema : Mengenali Prioritas Pembangunan Lokal dan Prospek
Bisnis Lokal
Kerjakanlah bersama kelompok belajarmu!
Setiap daerah bahkan hingga ke tingkat kecamatan memiliki prioritas
pembangunan tertentu dan di wilayah tertentu pula.
Langkah-langkah kerja
1. Kumpulkanlah informasi prioritas pembangunan daerahmu, dengan
mendatangi Badan Pemerintahan Daerah seperti Kecamatan atau yang
lebih tinggi seperti kabupaten atau Provinsi.
2. Tulislah hasil observasimu dalam sebuah makalah.
3. Jangan lupa sertakanlah uraian pendapatmu mengenai prospek bisnis yang
akan sangat menguntungkan untuk dilaksanakan di daerahmu.
9. Faktor-faktor yang memengaruhi interaksi desa kota ialah berdasarkan Ullman
adalah ....
a. adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi
b. adanya kesempatan untuk saling berintervensi
c. adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang
d. adanya faktor penghambat untuk berinteraksi
e. jawaban a dan b benar
10. Berikut ini yang bukan wujud interaksi positif desa-kota....
a. terpenuhinya kebutuhan kota akan hasil produksi desa
b. terpenuhinya kebutuhan desa akan hasil produksi kota
c. terpenuhinya kebutuhan desa akan tenaga terampil dari kota
d. meningkatnya penduduk desa yang ingin bekerja di kota
e. meningkatnya proses pembangunan yang seimbang antara desa-kota
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1. Secara karakteristik penduduk, apakah perbedaan desa dan kota?
2. Mengapa masyarakat desa yang berada di pantai cenderung membentuk desa linier?
3. Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi interaksi desa dan kota?
4. Jelaskan perbedaan antara kota berpola konsentris dan kota berpola sektoral?
5. Jelaskan dengan singkat ciri masyarakat kota!
Wilayah
dan Pembangunan
Pada pembahasan Wilayah dan Pembangunan, kalian
akan mengetahui mengapa wilayah berbeda dengan daerah,
memahami karakter wilayah dalam geografi, dan
menganalisis wilayah pembangunan di Indonesia.
Beragam wilayah
terbentang di atas
permukaan Bumi.
Masing-masing wilayah
tersebut menampakkan
perbedaan sehingga
dapat dibedakan dengan
wilayah di sekitarnya.
Inilah wilayah.
5
Bab
98 Wilayah dan Pembangunan
Berikut ini kata-kata yang menjadi inti materi pada pembahasan Wilayah dan Pembangunan
Kata kunci
wilayah, wilayah formal, wilayah fungsional, regionalisasi, wilayah pembangunan
Indonesia
Guna membantu kalian memahami alur pemikiran bab ini, perhatikan peta konsep berikut
Peta konsep
Wilayah dan
Pembangunan
Pembagian Wilayah
Perwilayahan
Pusat-Pusat
Pertumbuhan
Usaha
Pengembangan
Wilayah di Indonesia
Konsep Wilayah
dalam Geografi
Wilayah
Pembangunan di
Indonesia
Menurut R.E Dickinson
Menurut A.J. Hertson
Menurut Fannemar
Menurut Taylor
Menurut PP No.47
Tahun 1997
Wilayah Formal
Wilayah Fungsional
Regionalisasi
Teori Sektor
Teori Tempat Sentral
Teori Kutub Pertumbuhan
Wilayah Pembangunan
Utama A
Wilayah Pembangunan
Utama B
Wilayah Pembangunan
Utama C
Wilayah Pembangunan
Utama D
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 99
Setiap tempat mempunyai ciri-ciri
tersendiri yang menjadi identitas atau
penanda. Wilayah pertanian misalnya,
dapat dibedakan dari daerah sekitarnya
karena wilayah tersebut dihuni petani
yang mempunyai lahan dengan luas
tertentu, menanam dengan jenis tanaman
tertentu dan mempunyai alat-alat pertanian
tertentu. Perbedaan-perbedaan karakter
yang ada dan menjadi ciri di suatu
wilayah inilah yang akan dikaji pada
pembahasan ini (Gambar 5.1).
A. Konsep Wilayah Dalam Kajian Geografi
Konsep tentang wilayah mempunyai sejarah panjang. Pada permulaan
abad ke-19 penggolongan wilayah dibedakan menjadi dua, yaitu wilayah
alamiah (natural region) yang lebih mengutamakan kepada fenomena
secara administratif, seperti daerah tertentu yang dalam kenyataannya
terdapat bermacam-macam kehidupan alami atau unit alamiah suatu
tempat. Pembagian wilayah berikutnya berdasarkan pada kenampakan
tunggal (single feature) yang didasarkan pada kenampakan tunggal seperti
kenampakan iklim, vegetasi, atau hewan.
Wilayah dalam bahasa Inggris disebut region. Wilayah merupakan
bagian dari permukaan bumi yang memiliki karakteristik tertentu dan
berbeda dengan wilayah lain. Contohnya, wilayah pantai merupakan
bagian dari permukaan bumi yang letaknya di dekat laut dan wilayah
pegunungan merupakan bagian permukaan bumi yang letaknya di daerah
yang tinggi dan bergunung-gunung. Berikut ini adalah konsep wilayah
(region) menurut beberapa ahli.
1. Menurut R. E. Dickinson
A region is an art whose physycal conditions are homogeneous (Wilayah
adalah sesuatu yang kondisisi fisiknya homogen).
2. Menurut A. J. Hertson
A region is a complex of land, water, air, plant, animal and man regarded
in their special relations as together continuing a definite characteristic
portion of the earth surface (Wilayah adalah komplek tanah, air, udara,
tumbuhan, hewan dan manusia dengan hubungan khusus sebagai
kebersamaan yang kelangsungannya mempunyai karakter khusus dari
permukaan bumi).
Sumber: Dokumentasi penerbit, 2006
Gambar 5.1
Pegunungan kapur di Cipatat, Jawa Barat. Keberadaan
pegunungan kapur membuat wilayah ini berbeda.
100 Wilayah dan Pembangunan
3. Menurut Fannemar
A region is an area characterististized thouroughout by similiar surface
features and which is contrasted with neighbouring areas (Wilayah adalah
area yang digolongkan melalui kenampakan permukaan yang sama dan
dikontraskan dengan area sekitarnya).
4. Menurut Taylor
A region may be defined as a unit are of the earth's surface distinguishable
from amor area by the exhibition of some unifying characteristic of property
(Wilayah dapat didefinisikan sebagai bagian dari permukaan bumi yang
berbeda dan ditunjukkan oleh sifat-sifat yang berbeda dan ditunjukkan oleh
sifat-sifat yang berbeda dari lainnya).
5. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1997
Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional
Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta
segenap unsur terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan
berdasarkan aspek administratif dan/aspek fungsional.
Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa wilayah
adalah bagian atau daerah di permukaan bumi yang dibatasi oleh
kenampakan tertentu yang bersifat khas dan membedakan wilayah tersebut
dari wilayah lainnya. Misalnya, wilayah hutan berbeda dengan wilayah
pertanian, wilayah kota berbeda dengan wilayah perdesaan.
Ketika kita menelaah suatu daerah atas dasar persyaratan atau kriteria
tertentu maka padadaerah tersebut akan muncul kesamaan tertentu pula.
Kesamaan tersebut, dapat terbentuk dari unsur alam atau fisik, unsur manusia,
maupun hasil interaksi keduanya, dan membentuk suatu wilayah yang
dapat dibedakan dengan wilayah-wilayah lainnya yang memiliki ciri berbeda.
Wilayah yang memiliki ciri khas tersebut dalam geografi disebut region.
Kita dapat membedakan wilayah geografi atau region berdasarkan
unsur fisik. Misalnya, wilayah geologi (geological region), wilayah jenis
tanah (soil region), wilayah iklim (climatic region), dan wilayah vegetasi
(vegetation region). Kita pun dapat membedakan wilayah berdasarkan unsur
sosial budaya manusia seperti wilayah bahasa (linguistic region), wilayah
ekonomi (economic region), wilayah sejarah (historical region), dan wilayah
politik (political region) seperti halnya batas negara-negara di dunia.
Berdasarkan wilayah geologi (unsur fisik), di atas permukaan bumi
akan ditemukan daerah patahan, lipatan, atau daerah yang terbentuk dari
proses tektonisme sehingga mempunyai bentuk dan fenomena yang khas.
Misalnya, fenomena pertambangan minyak bumi di Jambi. Fenomena ini
menjadikan Jambi sebagai wilayah geologi yang berbeda dengan wilayah
lainnya.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 101
Berdasarkan jenis tanahnya (unsur fisik), kita akan menemukan
kawasan tanah gambut yang selalu terbakar pada musim kemarau seperti
yang terjadi di Kalimantan. Wilayah kawasan tanah gambut jelas berbeda
dengan kawasan tanah kapur yang terdapat di Gunung Kidul, Yogyakarta,
berbeda pula dengan lereng Merapi yang cenderung vulkanis.
Berdasarkan bahasa (unsur sosial), kita pun akan menemukan berbagai
wilayah yang berbeda. Daerah yang menggunakan bahasa Jawa akan
membentuk wilayah berbeda dengan daerah yang berbahasa Sunda.
Setiap tempat mempunyai kekhasan masing-masing baik yang dapat
diamati secara langsung maupun dari aspek-aspek administrasi sosial.
Wilayah kota berbeda dengan desa disamping karena secara fisik berbeda
juga karena secara administrasi berbeda. Bahkan secara fisik sama-sama
padat, tetapi kondisi sosialnya berbeda, sehingga antara Jakarta dengan
Surabaya nampak sebagai wilayah yang sama-sama padat tetapi
masyarakatnya punya kebiasaan dan kehidupan sosial yang berbeda.
Berdasarkan kekhasannya wilayah dapat dibedakan menjadi dua jenis.
a. Wilayah yang didasarkan atas konsep homogenitas disebut juga
wilayah formal (homogeneous/uniform region)
b. Wilayah yang didasarkan atas konsep heterogenitas disebut juga
wilayah fungsional (nodal region/organic region)
B. Pembagian Wilayah
1. Wilayah Formal/Uniform Region
Dalam mengkaji wilayah formal
yang diutamakan adalah keragaman
yang terdapat dalam wilayah yang bersangkutan.
Misalnya, keseragaman bentang
alam pegunungan disebut wilayah
pegunungan dan keseragaman dalam
usaha bercocok tanam disebut wilayah
pertanian.
Wilayah formal yang juga disebut
uniform region adalah suatu wilayah
yang dibentuk oleh adanya kesamaan
kenampakan, termasuk ke dalamnya
kenampakan fisik muka bumi, iklim,
vegetasi, tanah, bentuk lahan, dan penggunaan
lahan (Gambar 5.2). Region
formal ini bersifat statis.
Gambar 5.2
Pantai di Sulawesi Tengah ini dapat dijadikan sebagai
sebuah contoh region yang bersifat statis.
Sumber: www.itcpr.com
102 Wilayah dan Pembangunan
Berdasarkan kenampakan fisik dapat kita bedakan antara wilayah
pegunungan dengan wilayah dataran rendah. Wilayah pegunungan adalah
kawasan yang terdiri dari beberapa gunung yang membentuk kawasan
pegunungan, sedangkan kawasan dataran rendah merupakan daerah atau
kawasan yang ketinggiannya kurang dari 200 meter dengan ciri yang khas
dan rata (Gambar 5.2).
Berdasarkan kenampakan iklim dapat bedakan antara wilayah iklim
tropis, sub tropis, iklim sedang,dan iklim dingin/kutub. Iklim tropis adalah
iklim yang terletak antara 22 ½ º U-22 ½ ºLS. Wilayah iklim sub tropis
adalah wilayah iklim yang terletad antara 22 ½ º-33 ½ ºLU dan 22 ½ º-33
½ ºLS. Wilayah Iklim sedang adalah wilayah yang terletak antara 33 ½ º-
60º-90ºLU dan 33 ½ ºLU-60º-90ºLS.
Berdasarkan vegetasi atau penggunaan lahan, maka kita mengenal
wilayah yang disebut sebagai wilayah perkebunan, wilayah pertanian
sawah, wilayah pertanian kering, atau wilayah kehutanan. Mungkin saja
tidak sepenuhnya wilayah tersebut berupa wilayah persawahan, tetapi diselingi
dengan pertanian kering, perkampungan, atau permukiman. Namun, karena
pertanian sawah sangat dominan atau keseragaman sawah sangat
menonjol, maka wilayah tersebut dapat kita katakan sebagai wilayah pertanian
sawah. Demikian pula untuk wilayah penggunaan lahan lainnya. Bila pada
suatu tempat industri lebih dominan maka dapat kita katakan wilayah
tersebut sebagai wilayah industri. Bila suatu tempat di dominasi untuk permukiman
maka dapat kita katakana kawasan itu sebagai wilayah permukiman.
Dalam kehidupan sehari-hari pada kenyataannya wilayah formal banyak
dikaitkan dengan keseragaman pemerintahan sehingga wilayah formal identik
dengan wilayah yang dibatasi oleh administrasi pemerintah. Berdasarkan konsep
ini maka muncul wilayah Dusun Arjasari, wilayah Kelurahan atau Desa Cisolok,
wilayah Kecamatan Bojongloa Kidul, wilayah kabupaten Bandung, wilayah
Provinsi Lampung, dan wilayah Negara Indonesia.
Menurut pengertian tersebut, batas wilayah formal menjadi sangat jelas,
yaitu antara wilayah satu dan wilayah llainnya dengan dibatasi oleh batasbatas
administrasi pemerintah.
2. Wilayah Fungsional/Nodal Region
Berbeda dengan wilayah formal yang statis, wilayah fungsional lebih
dinamis karena lebih menekankan pada aspek penggunaan atau
perkembangan suatu wilayah. Wilayah fungsional didasarkan atas konsep
heterogenitas. Wilayah ini tercermin dengan adanya suatu pola
interdependensi dan pola interaksi gejala-gejala yang terdapat di wilayah
yang bersangkutan. Misalnya, adanya interdependensi dan interaksi antara
industri dan tenaga kerja di wilayah itu. Adanya pabrik di suatu tempat akan
mengakibatkan terjadinya arus pekerja di pagi hari yang berangkat dari
tempat tinggalnya menuju ke lokasi industri dan pada sore hari akan terjadi
arus pekerja yang pulang menuju rumahnya masing-masing. Dalam hal ini
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 103
akan terbentuk suatu wilayah yang mencakup pabrik sebagai pusat (core)
dan area sekitar pabrik sebagai tempat para pekerja pabrik. Wilayah yang
terbentuk seperti itu disebut wilayah fungsional.
Penekanan utama wilayah fungsional adalah hubungan fungsional.
Dengan adanya kegiatan di suatu pabrik, akan tercipta suatu kesatuan
hubungan dan pola ketergantungan antara core (dalam hal ini berarti
pabrik) dengan daerah disekitarnya yang berisi orang-orang yang
beraktivitas di daerah core.
Menurut V. B. Stauberry, wilayah fungsional disebut organic region
karena di dalam wilayah tersebut terdapat hubungan yang hidup. Sementara
itu, J. W. Alexander memandang wilayah fungsional sebagai nodal region
karena dalam wilayah ini terdapat pusat aktivitas sebagai mata rantai
utama dalam sistem ini.
Dalam skala besar, region nodal dapat
berupa sebuah kota, kota-kota besar (Gambar
5.3), ibu kota (kabupaten, provinsi atau negara),
pelabuhan, dan CBD (central bussiness district).
Zona yang menjadi pusat suatu sirkulasi
merupakan node dari suatu region.
Terdapat empat unsur penting dalam suatu
region nodal.
a. Adanya arus barang, ide/gagasan dan
manusia.
b. Adanya node (pusat) yang menjadi pusat
pertemuan arus tersebut secara terorganisir.
c. Adanya wilayah yang makin meluas.
d. Adanya jaring-jaring rute tempat berlangsungnya
tukar menukar.
Dengan demikian dapat kita pahami bahwa wilayah fungsional terkait
dengan interaksi yang berlangsung, baik interaksi yang bersifat fisik maupun
sosial. Interaksi fisik meliputi interaksi antara kota yang dikelilingi daerah
sekitarnya, sedangkan interaksi sosial merupakan interaksi antar masyarakat
yang menghasilkan perbedaan struktur masyarakat sehingga akan kita jumpai
adanya pusat-pusat pemerintahan yang dikelilingi oleh daerah sekitarnya.
Contoh yang paling jelas mengenai wilayah fungsional ialah Kota Jakarta.
Kota ini menjadi core dan node dari Negara Indonesia.
Amatilah wilayah di sekitarmu, manakah yang merupakan bagian dari wilayah fungsional?
Tugas Mandiri observasi
Gambar 5.3
Park Avenue, New York. Walaupun bukan
merupakan pusat pemerintahan kota ini adalah
core negara A.S.
Sumber: www.states4u.com
104 Wilayah dan Pembangunan
C. Perwilayahan
Dalam pembangunan tahapan penting yang selalu diawali adalah
perencanaan. Perencanaan pembangunan dilaksanakan agar pembangunan
sesuai dengan tujuan, yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan. Perencanaan
dalam pembangunan juga dilaksanakan agar biaya yang dimiliki dapat
dialokasikan pada sektor-sektor yang tepat sesuai dengan kebutuhan.
Perencanaan pembangunan juga dilaksanakan agar pembangunan yang
dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat (Gambar 5.4).
Dalam tahapan perencanaan, pemerintah harus memahami kondisi
wilayah, artinya setiap wilayah punya karakteristik atau ciri-ciri yang
berbeda, baik karakteristik topografi maupun potensi alamnya. Dengan
mengenali kondisi wilayah masing-masing maka perencanaan akan lebih
mudah.
Setiap wilayah tidak bisa diperlakukan sama, tetapi harus disesuaikan
dengan kondisi setempat. Perlu dipahami bahwa potensi setiap wilayah adalah
berbeda sehingga tidak semua wilayah harus mendapat perlakuan yang
sama. Contoh, ada wilayah tertentu yang dijadikan sebagai pusat-pusat
industri, pertanian, perdagangan, pemerintahan, dan permukiman agar
masing-masing wilayah berkembang sesuai karakteristik wilayah masingmasing.
Proses pengelompokkan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas
dasar fisik dan sosial dinamakan regionalisasi atau perwilayahan.
Regionalisasi selalu didasarkan pada
kriteria dan kepentingan tertentu. Misalnya,
pada pembagian region permukaan bumi
berdasarkan iklim maka kriteria yang
digunakan adalah unsur cuaca, seperti
temperatur, curah hujan, penguapan,
kelembapan, dan angin. Regionalisasi
menurut iklim ini sangat berguna untuk
mengetahui persebaran hewan dan
tumbuhan, tetapi mungkin kurang berguna
dalam hal komunikasi atau transportasi.
Karena itulah pengelompokkan region
dapat disesuaikan dengan kebutuhan
pengguna, tergantung pada kepentingan
atau tujuan pengelompokkan region
tersebut.
Regionalisasi suatu fenomena atau
gejala di muka bumi memberikan berbagai
manfaat. Beberapa manfaat tersebut
antara lain sebagai berikut.
Ingin lebih tahu
www.bapenas.go.id ?
Sumber: www.itcr.com
Gambar 5.4
Tanpa ada regionalisasi yang matang, akan muncul
kesemerawutan tata kota seperti halnya yang terjadi
pada gambar di atas.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 105
Langkah-langkah seperti apakah menurutmu yang harus dilakukan guna mendukung
pembangunan di wilayahmu?
Tugas Mandiri mengemukakan pendapat
1. Membantu memisahkan sesuatu yang berguna dari yang kurang
berguna.
2. Mengurutkan keanekaragaman permukaan bumi.
3. Menyederhanakan informasi dari suatu gejala atau fenomena di
permukaan yang sangat beragam.
4. Memantau perubahan-perubahan yang terjadi baik gejala alam maupun
manusia.
Regionalisasi membutuhkan tahapan yang lama, karena itu harus
dilaksanakan kajian atau penelitian mendalam yang melibatkan beberapa
ahli seperti ahli geografi, perencanaan pembangunan, sosiologi, dan ahliahli
lain yang sesuai dengan tujuan regionalisasi. Informasi atau data-data
yang harus dikumpulkan juga harus lengkap dan akurat. Persoalan yang
paling menjadi masalah adalah keberadaan data yang sulit diperoleh dan
kalaupun ada data yang diperoleh masih kurang akurat, sehingga petugas
yang melakukan pendataan harus teliti dan sungguh-sungguh.
Dalam membahas konsep wilayah, sebagian ahli hanya mengkaji
gejala-gejala (fenomena) alami. Misalnya, berdasarkan kesamaan ketinggian
tempat sehingga terbentuk wilayah dataran tinggi atau pegunungan,
perbukitan, daerah aliran sungai, dan wilayah pantai. Sebagian ahli lainnya
membahas konsep wilayah berdasarkan gejala-gejala (fenomena) wilayahwilayah
tertentu, seperti wilayah banyumas dengan karakteristik dalam
wilayah tersebut sebagian besar penduduknya menggunakan bahasa
Banyumas, wilayah Sunda dengan bahasa Sunda, wilayah Batak dengan
bahasa Batak, wilayah Minahasa dengan bahasa Minahasa, dan wilayah
Banjar dengan bahasa Banjar.
Disamping itu, ahli-ahli lainnya membahas konsep wilayah berdasarkan
gejala-gejala (fenomena) geografi yang mengaitkan gejala-gejala alami
dengan gejala-gejala kemanusiaan, misalnya, mengaitkan gejala alami
(curah hujan, kondisi tanah, ketinggian, tempat, cuaca, dan iklim setempat)
dengan aktivitas penduduk sehingga muncul pertanian lahan basah, lahan
kering, wilayah perkebunan, wilayah peternakan, wilayah hutan lindung,
wilayah permukiman pedesaan, wilayah permukiman perkotaan, dan
wilayah perikanan pantai.
106 Wilayah dan Pembangunan
D. Pusat-Pusat Pertumbuhan
Pusat pusat pertumbuhan adalah cara yang ditempuh oleh pemerintah
untuk menentukan daerah tertentu yang dianggap strategis sehingga pada
gilirannya akan memberi efek menetes bagi daerah sekitarnya. Contoh
Provinsi Kalimantan Barat dalam proses pembangunan tentu mempunyai
kota atau kabupaten yang akan dijadikan pusat pertumbuhan yang
diperkirakan membawa efek bagi daerah sekitarnya. Ketika pemerintah
Kalimantan Barat membangunan Kota pontianak sedemikian rupa sehingga
menjadi kota yang sangat maju, harapannya adalah kemajuan Pontianak
akan menetes ke daerah-daerah sekitarnya seperti Sintang, Sambas, dan
sebagainya. Dalam hal ini Pontianak merupakan pusat pertumbuhan
Kalimantan Barat.
Dalam prakteknya penentuan pusat pusat
perumbuhan ternyata mengacu pada teori-teori
pusat-pusat pertumbuhan berikut ini.
1. Sector Theory dari Hoyt
Holmer Hoyt mengemukakan tentang teori
sektoral (sector theory). Pembahasan mengenai
ini telah dibahas dalam pembahasan sebelumnya.
Akan tetapi, alangkah baiknya jika kita bahas
kembali kali ini.
Menurut teori ini struktur ruang kota
cenderung berkembang berdasarkan sektorsektor
dari pada berdasarkan lingkaranlingkaran
konsentrik. PDK (Pusat Daerah
Kegiatan) atau CBD (Central Business District)
terletak di pusat kota, namun pada bagian
lainnya berkembang menurut saktor-sektor yang bentuknya menyerupai irisan
kue bolu. Hal ini dapat terjadi akibat dari faktor geografi, seperti bentuk lahan
dan pengembangan jalan sebagai sarana komunikasi dan transportasi.
Menurut Homer Hoyt, susunan kota sebagai berikut (Gambar 5.5).
a. Central Business District (CBD) atau pusat kegiatan bisnis yang terdiri
atas bangunan-bangunan kontor, hotel, bank, bioskop, pasar, dan pusat
perbelanjaan.
b. Sektor kawasan industri ringan dan perdagangan.
c. Sektor kaum buruh atau kaum murba, yaitu kawasan permukiman
kaum buruh.
d. Sektor permukiman kaum menengah atau sektor madyawisma.
e. Sektor permukiman adiwisma, yaitu kawasan tempat tinggal golongan
atas yang terdiri dari para eksekutif dan pejabat.
a
b c
c
c
c
d
e
d
c
b
c
Sector Theory
Homer Hoyt
Gambar 5.5
Skema kota berdasarkan teori sektor.
Sumber: Dokumentasi Penerbit, 2006
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 107
A
B
C
2. Teori Tempat Sentral (Central Place Theory)
Walter Cristaller seorang ahli geografi berkebangsaan Jerman pada
tahun 1933 mengemukakan tentang teori tempat sentral. Menurut Christaller
terdapat konsep yang disebut jangkauan (range) dan ambang (treshold).
Range adalah jarak yang perlu ditempuh manusia untuk mendapatkan
barang kebutuhannya pada suatu waktu tertentu saja. Adapun treshold
adalah jumlah minimal penduduk yang diperlukan untuk kelancaran dan
keseimbangan suplai barang. Dalam teori ini diasumsikan pada suatu
wilayah datar yang luas dihuni oleh sejumlah penduduk dengan kondisi yang
merata. Dalam memenuhi kebutuhannya, penduduk memerlukan berbagai
jenis barang dan jasa, seperti makanan, minuman, perlengkapan rumah
tangga, pelayanan pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Untuk
memperoleh kebutuhan tersebut penduduk harus menempuh jarak tertentu
dari rumahnya yang disebut range.
Sementara itu para pedagang berupaya memperoleh keuntungan besar,
sehingga mereka harus paham benar berapa banyak jumlah minimal
penduduk (calon konsumen) yang diperlukan bagi kelancaran dan
kesinambungan suplai barang atau jasa agar tidak mengalami kerugian.
Dengan kata lain mereka harus memilih lokasi yang strategis, yaitu sebuah
pusat pelayanan berbagai kebutuhan penduduk dalam jumlah partisipasi
yang maksimum.
Sumber: Dokumentasi penerbit, 2006
Barang kebutuhan yang memiliki
risiko kerugian besar karena jenis barang
atau jasa yang dijual berupa barangbarang
mewah disebut threshold tinggi,
misalnya, kendaraan bermotor, perhiasan,
dan barang-barang lainnya dengan harga
relatif mahal dan sulit terjual. dan sebaliknya
barang-barang yang memiliki
resiko rendah disebut threshold rendah.
Dari bentuk kebutuhan dan pelayanan
di atas maka muncul istilah tempat
sentral (Central Place Theory), yaitu
lokasi yang senantiasa melayani berbagai
kebutuhan penduduk dan terletak pada
suatu tempat yang terpusat (sentral).
Tempat ini memungkinkan partisipasi
manusia dalam jumlah besar baik mereka
yang terlibat dalam aktivitas pelayanan
maupun yang menjadi konsumen dari
barang-barang dan pelayanan yang
dihasilkannya.
Ingin lebih tahu
www.bappeda.go.id ?
Gambar 5.6
Skema hirarki K = 3 yang merupakan pusat pelayanan
berupa pasar yang selalu menyediakan bagi daerah
sekitarnya, sering disebut kasus pasar optimal.
108 Wilayah dan Pembangunan
Tempat sentral merupakan suatu titik simpul dari suatu bentuk
heksagonal atau segi enam. Daerah segi enam ini merupakan wilayahwilayah
yang penduduknya mampu terlayani oleh tempat yang sentral
tersebut. Dalam kenyataannya dapat berupa kota-kota besar, pusat
perbelanjaan atau mal, supermarket, pasar, rumah sakit, sekolah, kampus
perguruan tinggi, ibukota provinsi, atau kota kabupaten yang masingmasing
memiliki pengaruh atau kekuatan menarik penduduk yang tinggal
di sekitarnya dengan daya jangkau yang berbeda.
Tempat sentral dan daerah yang dipengaruhinya
(komplementer), pada dasarnya dapat
dibedakan menjadi tiga macam, yaitu hirarki 3
(K = 3), hirarki 4 (K = 4), dan hiraki 7 (K = 7).
a. Hirarki K = 3, merupakan pusat pelayanan
berupa pasar yang selalu menyediakan
bagi daerah sekitarnya, sering disebut
kasus pasar optimal. Wilayah ini selain
mempengaruhi wilayahnya sendiri, juga
mempengaruhi sepertiga bagian dari
masing-masing wilayah tetangganya
(Gambar 5.6).
b. Hirarki K = 4, yaitu wilayah ini dan daerah
sekitarnya yang terpengaruh memberikan
kemungkinan jalur lalu lintas yang paling
efisien. Tempat sentral ini disebut pula
situasi lalu lintas yang optimum. Situasi
lalulintas yang optimum ini memiliki
pengaruh setengah bagian di masingmasing
wilayah tetangganya (Gambar 5.7).
c. Hirarki K = 7, yaitu wilayah ini selain
mempengaruhi wilayahnya sendiri, juga
mempengaruhi seluruh bagian (satu
bagian) masing-masing wilayah tetangganya.
Wilayah ini disebut juga situasi
administratif yang optimum. Situasi
administratif yang dimaksud dapat berupa
kota pusat pemerintahan. Pengaruh tempat
yang sentral dapat diukur berdasarkan
hirarki tertentu, dan bergantung pada
luasan heksagonal yang dilingkupinya
(Gambar 5.8).
Gambar 5.7
Skema hirarki K = 4, yaitu wilayah ini dan daerah
sekitarnya yang terpengaruh memberikan
kemungkinan jalur lalu lintas yang paling efisien.
Sumber: Dokumentasi penerbit, 2006
Gambar 5.8
Skema hirarki K = 7, yaitu wilayah ini selain
mempengaruhi wilayahnya sendiri, juga mempengaruhi
seluruh bagian (satu bagian) masingmasing
wilayah tetangganya. Wilayah ini disebut
juga situasi administratif yang optimum.
Sumber: Dokumentasi penerbit, 2006
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 109
3. Teori Kutub Pertumbuhan (Growth Poles Theory)
Perroux pada tahun 1955 mengemukakan tentang Teori Kutub
Pertumbuhan (Growth Poles Theory). Dalam teori ini dinyatakan bahwa
pembangunan kota atau wilayah di mana pun bukan merupakan suatu
proses yang terjadi secara serentak, tetapi mucul di tempat-tempat tertentu
dengan kecepatan dan intensitas yang berbeda-beda. Tempat-tempat atau
kawasan yang menjadi pusat pembangunan tersebut dinamakan pusat-pusat
atau kutub-kutub pertumbuhan. Dari kutub-kutub tersebut selanjutnya proses
pembangunan akan menyebar ke wilayah-wilayah lain di sekitarnya atau ke
pusat-pusat yang lebih rendah.
Setelah Perang Dunia Kedua (PD II) banyak negara-negara yang terlibat
perang mengalami kemunduran ekonomi. Untuk membangun kembali
negara dikembangkan konsep pembangunan wilayah atau kota yang disebut
spread & trickling down (penjalaran dan penetesan) serta backwash and
polarization. Konsep tersebut berasal dari pengembangan industri untuk
Menurutmu mengapa teori tempat sentral yang dikemukakan oleh Christaller berbentuk
heksagonal?
Tugas Mandiri analisis
Lima kota terbesar di dunia: (1)
Tokyo, Jepang; (2) Meksiko City,
Meksiko; (3) Sao Paolo, Brasil; (4)
New York, A.S.; (5) Mumbai, India.
Eureka
meningkatkan pendapatan nasional kasar
(Gross National Product = GNP). Konsep ini
bertujuan untuk meningkatkan investasi pada
satu kota tertentu yang selanjutnya diharapkan
dapat meningkatkan aktivitas kota. Dengan
demikian akan semakin lebih banyak lagi
penduduk yang terlibat dan pada akhirnya
semakin banyak barang dan jasa yang
dibutuhkan. Namun demikian, konsep ini
kurang menunjukkan keberhasilan yang berarti.
Karena cukup banyak kasus justru hanya
menguntungkan kota. Kota yang tadinya
diharapkan memberikan pengaruh kuat pada
pedesaan untuk ikut berkembang bersama,
kenyataannya sering merugikan pedesaan.
Pada kenyataannya, yang terjadi adalah
peningkatan arus urbanisasi dari dari desa ke
kota dan memindahkan kemiskinan dari desa
ke kota.
Diskusikan dengan guru bidang sosiologimu,
mengapa masyarakat lebih menyukai
membentuk kelompok tertentu sehingga
menimbulkan wilayah-wilayah dengan
karakter yang berbeda?
Diskusi Lintas Ilmu
110 Wilayah dan Pembangunan
E. Usaha Pengembangan Wilayah di Indonesia
Wilayah Indonesia mempunyai karakteristik yang khas. Luas wilayah
yang di batasi perairan merupakan tantangan berat dalam pengembangan
wilayah Indonesia. Seperti halnya negara-negara berkembang Perkembangan
wilayah Indonesia juga menunjukkan gejala yang sama, yaitu adanya
kesenjangan pembangunan antar wilayah, munculnya permukiman kumuh,
dan banyaknya daerah terisolir.
Disparitas atau kesenjangan pembangunan wilayah di Indonesia
ditandai dengan pesatnya pembangunan Indonesia kawasan barat pada
umumnya dan Jawa khususnya. Sementara kawasan Indonesia timur
menunjukkan lambatnya pembangunan bahkan ada yang mengalami
stagnasi. Di kawasan ini masih banyak dijumpai daerah yang terisolir.
Permukiman kumuh (Gambar 5.9) di
kota-kota muncul karena ketidakmampuan
pemerintah dan masyarakat dalam menyediakan
dan membeli rumah yang layak
sehingga mereka hanya membangun
tempat tinggal di sembarang tempat
tanpa penataan sehingga muncul
permukiman-permukiman tersebut.
Umumnya permukiman kumuh dihuni
para pendatang yang belum berhasil
mewujudkan impiannya. Daerah terisolir
terjadi karena secara geografis terletak di
daerah yang sulit dijangkau seperti
dilereng gunung, di kepulauan, maupun di
tengah hutan. Daerah tersebut mengalami
stagnasi pembangunan, meskipun sebenarnya
kaya sumber daya alam.
Pembangunan dan pengembangan
wilayah di Indonesia harus disesuaikan
dengan kondisi geografis dan kondisi
sosial masyarakat (Gambar 5.10). Kondisi
geografis wilayah Indonesia yang
beragam harus disikapi dengan pembangunan
sarana perhubungan. Perhubungan
menjadi persoalan serius setiap musim
hujan. Banyak daerah tidak dapat
dijangkau karena kondisi jalan rusak
parah seperti jalan-jalan di kawasan
Sumatera dan Kalimantan.
Sumber: Dokumentasi penerbit, 2006
Gambar 5.9
Permukiman kumuh menjadi polemik di perkotaan.
Gambar 5.10
Pembangunan di segala sektor, termasuk di desa,
hendaknya memperhatikan kondisi sosial ekonomi
yang berlaku di masyarakat sehingga tidak terjadi
ketimpangan.
Sumber: Rochmat Darodjat, 2005
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 111
Perhubungan antar pulau disikapi dengan membangun jalur pelayaran
dan penerbangan. Jalur pelayan dilakukan dengan membangun pelabuhan.
Dalam upaya pengembangan wilayah antar pulau, penyediaan pelayaran
dan penerbangan merupakan prioritas yang terus dirintis. Pelayaran yang
ada di Indonesia, antara lain pelayaran tanker minyak bumi, pelayaran
tanker nabati, pelayaran samudra (di dalam dan ke luar negeri), pelayaran
nusantara (secara rutin, pelayaran lokal, pelayaran tongkang, pelayaran
khusus, pelayaran rakyat, pelayaran kapal kecil antar pulau, dan pelayaran
feri antar pulau yang dekat). Pelabuhan yang melayani kegiatan eksporimpor
(gate-way-port), yaitu Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan, dan
Makassar.
Sarana angkutan udara dalam pengembangan wilayah di Indonesia
peranannya sangar penting. Operasi penerbangan di Indonesia dapat di
golongkan sebagai berikut.
1. Penerbangan teratur dan tetap pada rute tertentu, umumnya di gunakan
untuk penumpang barang dan pos.
2. Penerbangan yang tidak berkala, umumnya dikhususkan untuk
penerbangan carteran.
3. Penerbangan pelengkap atau taksi udara yang hanya menampung
maksimal 15 orang.
4. Penerbangan kerja yang tidak digunakan untuk mengangkut
penumpang atau bang, tetapi untuk kegiatan penyemprotan hama,
survey udara, dan penebaran inti kondensasi hujan buatan.
5. Keperluan umum, yaitu untuk keperluan instansi. pelatihan
penerbangan, dan olahraga.
Aspek sosial harus diperhatikan dalam pengembangan wilayah agar
proses pembangunan tidak berbenturan dengan nilai-nilai masyarakat
setempat. Contoh pembangunan tempat hiburan harus disesuaikan dengan
budaya lokal agar tidak menimbulkan konflik masyarakat.
Dalam perencanaan wilayah, Indonesia merumuskan perencanaan
wilayah secara berjenjang dan menyeluruh. Maksud berjenjang adalah
dikoordinasikan secara administratif dan geografis. Secara menyeluruh
artinya tidak hanya berlaku pada satu daerah atau aspek saja, tetapi
menyeluruh. Pengembangan wilayah di Indonesia harus didasarkan
pendekatan-pendekatan khusus.
1. Pengembangan wilayah berdasarkan kawasan Daerah Aliran Sungai
(DAS) tertentu. Di dalam DAS tersebut di lakukan pemanfaatan sungai,
tanah, dan sumber daya alam lainnya secara terintegrasi. Dengan
demikian, dapat dikembangkan pertanian, peternakan, kehutanan,
industri dan perikanan. Selain itu, termasuk perencanaannya dalam
penanggulangan banjir dan erosi tanah.
112 Wilayah dan Pembangunan
2. Pengembangan wilayah pedesaan yang ditujukan untuk meningkatkan
kehidupan sosial ekonomi penduduk pedesaan. Wujudnya dapat berupa
pengembangan Perkebunan Inti Rakyat (PIR).
3. Pengembangan wilayah menurut sistem perkotaan.
4. Pengembangan wilayah berdasarkan kutub-kutub pertumbuhan
(Growth Pole).
5. Pengembangan wilayah berdasarkan konsep agropolitan, yaitu
menyebarkan berbagai industri kecil di wilayah pedesaan dan
pengembangan lahan rekreasi sehingga tumbuh beberapa kota yang
berada di daerah pertanian (agropolis).
Hakekat pembangunan adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kesejahteraan yang diharapkan buka hanya dalam arti fisik, tetapi juga dalam
arti non fisik. Pengembangan wilayah nampaknya terkesan berorientasi fisik,
namun demikian kalau dicermati sebenarnya pengembangan wilayah penuh
dengan nilai-nilai sosial.
Kita mengenal istilah “desa tertinggal”, menurut pendapatmu pendekatan seperti apakah
yang hendaknya harus dilakukan agar pembangunan dapat berjalan dengan maksimal?
Tugas Mandiri analisis
F. Wilayah Pembangunan di Indonesia
Acuan pokok kerangka pendekatan perwilayahan pembangunan di
Indonesia adalah bahwasanya kepulauan Indonesia dapat dibagi dalam
wilayah-wilayah pembangunan. Pembagian ini didasarkan atas pengamatan
bahwa provinsi-provinsi tertentu mempunyai kegiatan yang berkaitan erat
dengan provinsi-provinsi tertentu lainnya, antara lain dalam perdagangan,
kegiatan produksi, keuangan, jasa-jasa dan sebagainya. Pembagian wilayah
menurut pendekatan ini tidaklah berarti perubahan-perubahan struktur
administrasi pemerintahan, melainkan hanya merupakan pendekatan yang
diharapkan bermanfaat bagi perumusan dan pengarahan berbagai kegiatan
pembangunan.
Pendekatan dengan cara membagi Indonesia ke dalam wilayah-wilayah
pembangunan merupakan suatu pendekatan yang bersifat sementara dan
secara terus menerus perlu ditelaah kembali dan dikembangkan lebih lanjut.
Perwilayahan atau regionalisasi dapat bermanfaat bagi suatu negara yang
besar dan luas seperti Negara Republik Indonesia, yaitu untuk lebih menjamin
tercapainya pembangunan yang serasi dan seimbang baik antar sektor dalam
satu wilayah pembangunan, maupun antar wilayah pembangunan sendiri.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 113
Menurut pengamatan sementara dapat dipertimbangkan adanya
sepuluh Wilayah Pembangunan, yang dapat dikelompokkan dalam empat
Wilayah Pembangunan Utama.
1. Wilayah Pembangunan Utama A dengan Pusat Utama Medan, terdiri
atas Wilayah Pembangunan I, meliputi Provinsi-provinsi Aceh dan
Sumatra Utara. Wilayah Pembangunan II meliputi Provinsi-provinsi
Sumatra Barat dan Riau.
2. Wilayah Pembangunan Utama B dengan Pusat Utama Jakarta Raya,
terdiri atas Wilayah Pembangunan III, meliputi Provinsi-provinsi
Jambi, Sumatra Selatan dan Bengkulu. Wilayah Pembangunan IV,
meliputi Provinsi-provinsi Lampung, Jakarta Raya, Jawa Barat, Jawa
Tengah dan D.I. Yogyakarta. Wilayah Pembangunan VI meliputi
Provinsi Kalimantan Barat.
3. Wilayah Pembangunan Utama C dengan Pusat Utama Surabaya terdiri
atas Wilayah Pembangunan V, meliputi Provinsi-provinsi Jawa Timur
dan Bali, dan Wilayah Pembangunan VII, meliputi Provinsi-provinsi
Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
4. Wilayah Pembangunan Utama D dengan Pusat Utama Ujung Pandang
terdiri atas Wilayah Pembangunan VIII meliputi Provinsi-provinsi Nusa
Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi
Tenggara. Wilayah Pembangunan IX, meliputi Provinsi-provinsi
Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara, dan Wilayah Pembangunan X,
meliputi Provinsi-provinsi Maluku dan Irian Jaya.
Prinsip regionalisasi tersebut di atas dapat juga diterapkan di dalam
lingkungan daerah masing-masing provinsi dengan memperhatikan
hubungan-hubungan yang saling kait-mengait antar kabupaten-kabupaten
dan kecamatan-kecamatan. Oleh karena itulah, apabila kamu pergi ke pusat
pemerintahan seperti kelurahan, kecamatan, atau bahkan tingkat provinsi,
kamu akan menemukan wilayah-wilayah pembangunan yang bersifat
spesifik untuk daerahmu sendiri.
1. Mengapa Medan, Jakarta, Surabaya, dan Ujung Pandang menjadi pusat wilayah
pembangunan?
2. Mengapa di era otonomi pembangunan di Indonesia masih disekat oleh wilayahwilayah
pembangunan?
Kemukakan pendapatmu secara logis mengenai hal ini dalam buku tugasmu.
Tugas Mandiri studi literatur
114 Wilayah dan Pembangunan
Kilas Geografi
Sejarah Jakarta bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai
Ciliwung sekitar 500 tahun silam. Selama berabad-abad kemudian kota
bandar ini berkembang menjadi pusat perdagangan internasional yang ramai.
Pengetahuan awal mengenai Jakarta terkumpul sedikit melalui berbagai
prasasti yang ditemukan di kawasan bandar tersebut. Keterangan mengenai
kota Jakarta sampai dengan awal kedatangan para penjelajah Eropa dapat
dikatakan sangat sedikit.
Laporan para penulis Eropa abad ke-16 menyebutkan sebuah kota
bernama Kalapa, yang tampaknya menjadi bandar utama bagi sebuah
kerajaan Hindu bernama Sunda, beribu kota Pajajaran, terletak sekitar 40
kilometer di pedalaman, dekat dengan kota Bogor sekarang.
Bangsa Portugis merupakan rombongan besar orang-orang Eropa pertama
yang datang ke bandar Kalapa. Kota ini kemudian diserang oleh seorang muda
usia, bernama Fatahillah, dari sebuah kerajaan yang berdekatan dengan Kalapa.
Fatahillah mengubah nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527.
Tanggal inilah yang kini diperingati sebagai hari lahir kota Jakarta. Orang-orang
Belanda datang pada akhir abad ke-16 dan kemudian menguasai Jayakarta.
Laporan para penulis Eropa abad ke-16 menyebutkan sebuah kota
bernama Kalapa, yang tampaknya menjadi bandar utama bagi sebuah
kerajaan Hindu bernama Sunda, beribukota Pajajaran, terletak sekitar 40
kilometer di pedalaman, dekat dengan kota Bogor sekarang.
Bangsa Portugis merupakan rombongan besar orang-orang Eropa pertama
yang datang ke Bandar Kalapa. Kota ini kemudian diserang oleh seorang muda
usia, bernama Fatahillah, dari sebuah kerajaan yang berdekatan dengan Kalapa.
Fatahillah mengubah nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527.
Tanggal inilah yang kini diperingati sebagai hari lahir kota Jakarta. Orang-orang
Belanda datang pada akhir abad ke-16 dan kemudian menguasai Jayakarta.
Nama Jayakarta diganti menjadi Batavia. Keadaan alam Batavia yang
berawa-rawa mirip dengan negeri Belanda, tanah air mereka. Mereka pun
membangun kanal-kanal untuk melindungi Batavia dari ancaman banjir.
Kegiatan pemerintahan kota dipusatkan di sekitar lapangan yang terletak
sekitar 500 meter dari bandar. Mereka membangun balai kota yang anggun,
yang merupakan kedudukan pusat pemerintahan kota Batavia. Lamakelamaan
kota Batavia berkembang ke arah selatan. Pertumbuhan yang pesat
mengakibatkan keadaan lilngkungan cepat rusak, sehingga memaksa penguasa
Belanda memindahkan pusat kegiatan pemerintahan ke kawasan yang lebih
tinggi letaknya. Wilayah ini dinamakan Weltevreden.
Dikutip dari www.jakarta.go.id
Sejarah Kota Jakarta
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 115
R angkuman
1. Wilayah dalam bahasa Inggris disebut region. Wilayah merupakan bagian
dari permukaan bumi yang memiliki karakteristik tertenu dan bebeda dengan
wilayah lain. Contohnya, wilayah pantai merupakan bagian dari permukaan
bumi yang letaknya di dekat laut dan wilayah pegunungan merupakan bagian
permukaan bumi yang letaknya di daerah yang tinggi dan bergunung-gunung.
Wilayah adalah bagian atau daerah di permukaan bumi yang dibatasi oleh
kenampakan tertentu yang bersifat khas yang membedakan dari daerah lain,
misalnya wilayah hutan berbeda dengan wilayah pertanian, wilayah kota
berbeda dengan wilayah perdesaan.
2. Berdasarkan kekhasannya wilayah dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
Wilayah yang didasarkan atas konsep homogenitas disebut juga wilayah
formal (homogeneous/uniform region), dan Wilayah yang didasarkan atas
konsep heterogenitas disebut juga wilayah fungsional (nodal region/organic
region)
3. Perwilayahan adalah proses pengelompokkan wilayah berdasarkan ciri
kesamaan atas dasar fisik dan sosial. Regionalisasi selalu didasarkan pada
kriteria dan kepentingan tertentu, misalnya, pada pembagian region
permukaan bumi berdasarkan iklim maka kriteria yang digunakan adalah
unsur cuaca, seperti temperatur, curah hujan, penguapan, kelembapan, dan
angin.
4. Pusat pusat pertumbuhan adalah cara yang ditempuh oleh pemerintah untuk
menentukan daerah tertentu yang dianggap strategis sehingga pada gilirannya
akan memberi efek menetes bagi daerah sekitarnya.
5. Dalam prakteknya penentuan pusat pusat perumbuhan ternyata mengacu
pada teori-teori pusat-pusat pertumbuhan, antara lain teori sektor dari Hoyt,
teori sentral dari Christaller, dan teori kutub pertumbuhan Ferroux.
6. Pembangunan dan pengembangan wilayah di Indonesia harus disesuaikan
dengan kondisi geografis dan kondisi sosial masyarakat
7. Indonesia dikelompokkan dalam empat Wilayah Pembangunan Utama.
a. Wilayah pembangunan utama A dengan pusat utama Medan.
b. Wilayah pembangunan utama B dengan pusat utama Jakarta Raya.
c. Wilayah pembangunan utama C dengan pusat utama Surabaya.
d. Wilayah pembangunan utama D dengan pusat utama Ujung Pandang.
116 Wilayah dan Pembangunan
Pe l a t i h a n Bab5
Kerjakanlah di buku tugasmu!
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Geografi mengartikan wilayah sebagai ....
a. kota di bawah provinsi secara administratif
b. kabupaten di bawah provinsi secara administratif
c. provinsi
d. daerah yang memiliki karakterisitk tertentu yang berbeda dengan wilayah
sekitarnya
e. daerah yang memiliki karakterisitk tertentu yang tidak berbeda dengan
wilayah sekitarnya
2. Lingkungan wilayah fisik adalah ....
a. wilayah patahan
b. wilayah kota
c. wilayah desa
d. wilayah pembuangan sampah
e. wilayah suku
3. Berikut ini yang merupakan wilayah sosial adalah ....
a. wilayah iklim
b. wilayah suhu udara
c. wilayah bahasa
d. wilayah pertanian
e. wilayah pertambangan
4. Pegunungan kapur termasuk ke dalam jenis wilayah ....
a. sosial
b. campuran
c. peralihan
d. fisik
e. semua jawaban benar
5. Pusat kota termasuk jenis wilayah ....
a. sosial
b. campuran
c. peralihan
d. fisik
e. semua jawaban salah
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 117
6. Teori tempat sentral dikemukakan oleh ....
a. Perroux
b. Christaller
c. Hoyt
d. Ullman
e. Bintarto
7. Teori konsentris dikemukakan oleh ....
a. Perroux
b. Christaller
c. Hoyt
d. Ullman
e. Bintarto
8. Teori kutub pertumbuhan dikemukakan oleh ....
a. Perroux
b. Christaller
c. Hoyt
d. Ullman
e. Bintarto
9. Wilayah pembangunan C memiliki pusat di ....
a. Jawa
b. Medan
c. Jakarta
d. Surabaya
e. Ambon
10. Wilayah pembangunan A memiliki pusat di ....
a. Kalimantan
b. Jambi
c. Jakarta
d. Makasar
e. Medan
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1. Jelaskan pengertian wilayah ditinaju dari berbagai sisi!
2. Apakah perbedaan region nodal dengan uniform region?
3. Apakah perbedaan antara wilayah fisik dengan wilayah sosial?
4. Bagaimana situasi lalu lintas optimum menurut Chirtaller?
5. Jelaskan pendapatmu mengenai kelebihan dan kekurangan pembangunan yang
telah berjalan di Indonesia?
118 Wilayah dan Pembangunan
Tugas Portofolio
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas : XII (Dua belas)
Pokok Bahasan : Wilayah dan Pembangunan
Tema : Mengenali Prioritas Pembangunan Lokal dan Prospek
Bisnis Lokal
Kerjakanlah bersama kelompok belajarmu!
Setiap daerah bahkan hingga ke tingkat kecamatan memiliki prioritas
pembangunan tertentu dan di wilayah tertentu pula.
Langkah-langkah kerja
1. Kumpulkanlah informasi prioritas pembangunan daerahmu, dengan
mendatangi Badan Pemerintahan Daerah seperti kecamatan atau yang
lebih tinggi seperti kabupaten atau provinsi.
2. Tulislah hasil observasimu dalam sebuah makalah.
3. Jangan lupa sertakanlah uraian pendapatmu mengenai prospek bisnis yang
akan sangat menguntungkan untuk dilaksanakan di daerahmu.
Pada pembahasan ini kalian akan mengetahui mengapa
kemajuan yang dicapai oleh setiap negara di dunia
berbeda, mengetahui standar yang diterapkan untuk
membedakan kemajuan tiap negara, dan mengenal
profil negara-negara maju dan berkembang.
Ada benang merah yang
menghubungkan sebab
akibat di bumi ini, ada
negara kecil, ada negara
yang mapan; ada negara
yang senang memberikan
bantuan, ada negara yang
meminta bantuan negara
lain, itu semua nilai
berbeda bagi sebutan tipe
dua negara yaitu negara
maju dan negara
berkembang.
6
Bab
Negara Maju
dan Negara
Berkembang
120 Negara Maju dan Negara Berkembang
Berikut ini kata-kata yang menjadi inti materi pada pembahasan Negara Maju dan Berkembang
Kata kunci
Human Development Index, angka harapan hidup, tingkat pendidikan, tingkat
pendapatan, tingkat kesehatan
Guna membantu kalian memahami alur pemikiran bab ini, perhatikan peta konsep berikut
Peta konsep
Indeks
Perkembangan
Manusia
>0,799 (Negara Maju)
<0,500 (Negara Miskin)
0,500 – 0,799 (Negara
Berkembang)
Profil Cina dan
Brasil sebagai
Negara Berkembang
Profil Jepang dan
Amerika Serikat
sebagai Negara Maju
Pengembangan
Wilayah di Negara
Berkembang dan
Negara Maju
Negara Berkembang
dan Negara Maju
Negara Maju
dan Negara
Berkembang
Ciri-Ciri dan Daftar
Negara Berkembang
Ciri-Ciri dan Daftar
Negara Maju
Tahapan
Perkembangan
Negara
Lepas Landas
Tahap Konsumsi Tinggi
Tahap Gerak Menuju
Kedewasaan
Masyarakat Tradisional
Prakondisi Lepas Landas
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 121
Dalam kehidupan sehari-hari dilingkungan
masyarakat kalian akan menjumpai kelompok
masyarakat yang berbeda dengan kelompok
masyarakat lain. Di tengah masyarakat muncul
kelompok orang-orang kaya, berpendidikan,
terpandang, dan sisi lain juga muncul kelompok
orang miskin, terbelakang, dan terpinggirkan.
Begitu juga antar negara. Munculnya
negara kaya maju, di sisi lain akan menghasilkan
negara miskin dan terbelakang
(Gambar 6.1). Fenomena ini merupakan
dampak dari globalisasi yang menghasilkan
hubungan antar negara dari aspek ekonomi,
produksi, politik, dan konsumsi sehingga ada
negara yang mampu mengambil keuntungan
dari proses globalisasi maupun negara yang jadi
bahan eksploitasi proses globalisasi tersebut.
Intinya, di atas permukaan bumi ini terdapat berbagai negara yang
dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok. Ada negara kaya dan
maju, kaya tapi kurang maju, miskin, dan negara terbelakang.
A. Indeks Perkembangan Manusia (Human Development
Index [HDI])
Tahun 1990, Mahbub ul Haq mengembangkan HDI dan mulai tahun
1993 PBB resmi menggunakannya dalam laporan tahunan PBB. HDI
merupakan pengukuran komparatif dari angka harapan hidup, angka buta
huruf, dan standar-standar kehidupan bagi seluruh negara di dunia. Standar
ini berarti mengukur tingkat kesejahteraan hidup, khususnya kesejahteraan
anak-anak, dan digunakan untuk membedakan negara miskin (less
developed country), negara berkembang (developing country), dan negara
maju (developed country). Selain itu, HDI juga digunakan untuk mengukur
dampak kebijakan ekonomi pada kualitas hidup.
HDI mengukur rata-rata kemajuan yang dicapai oleh suatu negara
melalui tiga dimensi dasar perkembangan.
1. Hidup yang sehat dan umur panjang, yang diukur melalui angka
harapan hidup (life expetancy).
2. Pengetahuan, yang diukur melalui angka buta huruf (literacy).
3. Standar kehidupan, yang diukur melalui GDP (Gross Domestic
Product) per kapita yaitu daya beli masyarakat dalam dollar Amerika
(US$).
Gambar 6.1
Pendidikan adalah salah satu standar mengapa
suatu negara dikatakan sebagai negara miskin,
berkembang, ataupun maju.
Sumber: AP Photo/Irwin Fedriansyiah
122 Negara Maju dan Negara Berkembang
Indeks perkembangan manusia (HDI) mengklasifikasikan negaranegara
ke dalam tiga klasifikasi.
1. Negara maju (developed country) bagi negara-negara yang memiliki
HDI di atas 0,7999.
2. Negara berkembang (developing country) bagi negara-negara yang
memiliki HDI 0,500-0,7999.
3. Negara miskin (less developed country) bagi negara-negara yang
memiliki HDI di bawah 0,500.
Adapun rumus yang digunakan untuk mendapatkan indeks perkembangan
manusia (HDI) ialah sebagai berikut.
HDI =
1 ( ) 1 ( ) 1 ( )
3 3 3
x LEI .. x EI .. x GI
LEI, EI, dan GI merupakan perhitungan atas tiga dimensi dasar
perkembangan manusia sebagai mana dijabarkan di bawah ini.
1. Life Expetancy Index (LEI) atau indeks angka harapan hidup yang
diperoleh melalui rumus berikut.
Life Expetancy Index =
25
85 25
LE ..
..
Keterangan
LE: life expetancy (angka harapan hidup)
2. Education Index (EI) atau indeks pendidikan diperoleh melalui rumus
berikut.
Education Index (EI) =
2 1
3 3
xALI .. xGEI
Di mana
Adult Literacy Index (ALI) =
0
100 0
ALR ..
..
Gross Enrolment Index (GEI) =
Keterangan
Adult Literacy Rate (ALR) adalah angka buta huruf.
Gross Enrolment Index (GEI) adalah angka orang-orang yang terdaftar
di lembaga pendidikan.
Combined Gross Enrolment Index (CGER) adalah kombinasi orangorang
yang terdaftar di lembaga pendidikan.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 123
3. GDP Index (GI) adalah indeks pendapatan yang diperoleh dari rumus
berikut ini.
GDP Index (GI) =
log( ) log(100)
log(40.000) log(100)
GDPpc ..
..
Keterangan
Gross Domestic Product per capita (GDPpc) adalah GDP dengan
standar mata uang dollar Amerika (US$)
Pada pembahasan ini, kita hanya membahas negara berkembang (Developing Country)
dan negara maju (Developed Country). Carilah informasi mengenai negara-negara miskin
(Less Developed Country)!
Tugas Mandiri studi literatur
Contoh soal
Diketahui sebuah negara memiliki angka harapan hidup 78, angka buta
huruf 95,8, angka orang-orang yang terdaftar di lembaga pendidikan 69,
dan angka GDP US$ 8840.
Jawab
1. Life Expectancy Index =
78 25
85 25
..
.. = 0,883
2. Adult Literacy Index =
95,8 0
100 0
..
.. = 0,958
Gross Enrolment Index =
69 0
100 0
..
..
= 0,69
Education Index =
2
3
ALI +
1
GEI
= (0,958) + (0,69) = 0,869
3. GDP Index =
log (8840) log (100)
log (40.000) log (100)
..
..
= 0,748
4. HDI =
1
3 LEI +
EI +
GI
=
(0,883) +
(0,869) +
(0,748)
= 0,833333333333333
Jadi, index perkembangan manusia yang dimiliki negara tersebut
adalah 0,833 (negara maju).
124 Negara Maju dan Negara Berkembang
Menurut Rostow terdapat 5 tahapan perkembangan suatu negara.
1. Masyarakat Tradisional
Masyarakat tradisional ialah masyarakat yang masih belum produktif
dan masih bersifat relatif primitif serta dipengaruhi oleh nilai-nilai pemikiran
yang tidak rasional yang sifatnya turun-temurun. Sistem ekonomi belum
berorientasi ke pasar, belum adanya aplikasi ilmu pengetahuan teknologi
modern serta jumlah produksi terbatas. Sebagian besar sumber daya
masyarakat yang ada digunakan untuk sektor pertanian. Mobilitas
masyarakatnya rendah dan hubungan keluarga serta kesukuan masih sangat
mendominasi dalam organisasi kemasyarakatan.
2. Prakondisi Lepas Landas
Tahapan ini merupakan tahapan masyarakat yang sedang menuju
pada perubahan, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun politik. Pada
prakondisi lepas landas, perkembangan suatu negara dapat dibedakan
menjadi dua.
a. Negara-negara yang mengalami perombakan dari masyarakat
tradisional menuju masyarakat modern, seperti yang dicapai oleh
negara-negara Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika.
b. Negara-negara yang langsung menuju masyarakat modern tanpa
banyak merombak masyarakat tradisional karena masyarakat tersebut
terdiri dari para imigran yang berasal dari negara yang memang sudah
maju, seperti Amerika, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.
Negara yang mengalami masa perubahan pada tahap pra kondisi
tinggal landas ini, masyarakatnya sudah mulai mengubah teknologinya ke
arah yang lebih produktif sehingga sebagian dari pendapatannya sudah
mulai ditabung di lembaga-lembaga produktif seperti bank. Dengan
terakumulasinya modal di bank, para pengusaha dapat memperluas
usahanya, dan kegiatan ekonomi secara stimulan terus bergerak ke arah
kemajuan.
3. Lepas Landas
Pada tahap ini berbagai usaha produktif terus berkembang sehingga
terjadi pertumbuhan ekonomi yang cukup berarti untuk memacu berbagai
sektor pembangunan. Terciptanya pembaharuan di berbagai sektor ke arah
yang lebih produktif dan efisien, akumulasi modal terus bertambah, dan
industri menjadi sektor yang memimpin dalam memacu pertumbuhan
ekonomi. Pendapatan nasional terus bertambah, dan pendapatan per kapita
penduduk terus meningkat.
B. Tahap Perkembangan Negara
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 125
Standar PBB melalui HDI mengklasifikasikan negara-negara ke dalam
tiga kelompok yaitu, negara maju, negara berkembang, dan negara miskin.
Walaupun demkian, pada pembahasan kali ini hanya negara berkembang
dan negara maju saja yang akan dibahas.
1. Negara Berkembang (Developing Country)
Para pengamat dan teoritis melihat alasan yang berbeda mengapa
beberapa negara (dan lainnya tidak) menikmati perkembangan ekonomi
yang tinggi. Banyak alasan menyatakan perkembangan ekonomi
membutuhkan kombinasi perwakilan pemerintah (atau demokrasi), sebuah
model ekonomi pasar bebas, dan sedikitnya ketiadaan korupsi. Beberapa
memandang negara kaya menjadi kaya karena eksploitasi dari negara
miskin di masa lalu, melalui imperialisme dan kolonialisme, atau di masa
sekarang, melalui proses globalisasi.
Negara berkembang adalah sebuah negara dengan rata-rata pendapatan
yang rendah, infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indeks perkembangan
manusia yang kurang (0,500-0,799) dibandingkan dengan norma global.
Secara umum negara berkembang memiliki ciri-ciri berikut ini.
a. Standar hidup masih relatif rendah, ketimpangan pendapatan yang parah,
serta kurang memadainya pelayanan kesehatan dan sistem pendidikan.
b. Tingkat produktivitas yang rendah.
4. Tahap Gerak Menuju Kedewasaan
Pada tahap ini kegiatan ekonomi suatu negara terus mengalami
pertumbuhan secara teratur, penggunaan teknologi modern semakin meluas.
Kira-kira 10% - 20% pendapatan nasional mulai diinvestasikan. Struktur
ekonomi terus mengalami perubahan, industri-industri berkembang,
bergerak menuju industri hulu yang padat modal.
5. Tahap Konsumsi Tinggi
Tahap ini perkembangan industri mengarah pada yang tahan lama dan
jasa keahlian. Pendapatan per kapita sampai pada satu titik situasi daya
beli masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok sudah tinggi. Termasuk
barang-barang yang bersifat sekunder dan tersier.
C. Negara Berkembang dan Negara Maju
Menurut pendapatmu, negara kita Indonesia sedang berada pada tahap ke berapa?
Tuliskan pendapatmu dalam selembar kertas untuk dikumpulkan.
Tugas Mandiri mengemukakan pendapat
126 Negara Maju dan Negara Berkembang
c. Tingkat pertumbuhan penduduk
serta beban ketergantungan yang
tinggi.
d. Angka pengangguran terbuka maupun
terselubung sangat tinggi dan akan
terus bertambah tinggi, sedangkan
penyediaan lapangan kerja semakin
terbatas.
e. Ketergantungan pendapatan yang
sangat besar kepada sektor pertanian
(Gambar 6.2) serta ekspor produkproduk
primer (bahan-bahan mentah).
f. Pasarnya tidak sempurna dan informasi
yang tersedia sangat terbatas.
g. Dominasi, ketergantungan, dan
kerapuhan yang parah pada hampir
semua aspek hubungan internasional.
Menurut beberapa teori yang berbeda,
ada banyak hal yang menjadi penyebab
terhambatnya pembangunan di negara
berkembang.
a. Rendahnya minat menabung yang mengakibatkan rendahnya tingkat
investasi.
b. Faktor instrisik yang berupa sikap dan budaya masyarakatnya serta
sikap dan tingkah laku para elit politik dan pemerintahan.
c. Tingginya angka fertilitas.
d. Ketidakpastian hukum dan tingginya angka korupsi.
e. Posisi negara dalam sejarah dan sistem budaya.
f. Tingginya hutang kepada badan kreditur seperti Bank Dunia (World
Bank) dan International Monetary Fund (IMF).
g. Kurangnya ketertarikan dan pemahaman perusahaan-perusahaan
multinasional akan dinamika-dinamika spesifik yang tengah terjadi
pada negaranya.
h. Dominasi peraturan perdagangan oleh negara-negara kaya dan berkuasa.
i. Sumber daya alamnya dieksploitasi hanya untuk membayar hutang
luar negerinya.
Daftar negara-negara berkembang berdasarkan HDI (Human
Development Index) yang dikeluarkan oleh PBB pada 9 November 2006
dapat dilihat pada Tabel 1.1.
Gambar 6.2
Sektor pertanian di negara berkembang. Sayangnya,
pengolahan yang tidak intensif menyebabkan statisnya
sektor ini.
Sumber: AP Photo/Binsar Bakkara, 2005.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 127
Tabel 6.1
Daftar Negara-Negara Berkembang Berdasarkan HDI Tahun 2006
No Peringkat Nama Negara HDI
1 64 Libya 0,798
2 65 Federasi Rusia 0,797
3 66 Republik Macedonia 0,796
4 67 Belarus 0,794
5 68 Dominica 0,793
6 69 Brasil 0,792
7 70 Kolombia 0,790
8 71 Saint Lucia 0,790
9 72 Venezuela 0,784
10 73 Albania 0,784
11 74 Thailand 0,784
12 75 Samoa 0,778
13 76 Saudi Arabia 0,777
14 77 Ukraina 0,774
15 78 Libanon 0,774
16 79 Kazakhstan 0,774
17 80 Armenia 0,768
18 81 China (PRC) 0,768
19 82 Peru 0,767
20 83 Ekuador 0,765
21 84 Filipina 0,763
22 85 Grenada 0,762
23 86 Yordania 0,760
24 87 Tunisia 0,760
25 88 Saint Vincent dan Grenada 0,759
26 89 Suriname 0,759
27 90 Fiji 0,758
128 Negara Maju dan Negara Berkembang
28 91 Paraguay 0,757
29 92 Turki 0,757
30 93 Sri Lanka 0,755
31 94 Republik Dominika 0,751
32 95 Belize 0,751
33 96 Iran 0,746
34 97 Georgia 0,743
35 98 Maladewa 0,739
36 99 Azarbaijan 0,736
37 100 Palestina 0,736
38 101 El Salvador 0,729
39 102 Aljazair 0,728
40 103 Guyana 0,725
41 104 Jamaika 0,724
42 105 Turkmenistan 0,724
43 106 Cape Verde 0,722
44 107 Syria 0,716
45 108 Indonesia 0,711
46 109 Vietnam 0,709
47 110 Kirgizstan 0,705
48 111 Mesir 0,702
49 112 Nikaragua 0,698
50 113 Uzbekistan 0,696
51 114 Moldova 0,694
52 115 Bolivia 0,692
53 116 Mongolia 0,691
54 117 Honduras 0,683
55 118 Guatemala 0,673
56 119 Vanuatu 0,670
57 120 Equatorial Guinea 0,653
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 129
Sumber: www.en.wikipedia.com
58 121 South Africa 0,653
59 122 Tajikistan 0,652
60 123 Moroko 0,640
61 124 Gabon 0,633
62 125 Namibia 0,626
63 126 India 0,611
64 127 São Tomé and Príncipe 0,607
65 128 Solomon Islands 0,592
66 129 Kamboja 0,583
67 130 Myanmar 0,581
68 131 Botswana 0,570
69 132 Komoros 0,556
70 133 Laos 0,553
71 134 Pakistan 0,539
72 135 Bhutan 0,538
73 136 Ghana 0,532
74 137 Bangladesh 0,530
75 138 Nepal 0,527
76 139 Papua Nugini 0,523
77 140 Republik Kongo 0,520
78 141 Sudan 0,516
79 142 Timor-Leste 0,512
80 143 Madagaskar 0,509
81 144 Kamerun 0,506
82 145 Uganda 0,502
83 146 Swaziland 0,500
2. Negara Maju
Negara maju adalah julukan bagi negara-negara yang memimpin
secara ekonomi di dunia, karena sektor industri dalam negerinya didominasi
sektor tersier dan kuarter (Gambar 6.3). Perekonomian negara maju
berbanding lurus dengan tingginya GDP dan tingginya HDI (di atas 0,7999).
130 Negara Maju dan Negara Berkembang
Para ahli berpendapat bahwa tingginya
ekonomi di negara-negara maju merupakan
representasi pemerintahan yang demokrasi,
model ekonomi pasar bebas, dan kecilnya
angka korupsi. Sementara itu, para ahli yang
lain berpendapat bahwa kekayaan ekonomi
yang didapatkan oleh negara-negara maju saat
ini adalah hasil dari imperialisme dan kolonialisme
di masa lalu. Di bidang ekonomi dan teknologi
dicirikan oleh hal-hal berikut ini.
a. Pendapatan masyarakat tinggi dan merata.
b. Pendapatan negara tinggi.
c. Sumber-sumber pendapatan berasal dari
sektor berkelanjutan, yaitu sumber-sumber
pendapatan yang sifatnya dapat diperbaharui
terus-menerus, seperti dari sektor
jasa dan industri.
d. Sektor pertanian dikerjakan dengan
intensif, keterbatasan lahan disiasati
dengan penggunaan teknologi modern
sehingga hasilnya jauh lebih tinggi
e. Hasil sektor industri mempunyai keunggulan komparatif dan kompetitif.
Komparatif artinya berkualitas baik dan biaya produksinya murah
sehingga harganya murah.
Dalam hal penguasaan teknologi, masyarakat negara maju mempunyai
kemampuan menguasai teknologi yang lebih baik dibandingkan dengan
negara berkembang. Penggunaan teknologi di negara maju meliputi hampir
seluruh aktivitas kehidupan masyarakat, sedangkan negara berkembang
penggunaan teknologi hanya terbatas pada hal-hal tertentu saja.
Tabel 6.3
Daftar Negara-Negara Maju Berdasarkan HDI Tahun 2006
HDI
0.965
0.960
0.957
0.956
0.951
Negara
Norwegia
Eslandia
Australia
Irlandia
Swedia
Ranking
1
2
3
4
5
Gambar 6.3
Pertambangan minyak lepas pantai milik Brunei
Darussalam menjadi simbol kekayaan negara
tersebut.
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 131
0.950
0.949
0.948
0.947
0.947
0.947
0.945
0.945
0.944
0.943
0.942
0.940
0.940
0.938
0.936
0.932
0.927
0.927
0.921
0.916
0.912
0.910
0.904
0.903
0.885
0.879
0.875
0.871
0.871
0.869
Kanada
Jepang
Amerika Serikat
Swiss
Belanda
Finlandia
Luxembourg
Belgia
Austria
Denmark
Perancis
United Kingdom
Italia
Spanyol
Selandia Baru
Jerman
Hong Kong SAR, China
Israel
Yunani
Singapura
Korea Selatan
Slovenia
Portugal
Siprus
Republik Czech
Barbados
Malta
Kuwait
Brunei
Hungaria
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
0.863
0.862
0.859
0.859
0.858
0.857
0.856
0.851
0.846
0.845
0.844
0.842
0.841
0.839
0.826
0.825
0.825
0.821
0.816
0.815
0.810
0.809
0.809
0.808
0.805
0.805
0.800
0.800
Argentina
Polandia
Chili
Bahrain
Estonia
Lithuania
Slovakia
Uruguay
Kroasia
Latvia
Qatar
Seychelles
Kosta Rika
Uni Emirat Arab
Kuba
Saint Kitts and Nevis
Bahamas
Meksiko
Bulgaria
Tonga
Oman
Trinidad and Tobago
Panama
Antigua and Barbuda
Romania
Malaysia
Bosnia and Herzegovina
Mauritius
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
Sumber: www.en.wikipedia.com
132 Negara Maju dan Negara Berkembang
Menurutmu apakah negara-negara miskin dan negara-negara berkembang dapat
menyusul dan menyamakan kedudukan ekonomi dengan negara-negara maju?
Tugas Mandiri analisis
D. Model Pengembangan Wilayah di Negara Maju dan
Negara Berkembang
1. Pengembangan Wilayah di Negara Maju
Secara umum kota dan wilayah negara-negara maju menunjukkan
keteraturan sehimngga menghasilkan kenyamanan, baik bagi penduduk
setempat maupun pendatang. Keteraturan tersebut muncul karena negara
maju mampu mengelola pertumbuhan dan perkembangan kota dan wilayah
dengan baik. Kemampuan negara maju dalam mengelola pertumbuhan dan
perkembangan wilayahnya karena dukungan beberapa faktor, diantaranya
faktor ekonomi, sosial, teknologi, dan tingkat kesadaran masyarakat untuk
mewujudkan keteraturan sangat tinggi.
Pengembangan wilayah kota dilakukan atas dasar desentralisasi kota,
yaitu desentralisasi kota dari kota industri yang rapat menjadi kelompok
permukiman kota. Setiap permukiman kota seluas 400 hektar yang dihuni
oleh 30.000 penduduk, dan tiap permukiman kota dikelilingi oleh kawasan
pertanian holtikultura sebagai jalur hijau dengan luas 2.000 hektar (Gambar
6.4).
Sikander dan Malik dalam Jayadinata
(1999) mengemukakan lima macam pola
bentuk kota yang merupakan trend pengembangan
wilayah di masa depan dan sudah
dirintis di negara-negara maju, yaitu pola
metropolis menyebar (disapersed), metropolis
galaktika, metropolis memusat, metropolis
bintang, dan metropolis cincin.
a. Pola Metropolis menyebar terbentuk
dengan mengembangkan bagian kota yang
paling jarang penduduknya. Bagian kota
yang padat penduduknya dibangun kembali
dengan mengurangi kepadatan penduduk
sehingga kota metropolis itu akan menyebar.
Prasarana sosial ekonomi disebar ke
kawasan yang baru, seperti kantor, rumah
Gambar 6.4
Central Park, New York. Keberadaan taman bagi
sebuah kota megalopolis adalah sebuah keharusan.
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 133
sakit, pabrik, dan universitas. Permasalahan pola ini terletak pada
pilihan yang terbatas, interaksi yang lemah, biaya transportasi yang
tinggi, dan citra kota metropolitan yang terkesan kurang hidup.
b. Metropolis galaktika terjadi dari permukiman kota yang kecil-kecil
berpenduduk padat, dipisahkan oleh kawasan pertanian yang jarang
sekali penduduknya atau bahkan tidak berpenduduk. Kegiatan sosial
ekonomi terpusat di berbagai permukiman. Masalah yang muncul yaitu
interaksi dan penekanan biaya agar tidak terlalu sukar untuk
direalisasikan.
c. Metropolis terpusat terbentuk karena kegiatan sosial ekonomi yang
tinggi dengan kepadatan penduduk yang tinggi pula, terutama di
pusatnya. Oleh karena kegiatan sosial ekonomi yang tinggi, banyak
penduduk yang tinggal di apartemen dan rumah susun. Masalah yang
muncul yaitu biaya yang tinggi karena inti kota yang padat, kurang
nyaman, dan kurang dalam mendukung partisipasi perorangan.
d. Metropolis bintang terbentuk karena mempunyai inti yang utama,
dengan pola kepadatan penduduk membentuk bintang yang memanjang
pada beberapa bagian kota. Inti kota utama, yaitu sebagian pusatkota
di kelilingi oleh banyak pusat kadua yang terletak sepanjang lenganlengan
yang memanjang. Lengan-lengan kota itu mempunyai
kepadatan penduduk yang sedang. Masalah yang muncul adalah bentuk
fisik pola ini cepat berubah karena perkembangan penduduk.
e. Metropolis cincin terbentuk dengan kepadatan penduduk terletak di
sekeliling tengah kota. Adapun daerah yang jarang penduduknya
terletak di tengah kota. masalahnya adalah melahirkan biaya
transportasi yang besar dan proses penyesuaian yang sangat sulit.
Berbeda dengan negara maju yang
mempunyai wilayah teratur, fenomena
yang terjadi pada kota dan wilayah di
negara-negara berkembang menunjukkan
pola ketidakteraturan dan kesemrawutan
sehingga terkesan kumuh, dan tidak
sedap dipandang. Pembangunan di
negara berkembang sebenarnya terus
berjalan, tetapi hasil pembangunan
terlalu lambat untuk mencukupi kebutuhan
penduduk yang semakin besar
jumlahnya, sehingga yang terjadi hal-hal
berikut ini.
2. Pengembangan Wilayah di Negara Berkembang
Gambar 6.5
Hal yang lazim terjadi di kota-kota besar negara
berkembang adalah munculnya permukiman kumuh.
Sumber: www.tripod.com
134 Negara Maju dan Negara Berkembang
a. Munculnya pemukiman-pemukiman kumuh (Gambar 6.5) yang dihuni
masyarakat dengan tingkat pendapatan rendah. Munculnya
pemukiman kumuh atau slum ini karena masyarakat tidak mampu
membeli rumah yang harganya sangat mahal. Akibatnya adalah
keindahan kota tidak terlihat.
b. Munculnya pusat-pusat kejahatan. Pusat-pusat kejahatan biasanya
tersebar pada daerah yang padat, dan tidak tertata dengan baik.
c. Munculnya paradoks, dimana ada bangunan mentereng dengan
gedung-gedung megah, tetapi di sisi lain menghasilkan pemukiman
yang padat dan kumuh. Kesenjangan ini berupa munculnya wilayah
dengan kemajuan tinggi, tetapi sisi lain ada wilayah mengalami
stagnasi atau kemacetan. Kesenjangan ini muncul karena persebaran
penduduk tidak merata yang menyebabkan proses pembangunan tidak
merata antar wilayah. Menurut Jayadinata (1990), pada tahun 1970
penduduk perkotaan dunia yang tinggal di berbagai kota di negaranegara
berkembang itu berjumlah 49% dan pada tahun 1985 menjadi
58%. Hal ini akan terus meningkat.
d. Munculnya wilayah-wilayah yang menampakkan sebagai kawasan
yang seolah-olah tidak tersentuh proses pembangunan. Wilayah ini
kita kenal sebagai daerah terisolir atau terpencil.
Kita telah membahas model pengembangan wilayah di negara maju dan negara
berkembang, lalu bagaimanakah model pengembangan wilayah di negara miskin?
Tugas Mandiri studi literatur
E. Profil Jepang dan Amerika Serikat sebagai Negara
Maju
1. Jepang
Sebutan yang ditujukan kepada Jepang, antara lain Dai Nippon
(Matahari Terbit), Macan Asia (kekuatan Asia), Sakura, dan The Four Roses
of Japan (dibayang-bayangi empat bencana, tsunami, gempa, banjir, dan
topan).
Hasil teknologi Jepang seperti TV, sepeda motor, komputer, mobil, dan
teknologi lainnya hampir menguasai seluruh penduduk dunia. Ini
menunjukkan Jepang merupakan negara yang mampu menguasai teknologi
global.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 135
a. Letak dan Luas
Wilayah Jepang (Gambar 6.6) membujur dari Kepulauan Kuril di utara
hingga kepulauan Ryuku di selatan (termasuk Pulau Okinawa). Pulau-pulau
utama Jepang antara lain Hokaido, Hondo (Honsyu), Kyushu, dan Shikoku.
Luas wilayah Jepang secara keseluruhan ± 377.727 km2 yang terdiri atas
3.410 pulau besar dan kecil, seperti Pulau Honshu (230.882 km2), Pulau
Hokkaido (78.513 km2), Pulau Kyushu 42.030 km2), Pulau Shikoku (18.782
km2), Pulau Okinawa dan Kepulauan Ryuku. Secara astronomi, Negara
Jepang terletak antara 30°LU-47° LU dan antara 124° BT-146° BT. Batasbatas
wilayah Jepang adalah sebagai berikut.
Sebelah utara : Laut Okhotsk dan Selat Soya
Sebelah timur : Samudra Pasifik
Sebelah selatan : Laut Cina Selatan
Sebelah barat : Laut Jepang dan Selat Korea
b. Bentang Alam
Bentang alam alam Jepang terdiri atas busur kepulauan vulkanik. Busur
kepulauan itu termasuk dalam rangkaian penggunungan lipatan muda
Sirkum Pasifik. 80% bentang alam negeri ini merupakan perbukitan dan
pegunungan. Jumlah gunung api di wilayah Kepulauan Jepang sekitar 129
buah, dan 50 buah diantaranya masih aktif. Sisanya dalam periode istirahat
dan mati. Beberapa gunung api di Jepang, antara lain Gunung Fuji dengan
ketinggian 3.778 m (Gambar 6.7), Gunung Ontake (3.185 m), Gunung Nori
Kuratake (3.167 m), dan Gunung Yostage (2.899 m).
Gambar 6.6
Peta wilayah Jepang.
Sumber: Encyclopaedia Britanica, 2006
136 Negara Maju dan Negara Berkembang
Dataran rendah di Jepang hanya
sekitar 1/5 dari seluruh wilayah daratannya.
Kawasan dataran rendah ini
tersebar di wilayah pantai. Beberapa
contoh daratan rendah tersebut antara
lain.
1) Dataran Rendah Nobo di Teluk Ise.
2) Dataran Rendah Kinki di Teluk Osaka.
3) Dataran rendah Kwanto di teluk
Tokyo.
4) Dataran Rendah Ishihari di Pulau
Hokkaido.
Keadaan alam perairan laut di Jepang ditandai dengan garis pantai
yang panjang dan berteluk sehingga sangat baik dimanfaatkan untuk
pelabuhan. Pantai yang berupa teluk dapat melindungi pelabuhan dari
gelombang laut yang besar. Kota-kota pelabuhan besar yang tersebar di
negara ini antara lain Kobe, Yokohama, Tokyo, dan Osaka.
Sungai yang mengalir umumnya sempit, pendek, dan mengalir dengan
arus yang deras, sangat berpotensi di kembangkan sebagi pembangkit listri
(PLTA) dan irigasi. Oleh orang Jepang ini disebut sebagai batu bara putih.
c. Penduduk
Sebagian besar tinggal di kota-kota
besar seperti Tokyo (Gambar 6.8), Osaka,
dan Yokohama. Kepadatan rata-rata
mencapai 335 km2, sedangkan tingkat
pertumbuhan penduduk mencapai 0,26%
per tahun.
Peduduk asli Jepang adalah bangsa
Ainu yang tinggal di Pulau Honshu dan
Pulau Hokkaido. Kemudian orang-orang
Mongolia masuk secara bertahap dan
sekarang menjadi penduduk mayoritas.
d. Perekonomian
1) Pertanian
Sektor pertanian digarap secara intensif dengan menggunakan sistem
mekanisasi. Ini karena wilayah pertaniannya sangat sempit, yaitu hanya
1/6 dari seluruh wilayah Jepang. Saat ini Jepang merupakan salah satu
negara eksportir beras akibat turunnya konsumen beras di dalam negeri dan
naiknya produksi padi hasil usaha perbaikan dan pemburuan varietas padi.
Gambar 6.7
Gunung Fuji, titik tertinggi Jepang.
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
Gambar 6.8
Ibu Kota negara Jepang, Tokyo.
Sumber: Brad dalam www.pic.templetons.com
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 137
2) Perikanan
Perairan Jepang kaya ikan karana perairan Jepang merupakan daerah
pertemuan antara arus panas (Kurosiwo) dengan arus dingin (Oyasiwo).
Ikan diproses di dalam kapal induk hingga proses pengalengan, kemudian
di pasarkan. Mereka juga memelihara tiram untuk industri mutiara,
menanam rumput laut, serta memelihara beberapa macam ikan seperti ikan
air tawar, ikan tuna, ikan hiu, dan ikan halibut.
3) Pertambangan
Hasil tambang Jepang diantaranya tembaga, batubara, bijih besi,
timah, emas, dan perak. Minyak bumi dan gas diimpor dari negara-negara
Timur Tengah dan Indonesia.
4) Industri
Daerah-daerah industri penting di Jepang antara lain sebagai berikut.
a) Daerah Industri Keihin, terletak di
sekitar Teluk Tokyo. Industri yang
terdapat di daerah keihin, antara lain
galangan kapal mobil, besi baja,
elektronika, tekstil, percetakan, dan
penyulingan minyak.
b) Daerah Industri Hanshin, terletak
antara kota Kyoto-Kobe-Osaka.
Industri yang terdapat di daerah ini,
antara lain galangan kapal, mesin
mobil, penyulingan minyak, dan besi
baja. Kota Osaka merupakan kota
penghasil tekstil terbesar di Jepang
(Gambar 6.9).
c) Daerah Industri Chukyo, terletak di
sekitar Teluk Ise (Gambar 6.10).
Industri yang berkembang di daerah
ini, antara lain paesawat terbang,
mesin, tekstil, pupuk, basi baja,
mainan anak-anak, jam otomotif
dan kereta api.
d) Daerah Industri Kitakyushu, terletak
di pulau Kyushu bagian utara. Di
daerah ini berkembang industri besi
baja, galangan kapal, penyulingan
minyak, kimia, dan industri semen.
Industri besi baja terutama terdapat
di Jwata, sedangkan galangan kapal
di Nagasaki.
Gambar 6.9
Osaka, kota penghasil tekstil yang juga pusat perbankan
Jepang.
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
Gambar 6.10
Teluk Ise, merupakan kota pusat industri manufaktur
di Jepang.
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
138 Negara Maju dan Negara Berkembang
5. Komunikasi dan Transportasi
Jepang dapat menciptakan kereta cepat Shinkansen yang melaju
dengan kecepatan tinggi 542 Km per jam. Disamping kecepatan tinggi,
kereta cepat shinkansen juga menggunakan teknologi Magneticaly Levitated
Train (Maglev Train) yang menyebabkan kereta ini tidak menyentuh
permukaan rel tetapi melayang beberapa beberapa centimeter di atas rel.
Pengembangan transportasi dilakukan dengan cara membuat jalan
terowongan yang melewati pegunungan. Tranportasi darat antar pulau
diusahakan dengan membuat terowongan bawah laut, seperti terowongan
kereta bawah laut yang menghubungkan antara Pulau Kyushu dengan Pulau
Honshu di selatan dan Pulau Honshu dengan Pulau Hokkaido di utara.
Terowongan ini merupakan terowongan terpanjang di dunia.
Kapal feri merupakan sarana tansportasi antar pulau. Jepang juga
mempunyai pelabuhan utama yang melalui jalur industri. Yokohama,
Nagasaki, dan Kobe merupakan pelabuhan perdagangan samudra
terpenting. Pelabuhan-pelabuhan terbesar lainnya terdapat di Nagoya,
Osaka, dan Hirosima.
Penerbangan internasional Jepang diselenggarakan oleh Japan Airlines
(JAL). Jepang mempunyai pelabuhan internasional yang terletak di Tokyo,
Osaka, dan Narita.
2. Amerika Serikat
Amerika Serikat yang beribukota di
Washington D.C. (Gambar 6.11), dikenal
sebagai negara adikuasa karena mempunyai
dominasi kuat terhadap negara-negara lain.
Negara ini sangat terkenal karena kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologinya.
Amerika Serikat (disingkat A.S.) atau
United States of America (U.S.A.) adalah
sebuah republik federal yang terdiri dari 50
negara bagian (Gambar 6.12) yang sebagian
besar terletak di Benua Amerika Utara. Amerika
Serikat terbentuk dari 13 bekas koloni Britania
Raya yang memerdekakan diri pada tanggal 4
Juli 1776. Setelah itu, Amerika Serikat berekspansi
secara besar-besaran, membeli daerah
Louisiana dari Perancis serta Alaska dari Rusia
serta menganeksasi daerah-daerah milik
Meksiko yaitu New Mexico, Texas, dan California
seusai Perang Meksiko-Amerika.
Tahukah kamu, terdapat perbedaan
antara Washington dan Washington
D.C., Washington adalah nama
negara bagian, sedangkan Washington
D.C. adalah nama ibu kota negara.
Eureka
Gambar 6.11
Washington D.C. Ibu Kota negara Amerika
Serikat.
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 139
Amerika Serikat, dilihat dari aspek wilayahnya adalah negara terbesar
ke empat di dunia, setelah Rusia, Kanada, dan Cina. Dari jumlah penduduk,
menempati urutan ke tiga setelah Cina dan India. Amerika Serikat juga
menjadi nomor satu di dunia dari aspek ekonomi, yang meliputi kira-kira
seperempat hingga sepertiga total keluaran ekonomi dunia.
a. Letak dan Luas
Secara geografis wilayah Amerika tersebar di tiga wilayah, yaitu di
wilayah induk yang terletak di Benua Amerika, Kepulauan Hawaii yang
terletak di Pasifik, dan Alaska di sebelah utara Kanada. Secara astronomi
terletak pada 25° LU - 49° LS dan 66° BB - 125° BB. Luas keseluruhan
wilayah Amerika Serikat mencapai + 9.372.610 km2. Batas-batas wilayah
Amerika serikat adalah sebagai berikut.
Sebelah Utara : Kanada dan Laut Es Utara
Sebelah timur : Samudra Atlantik
Sebelah selatan : Meksiko dan Teluk Meksiko
Sebelah barat : Samudra Pasifik
Gambar 6.12
Amerika Serikat dengan 50 negara bagiannya.
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
140 Negara Maju dan Negara Berkembang
b. Bentang Alam
Bentang alam Amerika Serikat dapat dibedakan menjadi lima kawasan
utama, yaitu sebagai berikut.
1) Kawasan pantai
Meliputi daerah pantai barat sepanjang Samudra Pasifik, pantai timur
sepanjang Samudra Atlantik dan di bagian selatan yang mengelilingi pantai
Teluk Meksiko.
2) Kawasan pegunungan lipatan muda sirkum pasifik
Terdapat di kawasan bagian timur. Pegunungan pantai barat Amerika
Serikat terbagi menjadi tiga jalur Pegunungan, yaitu pegunungan Rocky dengan
puncak tertinggiannya Gunung Elbert (4.339 m dpl) di Colorado dan Gunung
Mc. Kintey (6.194 m dpl) yang terletak di Alaska, Pegunungan Cascade terdiri
atas pegunungan Rainier, Pegunungan Adams, dan Pegunungan Hood, serta
pegunungan Whitney dan pegunungan Sierra Nevada.
3) Dataran rendah
a) Dataran rendah tengah (Central Plain/The Midlewest), yaitu sekitar
danau-danau besar, seperti Danau Superior, Michigan, Ontario, Erie,
dan Danau Huron.
b) Dataran rendah di bagian tenggara yang
merupakan daerah aliran sungai-sungai
besar, terutama Sungai Missouri dan
Sungai Missisipi.
4) Kawasan Plato Barat dan Cekungan (Basin)
Kawasan Plato Barat membentang dari
utara ke selatan, mulai dari batas Negara
Kanada sampai batas Negara Meksiko.
Wilayahnya terdiri atas dataran tinggi yang
banyak tererosi oleh Sungai Snake dan Sungai
Colorado yang kawasan plato barat dan
wilayah cekungan antara lain Plato Colorado
(Gambar 6.13), Plato Kolombia, Plato Sungai
Snake, dan cekungan Great Salt lake.
5) Kawasan pegunungan tua di timur
Pegunungan tua di sebelah timur Amerika Serikat merupakan jalur
Pegunungan Appalachia yang berbatasan dengan wilayah pantai Atlantik.
c. Keadaan penduduk
Sebagai Negara kaya dan maju Amerika Serikan menjadi impian
sebagian penduduk dunia, sehingga banyak orang-orang berusaha bertempat
tinggal dan menjadi penduduk Amerika Serikat. Akibatnya penduduk Amerika
Gambar 6.13
Sungai Colorado, yang memahat kawasan
dataran tinggi Amerika Serikat.
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 141
mempunyai keragaman yang berasal dari
bermacam-macam latar belakang budaya
(Gambar 6.14). Komposisi penduduk Amerika
Serikat berdasarkan etnik sebagai berikut.
1) Orang kulit putih, merupakan penduduk
mayoritas (80%).
2) Orang kulit hitam, merupakan penduduk
dari Afrika.
3) Orang-orang Asia, terutama Cina, India,
Vietnam, dan Jepang.
4) Orang Indian, diperkirakan jumlahnya tinggal 1juta jiwa.
5) Orang Eskimo, menempati sebagian kecil wilayah Alaska.
6) Orang campuran, yaitu Mullat, Mestis, dan Zambo.
d. Perekonomian
Gelar Amerika Serikat sebagai negara adidaya di bidang ekonomi
diciptakan dan didukung oleh berbagai faktor. Pertama, di bidang agraris
Mempunyai lahan pertanian dan peternakan yang luas. Kedua, kaya bahan
tambang. Ke tiga, masyarakatnya menguasai teknologi yang memadai.
Keempat etos kerja masyarakatnya tinggi. Keempat, tingkat partisipasi
masyarakat di bidang pembangunan tinggi. Kelima, para pemimpinnya
mempunyai tanggung jawab tinggi terhadap kesejahteraan warganya.
1) Pertanian
Pertanian di Amerika dilaksanakan dengan menggunakan teknologi
modern dan semangat kerja keras para petaninya. Lahan pertanian negara
ini meliputi 47% dari luas wilayah negara dengan menggunakan sistim
monokultur (satu kawasan satu jenis tanaman). Hasil pertanian Amerika
Serikat, antara lain sayuran, gandum, jagung, kapas, tembakau, dan buahbuahan.
2) Peternakan
Jenis peternakan yang dibudidayakan adalah sapi perah yang terdapat
di New England, Iowa, Missouri, dan Nebraska. Jenis sapi potong
dikembangkan di daerah Dakota dan Nebraska. Jenis peternakan lainnya
adalah kuda, babi, dan biri-biri. Peternakan kuda banyak diupayakan di
padang rumput sekitar Texas.
3) Kehutanan
Amerika Serikat cukup kaya dengan hutan, terutama hutan konifer (hutan
berdaun jarum seperti cemara dan pinus) serta hutan decidious yang berkayu
keras. Daerah-daerah kawasan hutan Amerika Serikat antara lain Oregon,
sekitar Teluk Meksiko, dan New England.
Gambar 6.14
Sebagai negara imigran kultur Amerika
diwarnai banyak ras.
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
142 Negara Maju dan Negara Berkembang
5) Industri
Sebagai negara dengan pe-nguasaan
teknologi canggih dan modern, hasil industri
Amerika Serikat antara lain mobil, pesawat
terbang (Gambar 6.15), pabrik baja, mesinmesin,
benda elektronik, bahan makanan,
produk kimia, dan pesawat telekomunikasi.
Selain itu, Amerika Serikat juga memiliki
industri teknologi tinggi seperti roket, satelit, dan
pesawat ruang angkasa.
4) Pertambangan
Hasil pertambangan Amerika Serikat antara lain:
a) Minyak bumi, di Texas dan California
b) Bijih besi, terdapat di sekitar danau-danau besar
c) Batubara, depositnya merupakan yang terbesar di dunia dan terdapat
di Pegunungan Appalachia
6) Transportasi
Transportasi merupakan sarana penunjang produksi perindustrian dan
perdagangan. Jalur Amerika Serikat dilakukan melalui darat, laut, dan
udara. Angkutan laut dilakukan melalui pelabuhan-pelabuhan, seperti New
York dan Philadelphia di bagian timur, serta California dan San Diego di
bagian barat. Jalur perhubungan udara dilayani oleh perusahaan
penerbangan yang cukup terkenal, diantaranya Trans World Airlines, Pan-
Amerika, dan Continental Air Sevice.
Buatlah sebuah profil negara maju lainnya!
Tugas Mandiri studi literatur
F. Profil Cina dan Brasil sebagai Negara Berkembang
1. Cina
Giantic Size merupakan sebutan untuk negara ini, di samping sebutan
negara Tirai bambu. Ekonomi Cina saat ini berkembang dengan pesat yang
ditandai bangkitnya sektor industri. Kesohoran Cina juga ditentukan oleh
persebaran penduduk di seluruh penjuru dunia sehingga menghasilkan
China Town, yaitu perkampungan dengan ciri khas kebudayaan Cina.
Gambar 6.15
Industri pembuatan Boeing 747 di negara bagian
Washington.
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 143
a. Letak dan Luas
Cina terletak di kawasan Asia Timur (Gambar 6.16), dan secara
astronomis terletak antara 180 LU - 54° LU dan 73° BT - 135° BT. Negara
ini merupakan suatu daratan yang luasnya sekitar 9.592.961 km2. Adapun
batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut.
Sebelah utara : Mongolia
Sebelah timur : Laut Cina Timur dan Laut Kuning
Sebelah selatan : Nepal, Bhutan, India, Myanmar, Laos, dan Vietnam
Sebelah barat : Kazakstan, Tadzikistan, dan Afganistan
b. Bentang Alam
Bentang alam Cina dibedakan menjadi dua, yaitu Cina Utara dan Cina
Selatan. Kedua wilayah tersebut dibatasi oleh Pegunungan Sinling yang
membujur dari arah tenggara ke barat laut.
1) Cina Utara
Wilayah Cina Utara didominasi dataran rendah yang luas dan berdebu.
Wilayah ini terdapat Gurun Gobi (Gambar 6.17) dan Gurun Ordos yang
menghasil tanah loss, yaitu tanah subur yang terbentuk karena pengendapan
debu gurun pasir. Wilayah ini banyak dijumpai sabana dan stepa juga
banyak ditemukan lahan pertanian.
Sumber: Microsoft Encarta 2006
Gambar 6.16
Peta Negara Cina
144 Negara Maju dan Negara Berkembang
2) Cina Selatan
Berbeda dengan Cina Utara, Cina
Selatan didominasi dataran tinggi yang
kompleks. Wilayah ini meliputi daerah
Sungai Yang Tse Kiang, Pegunungan Cina
Selatan, Plato Yunan, Plato Kwei Chow
dan Daerah Lembah Szechwan. Wilayah
ini merupakan satu rangkaian dengan
Pegunungan Himalaya. Di wilayah ini
juga terdapat Pegunungan Tien syan,
Pegunungan Kwenlun, dan Dataran
Tinggi Tibet. Danau yang terdapat di
daerah ini adalah Danau Lopnor.
Sungai-sungai yang mengalir di Cina
di antaranya Sungai Yang tse Kiang
(5.520 km), bermuara di laut Cina Selatan
dan merupakan sungai terpanjang di
Benua Asia. Sungai Hwang Ho atau
sungai Kuning (4.700 km), bermuara di
Laut Kuning (Gambar 6.18).
c. Penduduk
Cina mempunyai penduduk terbesar di
dunia, oleh karena itu Cina selalu melakukan
berbagai upaya penanggulangan besarnya
jumlah penduduk. Salah satu kebijaksanaan
kependudukan adalah kebijakan satu keluarga
satu anak.
Sebagian besar penduduk Cina adalah ras
Cina han (93%) dan beberapa etnik lain, yaitu
Tibet, Kazakh, Mongol (Gambar 6.19), dan
Uighur.
Sebagian besar penduduk Cina menganut
agama Kong Hu Cu, Budha, dan Tao. Penduduk
Cina yang menganut agama islam terdapat di
Propinsi Xiang dengan ibu kotanya Urumchi.
d. Perekonomian
1) Pertanian
Terdapat dua wilayah pertanian, yaitu di
Cina utara dan Cina Selatan. Cina utara
merupakan daerah pertanian gandum yang
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
Gambar 6.17
Bukit pasir hasil sedimentasi Gurun Gobi.
Gambar 6.18
Sungai Huang Ho yang melewati Gansu, dekat kota
Lanzhou, merupakan sungai terbesar kedua di Cina.
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
Gambar 6.19
Orang Mongol, suku nomaden yang ada di
Cina.
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 145
ditanam pada musim semi di sepanjang
Mongolia masuk ke daerah Manchuria. Cina
selatan merupakan daerah pertanian padi dan
gandum di daerah Yang Tse. Selain itu, padi
juga ditanam di daerah Cina Barat Laut dan
Szechwan. Cina juga menghasilkan teh yang
berkualitas yaitu di Zhejiang (Gambar 6.20).
2) Pertambangan
Hasil pertambangan Cina antara lain
batubara, bijih besi, mangan, timah, merkuri
(raksa), timah hitam, seng dan minyak bumi.
Batubara di tambang di utara Sungai Yang Tse,
Fooshin, Kailan, Huainan, Jixi, Hegang, dan
Datong. Adapun minyak bumi ditambang di
Jongaria, Lembah Tsaidam, Karidor Gansu,
Lembah Szechwan, dan Taheng.
3) Industri
Hasil industri Cina, antara lain tekstil semen, pupuk, alat-alat pertanian,
lokomotif, kapal, traktor, dan truk. Kawasan industrinya terpusat di daerah
pantai, meliputi Kota Shanghai, Beijing, Tianjin, dan Kota Shenyang.
4) Perdagangan
Barang-barang yang diimpor Cina, antara lain mesin, logam, kapas,
dan biji-bijian. Barang ekspor utamanya yaitu tekstil, kendaraan bermotor,
teh, buah-buahan, sayuran, dan minyak bumi. Mitra dagang terbesar Cina
yaitu Jepang, Amerika Serikat, Jerman, dan Singapura.
5) Perikanan
Meskipun tidak sebesar Jepang, Cina merupakan penghasil ikan yang
cukup besar di dunia. Rata-rata produksi ikan di Cina mencapai 6 juta ton/
tahun. Daerah perikanan di Cina, antara lain Guangzou, Luda, Qingdao,
Shanghai, dan Lu-sun.
2. Brasil
Brasil dengan Ibu Kota negara Brasilia merupakan negara yang dikenal
sebagai penghasil pemain sepak bola hebat dunia. Negara ini juga dikenal
karena memiliki sungai terlebar di dunia, yaitu Sungai Amazon.
a. Letak dan Luas
Wilayah Brasil (Gambar 6.21) secara astronomis terletak antara 5°16'
LU - 33°45' LS dan antara 46°45' BB - 74°03' BB dengan luas wilayah
kurang lebih 8.511.970 km2 (negara terluas di Amerika Selatan). Batasbatas
wilayah Brasil adalah sebagai berikut.
Gambar 6.20
Perkebunan teh di Zhejiang.
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
146 Negara Maju dan Negara Berkembang
Sebelah utara : Venezuela, Gunaya Inggris, Guyana Belanda
(Suriname), Gunaya Perancis, dan Samudra Atlantik
Sebelah timur : Samudra Atlantik
Sebelah selatan : Uruguay
Sebelah barat : Argentina, Paraguay, Bolivia, Peru, dan Kolombia
b. Bentang Alam
Sebagian besar wilayah Brasil berupa dataran tinggi dan pegunungan.
Di pantai timur terdapat Pegunungan Brasil atau Pegunungan Mantiquera,
bagian tengah terdapat Dataran Tinggi Mato Grosso, dan bagian selatan
selatan terdapat Dataran Tinggi Parana. Bentang alam Brasil dapat
dibedakan menjadi enam bagian.
1. Dataran Pantai Timur, terletak di sebelah timur Dataran Tinggi Brasil.
Merupakan dataran sempit, namun menjadi pusat perkebunan,
industri, pelabuhan, dan permukiman.
2. Daerah Pantai Selatan, terletak di lereng Pegunungan Matigrecia. Di
daerah ini banyak terdapat perkebunan.
3. Daerah Aliran Sungai Amazon (Gambar 6.22), terletak di antara
dataran Tinggi Guyana dan Dataran Tinggi Brasil. Sungai Brasil
merupakan sungai terlebar di dunia yang sekitarnya dipenuhi hutan
tropis (Selvas).
Skala 1 : 2.000.000
Gambar 6.21
Peta Negara Brasil.
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 147
4. Lembah Parana-Paraguay, terletak di sepanjang
Sungai Parana. Wilayah ini
dipisahkan oleh Pegunungan Maracayu.
5. Dataran Tinggi Guyana, terletak di utara
aliran Sungai Amazon dan merupakan
batas alam dengan Venezuela, Guyana,
Suriname, dan Guyana Perancis. Gunung
Tertinggi (3.014 mdpl) Brasil terdapat di
daerah ini, yaitu Gunung Nebila atau Pico
de Nebila (Gambar 6.23).
6. Dataran Tinggi Brasil, terletak di sebelah
selatan muara sungai Amazon. Daerah ini
banyak ditumbuhi hutan savanna (campos).
Di daerah ini banyak dijumpai sungai, di
antaranya Sungai Araguaia, Tocantins,
Parnaiba, dan San Sao Fransisco.
c. Penduduk
Sebagian besar penduduk Brasil, tinggal di
kawasan pantai timur, terutama Porto Alegre,
Curitiba, Sao Paulo, Rio de Jeneiro, Salvador,
Santos, Recife, dan Fortoleza. Selain itu,
banyak juga yang tinggal di ibu kota Brasilia.
Sebagai bekas jajahan Portugis, Brasil mempunyai
budaya dan ras yang beragam.
1) Penduduk asli terutama suku Indian
Tupinamba.
2) Penduduk kulit pitih bangsa Portugis.
3) Penduduk kulit hitam (Negroid).
4) Penduduk campuran yang terdiri atas
Mullat, Mestis, dan Zambo.
d. Perekonomian
1) Sektor pertanian Brasil menghasilkan tebu,
kapas, tembakau, coklat, dan kopi.
Perkebunan kapas terdapat di Pernambuco
dan Recife, tembakau di Sao Francisco, coklat tedapat di Sao Francisco
dan Viktoria, serta perkebunan kopi terdapat di Santos dan Sao Paulo.
2) Sektor industri Brasil mengahasilkan minyak bumi, besi baja, mobil,
kulit, bahan kimia, perkapalan, bahan, makanan, tekstil, dan mesinmesin
(Gambar 6.28).
3) Pertambangan, salah satu hasilnya ialah mangan yang terdapat di
daerah Amapa, yaitu di sebelah utara Lembah Amazon.
Gambar 6.23
Sungai Amazon sungai telebar di dunia. Lebih dari
200 sungai yang menginduk kepada sungai ini.
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
Gambar 6.24
Gunung Pico de Nebila, puncak tertinggi di
Brasil.
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
Gambar 6.25
Industri di Brasil, saat ini Brasil tengah gencargencarnya
meningkatkan sektor industrinya.
Sumber: Microsoft Encarta, 2006
148 Negara Maju dan Negara Berkembang
4. Peternakan terdapat di Dataran Tinggi Brasil yang berpusat di Cuyaba,
ternak yang diunggulkan adalah sapi.
Buatlah profil Indonesia sebagai negara bekembang!
Tugas Mandiri studi literatur
Kilas Geografi
Air Terjun Iguacu terletak di perbatasan Argentina dan Brasil dan merupakan
salah satu keajaiban alam Amerika Selatan. Air terjun ini mengalir menuju
Lembah Kerongkongan Setan (Devil's Throat). Dengan bentuk tapal kuda,
Iguacu membentang sepanjang 4 km dan setinggi 60 m. Fenomena yang tak
kalah menakjubkan ialah terbaginya sungai menjadi lebih dari 200 air terjun
saat melewatinya. Pada musim kemarau, Iguacu menjadi air terjun dengan
dua tingkatan berbentuk bulan sabit yang sangat indah.
Air Terjun Iguacu
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 149
R angkuman
1. Standar perhitungan standar apakah sebuah negara dikatakan maju,
berkembang, dan miskin didasarkan pada Indeks Perkembangan Manusia
(Human Development Index [HDI]).
2. HDI mengukur rata-rata kemajuan yang dicapai oleh suatu negara melalui
tiga dimensi dasar perkembangan.
a. Hidup yang sehat dan umur panjang, yang diukur melalui angka
harapan hidup (life expetancy).
b. Pengetahuan, yang diukur melalui angka buta huruf (literacy).
c. Standar kehidupan, yang diukur melalui GDP (Gross Domestic
Product) per kapita yaitu daya beli masyarakat dalam dollar Amerika
(US$).
3. Indeks perkembangan manusia (HDI) mengklasifikasikan negara-negara ke
dalam tiga klasifikasi.
a. Negara maju (developed country) bagi negara-negara yang memiliki
HDI di atas 0,7999.
b. Negara berkembang (developing country) bagi negara-negara yang
memiliki HDI 0,500-0,7999
c. Negara miskin (less developed country) bagi negara-negara yang
memiliki HDI di bawah 0,500.
4. Negara berkembang di antaranya dicirikan oleh hal-hal berikut.
a. Standar hidup masih relatif rendah
b. Tingkat produktivitas yang rendah.
c. Tingkat pertumbuhan penduduk tinggi.
d. Angka pengangguran terbuka maupun terselubung sangat tinggi da
sektor pertanian serta ekspor produk-produk primer (bahan-bahan
mentah).
5. Negara maju di antaranya dicirikan oleh hal-hal berikut.
a. Pendapatan masyarakat tinggi dan merata.
b. Sumber-sumber pendapatan berasal dari sektor berkelanjutan.
150 Negara Maju dan Negara Berkembang
Kerjakanlah di buku tugasmu!
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Standar yang digunakan dalam mengkategorikan negara-negara dunia ke dalam
negara maju, berkembang, dan miskin adalah ....
a. Poverty Index
b. Tingkat SDM
c. Human Development Index
d. Infant Mortality rate
e. Crude Death Rate
2. Negara miskin ialah negara yang ....
a. HDI < 0,500
b. HDI < 0,200
c. HDI 0,500 - 0,800
d. HDI > 0,800
e. HDI < 1,000
3. Negara berkembang ialah negara yang ....
a. HDI < 0,500
b. HDI < 0,200
c. HDI 0,500 - 0,800
d. HDI > 0,800
e. HDI < 1,000
4. Negara maju ialah negara yang ....
a. HDI < 0,500
b. HDI < 0,200
c. HDI 0,500 - 0,800
d. HDI > 0,800
e. HDI < 1,000
5. Berikut ini bukan termasuk tiga dimensi dasar acuan kriteria HDI ....
a. angka harapan hidup
b. angka buta huruf
c. pendapatan
d. angka kesehatan
e. semua jawaban benar
Pe l a t i h a n Bab6
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 151
6. Berikut ini bukan termasuk ciri-ciri negara berkembang ....
a. sumber pendapatan berasal dari sektor berkelanjutan
b. tingginya angka fertilitas
c. ketidakpastian hukum
d. tingginya angka korupsi
e. tingginya hutang terhadap badan kreditur
7. Negara maju dicirikan oleh ....
a. sumber pendapatan berasal dari sektor berkelanjutan
b. tingginya angka fertilitas
c. ketidakpastian hukum
d. tingginya angka korupsi
e. tingginya hutang terhadap badan kreditur
8. Berikut ini bukan termasuk negara maju ....
a. Korea Selatan
b. Hunggaria
c. Norwegia
d. Inggris
e. Philiphina
9. Berikut ini bukan termasuk negara berkembang ....
a. Albania
b. Saudi Arabia
c. Cina
d. Peru
e. Brunei Darussallam
10. Titik tertinggi Jepang adalah ....
a. Pinnabuco
b. Fuji
c. Mount Everest
d. Pico de Nabila
e. Rocky Mountains
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1. Mengapa terjadi perbedaan distribusi kekayaan ekonomi antar negara-negara
di dunia?
2. Jelaskan prinsip dasar perhitungan Human Development Index!
3. Mengapa angka harapan hidup dijadikan standar penilaian SDM suatu negara?
4. Mengapa negara berkembang sulit untuk mensejajarkan diri dengan negara maju?
5. Mengapa muncul permukiman kumuh di kota-kota besar di negara-negara
berkembang?
152 Negara Maju dan Negara Berkembang
Tugas Portofolio
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas : XII (Dua belas)
Pokok Bahasan : Negara Maju dan Negara Berkembang
Tema : Membuat Peta Tematik
Kerjakanlah bersama kelompok belajarmu!
Seperti halnya fenomena geografi di permukaan bumi lainnya, persebaran
negara miskin, berkembang, dan maju memiliki karakteristik tersendiri.
Langkah-langkah kerja
1. Buatlah peta tematik mengenai persebaran negara-negara miskin,
berkembang, dan maju.
2. Jangan lupa untuk memberi simbol warna pada informasi yang akan kamu
petakan.
3. Buatlah peta tersebut sebagai acuan dalam penulisan makalah mengenai
kemiskinan yang terjadi berbagai belahan dunia.
4. Jangan lupa untuk mengumpulkan beragam informasi yang mendukung
makalah dan peta yang kamu buat.
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 153
Pe l a t i h a n Semester 2
Kerjakanlah di buku tugasmu!
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Penulisan nama sungai yang tepat adalah ....
a. tegak lurus menggunakan huruf kapital
b. tegak lurus menggunakan huruf italik
c. menggunakan huruf miring mengikuti arah aliran sungai
d. menggunakan huruf kapital mengikuti arah aliran sungai
e. tegak lurus mengikuti arah aliran sungai
2. Negara maju ialah negara yang ....
a. HDI < 0,500
b. HDI < 0,200
c. HDI 0,500 - 0,800
d. HDI > 0,800
e. HDI < 1,000
3. Keadaan alam, lingkungan sosial, dan persebaran penduduk merupakan unsur
peta yang berupa ....
a. unsur komponen peta
b. distribusi pokok
c. unsur pokok
d. unsur lokasi peta
e. unsur penunjang peta
4. Teori berganda dikemukakan oleh ....
a. Homer Hoyt
b. CD Harris
c. El Ullman
d. Ernest .W. Burgess
e. CD Harris dan El Ullman
5. Lereng landai, kepekaan erosi sedang atau telah mengalami erosi, bertekstur
halus hingga agak kasar, lapisan tanah yang subur agak dalam, struktur tanah
dan daya olah agak kurang baik merupakan ciri dari lahan pertanian kelas ....
a. kelas I
b. kelas II
c. kelas III
d. kelas IV
e. kelas V
154 Pelatihan Semester 2
6. Data Sistem Informasi Geografis (SIG) yang berkaitan dengan tempat dan lokasi
di muka bumi termasuk data ....
a. deskriptif parsial
b. atribut
c. keruangan
d. alternatif
e. pilihan
7. Untuk memetakan seluruh permukaan bumi, proyeksi yang digunakan adalah ....
a. proyeksi zenithal
b. proyeksi kerucut
c. proyeksi silinder
d. proyeksi oblik
e. proyeksi Mercator
8. Berikut ini bukan termasuk negara berkembang ....
a. Albania
b. Saudi Arabia
c. Cina
d. Peru
e. Brunei Darussallam
9. Alat yang berfungsi sebagai perekam atau pemantau objek yang dikaji
dinamakan ....
a. wahana
b. atmosfer
c. sensor
d. radar
e. citra
10. Dilihat dari luas daerah yang dipantau, maka makin tinggi wahana akan
semakin ....
a. baik hasilnya
b. luas hasilnya
c. jelas hasilnya
d. jelek hasilnya
e. sempit hasilnya
11. Tingkat kegelapan atau kecerahan objek pada citra dalam wujud hitam putih
adalah ....
a. rona
b. konfergensi bukti
c. bayangan
d. asosiasi
e. situs
Geografi untuk SMA-MA Kelas XII 155
12. Berikut ini instansi primer yang tidak memanfaatkan dan mengembangkan
Sistem Informasi Geografis adalah ....
a. Lapan
b. Pusdata PU
c. Departemen Kehutanan
d. Badan Pusat Statistik (BPS)
e. Bulog
13. Teori sektor kemukakan oleh ....
a. Homer Hoyt
b. CD Harris
c. El Ullman
d. Ernest .W. Burgess
e. CD Harris dan El Ullman
14. Permeabilitas tanah bawah lambat, peka terhadap erosi, kapasitas menahan air
rendah, kesuburan rendah dan tidak mudah diperbaiki, sering kali mengalami
banjir, lapisan padas dangkal, salinitas sedang, dan hambatan iklim agak besar
merupakan ciri dari lahan pertanian kelas ....
a. kelas I
b. kelas II
c. kelas III
d. kelas IV
e. kelas V
15. Teori konsentris dikemukakan oleh ....
a. Homer Hoyt
b. CD Harris
c. El Ullman
d. Ernest .W. Burgess
e. CD Harris dan El Ullman
16. Faktor-faktor yang memengaruhi interaksi desa kota ialah berdasarkan Ullman
adalah ....
a. adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi
b. adanya kesempatan untuk saling berintervensi
c. adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang
d. adanya faktor penghambat untuk berinteraksi
e. jawaban a dan b benar
17. Geografi mengartikan wilayah sebagai ....
a. kota di bawah provinsi secara administratif
b. kabupaten di bawah provinsi secara administratif
c. provinsi
d. daerah yang memiliki karakterisitk tertentu yang berbeda dengan wilayah sekitarnya
e. daerah yang memiliki karakterisitk tertentu yang tidak berbeda dengan wilayah
sekitarnya
156 Pelatihan Semester 2
18. Berikut ini yang bukan merupakan komponen penginderaan jauh adalah ....
a. sumber tenaga
b. digitizer
c. satelit
d. interaksi antara tenaga dan objek
e. sensor
19. Lingkungan wilayah fisik adalah ....
a. wilayah patahan
b. wilayah kota
c. wilayah desa
d. wilayah pembuangan sampah
e. wilayah suku
20. Berikut ini contoh peta statis adalah ....
a. peta potensi wilayah
b. peta geologis
c. peta hasil pemilu
d. peta persebaran penduduk
e. peta keberhasilan program KB
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1. Jelaskan prinsip dasar perhitungan Human Development Index!
2. Jelaskan pengertian wilayah ditinaju dari berbagai sisi!
3. Jelaskan perbedaan antara kota berpola konsentris dan kota berpola sektoral?
4. Sebutkan 10 lembaga primer yang banyak menggunakan input data Sistem
Informasi Geografis (SIG) dan sebutkan masing-masing fungsinya?
5. Pada peta yang skalanya 1 : 50.000 jarak M ke N adalah 9 cm, sedangkan pada
foto udara 4 cm. Berapakah skala foto udara?
6. Jelaskan teori lokasi industri menurut teori susut dan biaya angkutan!
7. Sebutkan 6 golongan besar pembagian wilayah penyebaran hewan menurut
Alfred Russel Wallace! Berikan penjelasannya secara singkat!
8. Jelaskan pengertian Personal Komputer (PC) pada Sistem Informasi Geografis
(SIG)?
9. Diketahui jarak titik E ke F pada foto udara adalah 10 cm, sedangkan jarak di
lapangan 500 m. Berapakah skala foto udara?
10. Mengapa masyarakat desa yang berada di pantai cenderung membentuk desa
linier?
157
Glosarium
Bujur Barat (BB), ialah garis bujur dari Kota Greenwhich ke arah barat (0° BB-180° BB).
Bujur Timur (BT), ialah garis bujur dari Kota Greenwhich ke arah timur (0° BT-180° BT).
Citra foto merupakan hasil teknologi penginderaan jauh yang berupa data visual
Citra non-foto adalah gambaran yang dihasilkan dengan menggunakan sensor bukan
kamera.
Conform, berarti bentuk yang digambarkan di peta harus sesuai dengan aslinya.
Desa adalah suatu perwujudan geografi yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis,
sosial, ekonomis, politik, dan budaya di suatu wilayah dalam hubungan
dengan pengaruh timbal balik dengan daerah-daerah lain.
Equidistant, berarti jarak yang digambar pada peta harus tepat perbandingannya
dengan jarak sesungguhnya.
Equivalent, berarti daerah yang digambar di peta harus sama luas dengan aslinya.
Garis astronomis merupakan garis khayal yang dibuat dan digunakan untuk
mempermudah menentukan posisi suatu tempat di muka Bumi.
Garis balik selatan (tropic of capricorn), ialah garis lintang 23,50 LS.
Garis balik utara (tropic of cancer), ialah garis lintang 23,5° LU.
Garis tanggal internasional (international date line) adalah garis bujur tempat
berhimpitnya garis 180° BT dengan 180° BB.
Khatulistiwa atau equator, yaitu garis lintang 0° dan membagi Bumi menjadi dua
bagian yaitu belahan Bumi utara dan belahan Bumi selatan.
Kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan
kepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial ekonomi heterogen dan
kehidupan materealistis.
Lingkaran Antartika, ialah garis 66,5° LS.
Lingkaran Arktik, ialah garis lintang 66,5° LU.
Negara berkembang adalah sebuah negara dengan rata-rata pendapatan yang
rendah, infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indeks perkembangan
manusia yang kurang (0,500-0,799) dibandingkan dengan norma global.
Negara maju ialah negara yang memiliki GDP tinggi dan HDI yang tinggi pula(di
atas 8,00).
Penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk mendapat informasi permukaan bumi
dengan cara menganalisis gambaran permukaan bumi tanpa kontak
langsung dengan objek permukaan bumi tersebut.
Glosarium
158
Peta khusus (tematik) adalah peta yang hanya menggambarkan kenampakan tertentu
saja di permukaan bumi.
Peta umum (peta ikhtisar), adalah peta yang menggambarkan segala sesuatu di
permukaan bumi secara umum.
Proyeksi azimuthal (zenithal projection), adalah bidang proyeksi yang berupa suatu
bidang datar yang menyinggung bola, pada kutub ekuator atau sembarang
tempat yang terletak antara equator dan kutub.
Proyeksi kerucut (conical projection), adalah garis yang memotong atau menyinggung
globe dan bentangannya ditentukan oleh sudut puncaknya
Proyeksi silinder (Mercator projection), adalah semua garis horizontal dan meridian
berupa garis lurus vertikal.
Sensor adalah suatu benda untuk merekam objek-objek di alam
SIG merupakan sistem (unsur-unsur yang saling mendukung) Informasi (fisik dan
sosial) Geografi (fenomena yang terjadi baik pada lapisan atmosfer,
lithosfer, hidrosfer, biosfer, dan biosfer)
Skala merupakan perbandingan jarak, bentuk, dan ukuran yang tergambar di peta
dengan keadaan sesungguhnya di lapangan.
Tempat sentral (Central Place Theory), yaitu lokasi yang senantiasa melayani berbagai
kebutuhan penduduk dan terletak pada suatu tempat yang terpusat (sentral).
Teori susut
adalah pengurangan berat yang terjadi karena proses pengolahan.
Titik Kutub Selatan, ialah titik tempat 90° LS berada.
Titik Kutub Utara, ialah titik tempat 90° LU berada.
Wilayah adalah bagian atau daerah di permukaan Bumi yang dibatasi oleh
kenampakan tertentu yang bersifat khas dan membedakan wilayah tersebut
dari wilayah lainnya
Wilayah formal adalah suatu wilayah yang dibentuk oleh adanya kesamaan
kenampakan, termasuk ke dalamnya kenampakan fisik muka bumi, iklim,
vegetasi, tanah, bentuk lahan, dan penggunaan lahan.
Glosarium
159
Daftar Pustaka
Budiyanto Eko. 2005. Sistem Informasi Geografis Menggunakan Arcview GIS. Yogyakarta:
Penerbit Andi
Bintarto. 1984. Interaksi Desa-Kota. Bandung: Alumni
Burrough P.A. 1986. Principles of Geographical Information Systems for Land Reseources
Assessement. Oxford: Clarendon Press
Curran, Paul J. 1985. Principles of Remote Sensing. London: Longman Inc.
Darsiharjo. 2004. Geografi untuk SMA Kelas II (Kelas XI) Program Ilmu Alam. Bandung: Grafindo
Media Pratama
De Blijj, Harm J. 1980. The Earth, A Topical Geography.2ed. New York: John Wiley & Son
Dickinson, G.D. 1969. Maps and Air Photographs. London: Edward Arnold Ltd.
Kompas, Senin, 28 Agustus 2006. Gotong Royong, Modal yang Bisa Pulihkan Bencana. Jakarta:
Gramedia Group
Lillesand, Thomas M. dan Kiefer, Ralph W. 1979. Remote Sensing and Image Interpretation.
New York: John Wiley & Son
Lindgren, Waldemar. 1985. Mineral Deposit. New York: Mc Graw Hill
Daldjoeni dan A. Suyitno. 1986. Perdesaan, Lingkungan, dan Pembangunan. Bandung: Alumni.
Daljoeni. 2003. Geografi Kota dan Desa. Bandung: Alumni
Jayadinata, Johara T. 1990. Faktor Geografi sebagai Sumber Daya dalam Pembangunan Wilayah
Desa dan Kota. Bandung: ITB
Jayadinata, Johara T. 1992. Tata Guna Tanah dalam Perencanaan Perkotaan. Bandung: ITB
Raisz, Erwin. 1948. General Cartography. New York: Mc Graw Hill
Sugihen, Bahrein T. 1996. Sosiologi Pedesaan-Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Sumaatmadja, Nursid. 1997. Metodologi Pengajaran Geografi. Jakarta: Bumi Aksara
Sumaatmadja, Nursid. 1997. Studi Lingkungan Hidup. Bandung: Alumni
Tim. 2005. Sistem Informasi Geografi dengan Autocad Map. Yogyakarta: Andi
Pasya, Gurniwan Kamil. 1998. Geografi Pengantar ke Arah Pemahaman Konsep dan Metodologi.
Bandung: Buana Nusa
Population Reference Bureau.2006. World Population Data Sheet, 2006. Whasington DC: PRB
www.en.wikipedia.com.2006.Human Development Index.
SUMBER FOTO
Encyclopaedia Britanica, 2006
Koleksi Rachmat Darojat, 2005
Koleksi Irwin Fedriansyah, 2006
Koleksi Binsar Bakkara,2006
Microsoft Encarta, 2006
www.aksicepattanggap.com
www.ict4pr.com
www.indosiar.com
www.kiec.com
www.nfbf.com
www.pic.templetons.com
www.tarakan.go.id
www.states4u.com
www.itcr.com
Daftar Pustaka
160
Luas
negara
Jumlah
Penduduk
pertengahan
Angka
kelahiran
Angka
kematian
Migrasi
per 1000
Angka
kematian
Angka
pendapatan
Presentasi
populasi
di bawah
Perempuan
Angka harapan hidup
Total Laki-laki
Dunia
Afrika
Afrika Utara
51.789.601
11.689.111
3.286.031
6.555
924
198
21
38
26
9
15
6
0
-0
-1
52
84
42
67 65 69
52 51 53
69 67 70
$9.190
$2.480
$4.350
53
66
29
Afrika Barat 271 43 17 -0 102 48 47 48 1.270 83 2.370.015
Aljajair 33,5 21 4 -1 30 75 74 76 6.770 15 919.591
Mesir 75,4 27 6 -1 33 70 67 72 4.440 44 386.660
Libya 5,9 -27 4 0 26 76 74 78 - - 679.359
Maroko 31,7 21 6 -1 40 70 68 72 4.360 14 172.413
Sudan 41,2 36 9 -3 64 58 57 59 2.000 - 967.494
Tunisia 10,1 17 6 1 21 73 71 75 7.900 7 63.170
Sahara Barat 0,4 28 8 6 53 64 62 66 - - 97.344
Benin
Burkina Faso
Cape Verde
Cote d’lvoire
Gambia
Ghana
Guinea
Guinea-Bissau
Liberia
Mali
Mauritania
Niger
Nigeria
Senegal
Sierra Leone
Togo
43.483
105.792
1.556
124.502
4.363
92.100
94.927
13.946
43.000
478.838
395.954
489.189
356.668
75.954
72.699
21.927
8.7
13.6
0.5
19.7
1.5
22.6
9.8
1,4
3,4
13,9
3,2
14,4
134,5
11,9
5,7
6,3
41
44
30
39
38
33
41
50
50
50
42
55
43
39
46
38
12
19
5
15
12
10
13
20
21
18
14
21
19
10
23
12
2
1
-6
4
3
-0
-6
-1
-8
-2
2
0
-0
-2
-3
0
102
81
28
104
75
59
98
116
142
130
74
149
100
61
163
90
54 53 55
48 48 49
71 69 74
51 49 53
53 52 55
57 57 58
54 54 54
45 44 46
43 41 44
49 48 49
54 53 55
44 44 44
44 43 44
56 55 58
41 39 42
55 53 57
1.110
1.220
6.000
1.490
1.920
2.370
2.240
700
-
1.000
2.150
800
1.040
1.770
780
1.550
74
72
-
49
83
79
-
-
-
91
63
86
92
63
75
-
Burundi
Komoros
Djibouti
Eritrea
10.745
861
8.958
45.405
7,8
0,7
0,8
4,6
46
37
31
39
18
7
12
11
7
-2
-5
9
106
59
100
61
45 44 45
64 62 66
53 52 54
55 53 57
640
2.000
2.240
1.010
88
-
-
-
Ethiopia
Kenya
Madagaskar
426.371
224.081
226.656
74,8
34,7
17,8
39
40
40
15
15
12
-0
0
0
77
77
83
49 48 50
48 49 47
55 53 57
$1.000
$1.170
$880
78
58
85
Malawi
Mauritius
Mayotte
45.745
788
145
12,8
1,3
0,2
44
15
39
18
7
3
-0
0
5
76
14,8
-
45 44 47
72 69 76
74 72 76
$650
$12.450
-
76
-
-
Mozambik
Reunion
Ruwanda
309.494
969
10.170
19,9
0,8
9,1
41
19
43
20
5
17
-0
2
-0
108
7
86
42 41 42
77 72 80
47 46 48
$1.170
-
$1.320
78
-
84
Seychelles
Somalia
Tanzania
174
246.201
364.900
0,1
8,9
37,9
18
46
42
8
17
17
-21
5
-2
16
119
68
71 66 76
48 46 50
45 44 45
$15.940
-
$730
-
-
90
Uganda
Zambia
Zimbabwe
93.066
290.583
150.873
27,7
11,9
13,1
47
41
30
16
23
23
-1
-2
-1
81
92
61
47 47 47
37 38 37
37 38 37
$1.500
$950
$1.940
-
94
83
Afrika Timur 284 41 16 -0 81 47 46 47 1.090 79 2.456.184
L ampiran
Lampiran
World Population Data Sheet, 2006 (Data Penduduk Dunia, 2006)
161
Luas
negara
(mil2)
Jumlah
Penduduk
pertengahan
2006 (Juta)
Angka
kelahiran
kasar
Angka
kematian
kasar
Migrasi
per 1000
penduduk
Angka
kematian
bayi
Angka
pendapatan
kotor
Presentasi
populasi
di bawah 2US$
Perempuan per hari
Angka harapan hidup
Total Laki-laki
Afrika Tengah
Angola
Kamerun
2.553.151
481.351
183.568
116
15,8
17,3
44
49
37
16
22
14
-0
2
-0
98
139
74
48 47 50
41 39 42
51 50 52
$1.310
$2.210
$2.150
-
-
51
Afrika Selatan 54 24 19 1 55 46 44 48 11.460 36 1.032.730
Republik Afrika Tengah 4,3 37 19 0 94 44 43 44 1.140 84 240.533
Chad 10 48 20 -3 101 44 43 45 1.470 - 495.753
Kongo 3,7 40 14 -6 75 51 50 52 810 - 132.046
Rep. Dem. Kongo 62,7 45 14 0 95 50 49 52 720 - 905.351
Guinea Equtor 0,5 43 20 0 102 44 43 44 7.580 - 10.830
Gabon 1,4 33 13 -2 57 54 53 55 5.890 - 103.347
Sao Tome dan Principe 0,2 34 9 -3 80 63 62 64 - - 371
Botswana
Lesotho
Namibia
Afrika Selatan
Swaziland
Amerika Utara
Kanada
U S A
Amerika Latin
Belize
Kosta Rica
El Salvador
Guatemala
Honduras
Mesiko
Nikaragua
224.606
11.718
318.259
471.444
6.703
7.699.508
3.849.670
3.717.796
7.946.684
8.865
19.730
8.124
42.042
43.278
756.062
50.193
1,8
1,8
2,1
47,3
1,1
332
32,6
299,1
566
0,3
4,3
7
13
7,4
108,3
5,6
26
28
29
23
29
14
11
14
21
27
17
26
34
31
22
29
27
25
15
18
28
8
7
8
6
5
4
6
6
6
5
5
-1
-4
-0
1
-1
4
7
3
-1
10
1
-1
-4
-2
-4
-4
56
91
44
54
74
7
5,3
6,7
26
31
10
25
35
30
21
36
34 35 33
36 34 36
47 47 47
47 45 49
34 33 35
78 75 81
80 77 82
78 75 80
72 69 75
70 67 74
79 77 81
70 67 73
67 63 71
71 67 74
75 73 78
69 66 70
10.250
3.410
7.910
12.120
5.190
40.980
32.220
41.950
7.950
6.740
9.680
5.120
4.410
2.900
10.030
3.650
50
56
56
34
-
-
-
-
24
-
8
41
44
20
80
Kepulauan Karibia
Antigua dan Barbuda
Bahamas
Barbados
90.653
170
5.359
166
39
0,1
0,3
0,3
20
18
19
14
8
6
9
8
-3
-6
-2
-1
40
21
12,7
14,2
69 67 71
71 69 74
70 67 73
72 70 74
-
11.700
-
-
-
-
-
-
Kuba
Dominika
Rep. Dominika
42.803
290
18.815
11,3
0,1
9
11
15
23
7
7
6
-3
-16
-3
5,8
22,2
31
77 75 79
74 71 77
68 66 69
-
5.560
$7.150
-
-
11
Grenada
Guadeloupe
Haiti
131
689
795
0,1
0,5
8,5
19
16
36
7
6
13
-15
-1
-3
17
7,9
73
71 - -
78 75 82
52 51 54
$7.260
-
1.840
-
-
78
Jamaika
Martinique
Netherlands Antiles
628
937
625
2,7
0,4
0,2
19
14
13
6
7
8
-7
-1
21
24
6
9
71 69 73
79 76 82
76 72 79
4.110
-
-
13
-
-
Puerto Rico
St. Kitts-Nevis
Saint Lucia
1.137
338
698
3,9
0,05
0,2
13
18
20
7
9
5
-1
-6
2
8,6
15
15,6
77 73 81
70 68 72
74 72 77
-
12.500
5.980
-
-
-
St. Vincent & the Gradines
Trinidad dan Tobago
737
660
0,1
1,3
18
14
7
8
-8
-3
18,1
18,6
71 68 74
70 67 73
6.460
13.170
-
-
Panama 3,3 22 5 0 19 75 73 78 7.310 17 29.158
Amerika Tengah 149 24 5 -3 24 74 71 76 8.640 25 957.452
32
Lampiran
162
Luas
negara
(mil2)
Jumlah
Penduduk
pertengahan
2006 (Juta)
Angka
kelahiran
kasar
Angka
kematian
kasar
Migrasi
per 1000
penduduk
Angka
kematian
bayi
Angka
pendapatan
kotor
Presentasi
populasi
di bawah 2US$
Perempuan per hari
Angka harapan hidup
Total Laki-laki
Amerika Selatan
Argentina
Bolivia
6.898.579
1.073.514
424.162
378
39
9,1
21
18
31
6
8
8
-1
-1
-2
25
16,8
54
72 69 76
74 71 78
64 62 66
8.210
13.920
2.740
23
23
42
Peru 28,4 19 6 -2 33 70 67 72 5.830 32 496.224
Brazil 186,8 21 6 0 27 72 68 76 8.230 21 3.300.154
Chili 16,4 16 5 2 7,8 78 75 81 11.470 10 292.135
Colombia 46,8 20 5 -1 19 72 69 75 7.420 18 439.734
Ekuador 13,3 27 6 -4 29 74 71 77 4.070 37 109.483
French Guiana 0,2 31 4 10 10 75 72 79 - - 34.749
Guyana 0,7 22 9 -11 46 76 72 80 4.230 - 83.000
Paraguay 6,3 22 5 -1 29 71 69 73 4.970 33 157.046
Suriname
Uruguay
Venezuela
Asia
Asia Timur
Armenia
Azarbaijan
Bahrain
Siprus
Georgia
Irak
Israel
Yordania
Kuwait
Lebanon
Oman
63.039
68.498
352.143
12.262.691
1.823.873
11.506
33.436
266
3.571
26.911
169.263
8.131
34.444
6.880
4.015
82.031
0,5
3,3
27
3.968
218
3
8,5
0,7
1
4,4
29,6
7,2
5,6
2,7
3,9
2,6
21
15
22
20
26
13
17
21
11
12
36
21
29
19
19
24
7
10
5
7
6
9
6
3
7
11
10
5
5
2
5
4
-7
-3
0
-0
2
-3
0
7
16
-9
0
2
2
14
-2
12
20
15,3
17,5
49
42
26
9
10
5
25
88
4,2
24
10
17
10
69 66 73
75 71 79
73 70 76
68 66 70
69 67 71
71 67 75
72 70 75
74 73 75
78 75 80
72 69 75
59 57 60
80 78 82
72 71 72
78 77 79
72 70 74
74 73 75
-
9.810
6.440
5.960
7.500
5.060
4.890
21.290
22.230
3.270
-
25.280
5.280
24.010
5.740
14.680
-
6
28
59
-
31
< 2
-
-
25
-
-
7
-
-
-
Qatar
Saudi Arabia
Siria
Turki
4.247
829.996
71.498
299.159
0,8
24,1
19,5
73,7
18
30
29
19
2
3
4
6
40
2
0
0
9
23
18
25
73 71 76
72 70 74
73 71 75
71 69 74
-
14.740
3.740
8.420
-
-
-
19
Uni Emirat Arab
Yaman
Asia Selatan & Tengah
32.278
203.849
4.157.320
4,9
21,6
1.642
15
41
25
1
9
8
54
-1
-1
9
75
64
77 75 80
60 59 62
63 62 64
24.090
920
3.330
-
45
75
Afghanistan
Bangladesh
Bhutan
251.772
55.598
18.147
31,1
146,6
0,9
48
27
20
22
8
7
0
-0
0
166
65
40
42 41 42
61 61 62
63 62 64

2.090


83

India
Iran
Kazakhstan
1.269.340
630.575
1.049.151
1.121,8
70,3
15,3
24
18
18
8
6
10
-0
-4
1
58
32
29
63 62 63
70 69 72
66 61 72
3.460
8.050
7.730
80
7
16
Kirgizstan
Maladewa
Nepal
76.641
116
56.826
5,2
0,3
26
21
18
31
7
3
9
-5
0
-1
30
15
64
68 64 72
70 70 70
62 62 63
1.870

1.530
21

69
Pakistan
Sri Lanka
Tajikistan
307.375
25.332
55.251
165,8
19,9
7
33
19
30
9
6
8
-1
-1
-1
79
11
89
62 61 63
74 71 77
64 61 66
2.350
4.520
1.260
74
42
43
Teritorial Palestina 3,9 37 4 - 21 72 71 74 - - 2.417
Turkmenistan 5,3 25 8 -0 74 62 58 67 — — 188.456
Uzbekistan 26,2 33 7 -2 58 67 63 70 2.020 — 172.741
Lampiran
163
Luas
negara
(mil2)
Jumlah
Penduduk
pertengahan
2006 (Juta)
Angka
kelahiran
kasar
Angka
kematian
kasar
Migrasi
per 1000
penduduk
Angka
kematian
bayi
Angka
pendapatan
kotor
Presentasi
populasi
di bawah 2US$
Perempuan per hari
Angka harapan hidup
Total Laki-laki
Asia Tenggara
Brunei
Kamboja
1.735.448
2.228
69.900
565
0,4
14,1
21
20
30
6
3
9
-1
2
-0
34
9
91
69 66 71
75 72 77
60 57 63
4.530

2.490
46

78
Thailand 65,2 14 7 -0 20 71 68 75 8.440 25 198.116
Timor Timur 1 42 15 1 88 56 54 57 — — 5.741
Indonesia 225,5 20 6 -1 35 69 67 72 3.720 52 735.355
Laos 6,1 36 13 -0 88 54 53 56 2.020 74 91.429
Malaysia 26,9 20 4 4 10 74 72 76 10.320 9 127.317
Myanmar 51 21 10 0 75 60 57 63 — — 261.228
Philipina 86,3 27 5 -2 27 70 67 72 5.300 48 115.830
Singapore 4,5 10 4 20 2,1 80 78 82 29.780 — 239
Vietnam
Asia Timur
Cina
Cina, Hong Kong SARd
Cina, Macao SARd
Jepang
Korea Utara
Korea Selatan
Mongolia
Taiwan
Eropa
Eropa Utara
Kepulauan Channel
Denmark
Estonia
Finlandia
128.066
4.546.050
3.696.100
413
8
145.869
46.541
38.324
604.826
13.969
8.875.867
675.794
75
16.637
17.413
130.560
84,2
1.544
1.311,4
7
0,5
127,8
23,1
48,5
2,6
22,8
732
97
0,2
5,4
1,3
5,3
19
12
12
8
8
9
16
9
18
9
10
12
12
12
11
11
5
7
7
6
3
8
7
5
6
6
12
10
9
10
13
9
-0
-0
-0
5
44
0
0
-1
0
1
2
4

1
-0
1
18
25
27
2,4
3
2,8
21
5
21
5,4
7
5
3,4
4,4
6
4
72 70 73
73 71 75
72 70 74
81 79 84
79 77 82
82 79 86
71 68 73
77 74 81
66 64 68
76 73 79
75 71 79
78 75 81
78 76 80
78 76 80
72 66 78
79 75 82
3.010
9.050
6.600
34.670

31.410

21.850
2.190

21.850
31.570

33.570
15.420
31.170

47
47




< 2
75





8

Irlandia
Latvia
Lithuania
Norway
27.135
24.942
25.174
125.050
4,2
2,3
3,4
4,7
15
9
9
12
7
14
13
9
13
-0
-3
4
4,7
7
7
3,1
78 75 80
73 67 77
72 66 78
80 78 83
34.720
13.480
14.220
40.420

5
8

Swedia
United Kingdom
Eropa Barat
173.730
94.548
427.702
9,1
60,5
187
11
12
10
10
10
9
4
4
2
2,4
5,1
4
81 78 83
78 76 81
79 76 82
31.420
32.690
30.690



Austria
Belgia
Perancis
32.378
11.787
212.934
8,3
10,5
61,2
9
11
13
9
10
9
7
3
2
4,1
4,8
3,6
79 76 82
79 76 82
80 77 84
33.140
32.640
30.540



Jerman
Liechtenstein
Luxemburg
137.830
62
999
82,4
0,04
0,5
8
11
12
10
6
8
1
2
3
3,9
2,9
3,9
79 76 82
80 79 82
78 75 81
29.310

65.340



Monaco
Belanda
Switzerland
1
15.768
15.942
0,03
16,4
7,5
23
12
10
16
8
8
8
-2
5

4,9
4,3
— — —
4798 77 81
81 79 84

34.480
37.080



Iceland 0,3 14 6 5 2,5 81 79 83 34.760 — 39.768
Lampiran
164
Luas
negara
(mil2)
Jumlah
Penduduk
pertengahan
2006 (Juta)
Angka
kelahiran
kasar
Angka
kematian
kasar
Migrasi
per 1000
penduduk
Angka
kematian
bayi
Angka
pendapatan
kotor
Presentasi
populasi
di bawah 2US$
Perempuan per hari
Angka harapan hidup
Total Laki-laki
Eropa Timur
Belorusia
Bulgaria
7.264.035
80.154
42.822
296
9,7
7,7
10
0
0
14
15
15
0
0
-0
10
8
10,4
69 63 74
69 63 75
72 69 76
10.640
7.890
8.630
9
< 2
6
Ukraina 46,8 9 17 0 10 68 63 74 6.720 5 233.089
Rep. Chech 10,3 10 11 4 3,4 76 73 79 20.140 < 2 30.448
Hunggaria 10,1 10 13 0 6,1 73 69 77 16.940 < 2 35.919
Moldova 4 11 12 1 12 69 65 72 2.150 64 13.012
Polandia 38,1 10 10 -0 6,4 75 71 79 13.490 < 2 124.807
Romania 21,6 10 12 -1 16,8 71 68 75 8.940 13 92.042
Russia 142,3 10 16 1 11 65 59 72 10.640 12 6.592.819
Slovakia 5,4 10 10 1 6,8 74 70 78 15.760 3 18.923
Eropa Selatan
Albania
Andorra
Bosnia Herzegovina
Kroasia
Yunani
Itali
Masedonia
Malta
Montenegro
Portugal
San Marino
Serbia
Slovenia
Spanyol
Oceania
508.337
11.100
174
19.741
21.830
50.950
116.320
9.927
124
5.333
35.514
23
34.115
7.819
195.363
3.306.741
152
3,2
0,1
3,9
4,4
11,1
59
2
0,4
0,6
10,6
0,03
9,5
2
45,5
34
10
14
11
9
9
10
10
11
9
13
10
10
13
9
11
17
10
6
4
9
11
10
10
9
7
9
10
8
12
9
9
7
5
-3
43
2
3
3
5
-0
5
0
5
11
1
3
6
3
5
8
3,9
7
6,1
4
4,1
11,3
5,9
8
3,8
6,7
10
3,9
4
27
79 76 82
75 72 79
— — —
74 71 77
75 71 78
79 77 81
80 78 83
73 71 76
79 77 81
— — —
78 75 81
81 78 84
72f 69f 75f
77 74 81
81 77 84
75 73 77
23.090
5.420

7.790
12.750
23.620
28.840
7.080
18.960

19.730


22.160
25.820
22.180

12


< 2


< 2


< 2


< 2


Federasi Mikronesia
Fiji
Perancis
Guam
270
7.054
1.544
212
0,1
0,8
0,3
0,2
26
21
18
21
6
6
5
4
-19
-5
2
0
40
16
5,2
11,2
67 67 67
68 66 71
74 72 77
78 75 81

5.960






Kiribati
Kepulauan Marshall
Nauru
282
69
9
0,1
0,1
0,01
31
38
26
8
5
7
0
-6
0
43
29
42
61 58 64
70 — —
62 58 66






Kaledonia Baru
Selandia Baru
Palau
7.174
104.452
178
0,2
4,1
0,02
17
14
14
5
7
7
7
2
1
6
5,1
18
74 71 77
79 77 81
71 69 73

23.030




Papua Nugini
Samoa
Kepulauan Solomon
178.703
1.097
11.158
6
0,,2
0,5
32
29
34
11
6
8
0
-1
0
64
20
48
55 55 56
73 72 74
62 62 63
2.370
6.480
1.880



Tonga
Tuvalu
Vanuatu
290
10
4.707
0,1
0,01
0,2
25
27
31
7
10
6
-14
-1

19
35
27
71 70 72
64 62 65
67 66 69
8.040

3.170



Australia 20,6 13 6 5 4,9 81 78 83 30.610 — 2.988.888
Lampiran
Sumber: Population Reference Bureau, 2006
165
A
A. J. Hertson · 99
agak condong
foto · 40
azimuthal
proyeksi · 14
B
BAKORSURTANAL · 63
Bujur Barat (BB), · 7
Bujur Timur (BT) · 7
Burrough · 63
C
central bussiness district · 86,88,89,106
Central Place Theory · 107
Citra non-foto · 42
Conform
peta · 14
D
developed country · 129
developing country · 121, 125
E
ekuator · lihat khatulistiwa
Equidistant
peta · 14
Equivalent
peta · 14
G
garis astronomis · 5
Garis balik selatan (tropic of capricorn) · 6
Garis balik utara (tropic of cancer) · 6
Garis tanggal internasional · 7
Greenwhich · 7
H
hardware · lihat SIG
I ndeks
Holmer Hoyt · 87
Human Development Index [HDI] · 121
I
inframerah · 40
Inset · 19
K
kartograf · 3, 21, 46
kelas lahan · 28
kerucut
proyeksi · 15
Khatulistiwa · 6
L
Legenda
peta · 20
less developed country · 121, 122
Lingkaran Antartika · 7
Lingkaran Arktik · 6
N
nonkromatik
foto · 40
P
pengindraan jauh · 3, 40, 43, 54, 55, 56, 57
peta · 3, 4, 5, 8, 9, 10, 12, 13, 14, 16, 19, 20, 21,
22, 46, 47, 49, 53, 56, 63, 66, 69, 70
Peta khusus · 16
Peta umum · 16
R
R. E. Dickinson · 99
range · lihat central place theory
region · 99, 100, 101, 102, 103, 104
remote sensing · 37
S
sangat condong
foto · 40
Indeks
166
Sector Theory · 87
silinder
proyeksi · 15
Simbol Area · 12
Simbol Garis · 11
Simbol Titik · 10
Sistem Informasi Geografis
software) ·
T
Titik Kutub Selatan · 7
Titik Kutub Utara · 7
treshold · lihat central place theory
U
ultraviolet
foto · 40
V
vertikal
foto · 40
W
Walter Cristaller · 107
Weber
teori · 24
wilayah · 99
wilayah formal · 101
wilayah fungsional · 102
Wilayah Pembangunan Utama · 113
Indeks
Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan
layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 22 Tahun 2007 tanggal 25 Juni 2007 tentang Penetapan Buku Teks yang Memenuhi
Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam proses pembelajaran.
Harga Eceran Tertinggi ( HET ) Rp 10.252,-
ISBN : 978-979-068-140-8 ( no. jilid lengkap )
978-979-068-147-7

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar